Hanung Bramantyo Melawan Stigma dengan The Gift

 

  Di dunia film, nama Hanung Bramantyo menjadi salah satu yang disegani karena karya-karyanya banyak yang meraih prestasi. Sudah lebih dari 25 layar lebar ia sutradarai namun diakuinya tidak banyak yang memberikannya kebebasan dalam berkarya.   Kini, Hanung kembali mendapatkan kebebasan itu dari ...

Posted By: Alit Bagus Ariyadi, 19 April 2018
hanung bramantyo ...
 
Di dunia film, nama Hanung Bramantyo menjadi salah satu yang disegani karena karya-karyanya banyak yang meraih prestasi. Sudah lebih dari 25 layar lebar ia sutradarai namun diakuinya tidak banyak yang memberikannya kebebasan dalam berkarya.
 
Kini, Hanung kembali mendapatkan kebebasan itu dari rumah produksi Seven Sunday Films lewat layar lebar drama, The Gift. Di sini, ia kembali menggandeng Reza Rahadian sebagai pemeran utama pria setelah sebelumnya bekerjasama di proyek komedi, Benyamin Biang Kerok.
 
Tidak banyak pemain yang dilibatkan di sini dan itu menjadi salah satu wujud kebebasan Hanung. Yang menarik, ia menyatakan kalau karya terbarunya ini tidak sekedar bebas tapi juga sebagai bentuk perlawanan terhadap stigma. 
 
Berikut adalah penjelasan Hanung perihal The Gift saat ditemui di Setiabudi XXI, Jl. HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (17/4) sore.
 
 
Bagaimana awalnya Anda bisa 'berjodoh' dengan film The Gift?
"Awalnya saya dapat cerita dari produser Anirudhya Mitra. Saya baca dan langsung jatuh cinta dengan kisahnya. Saya bilang ke dia kalau akan buat filmnya dengan gaya saya, kalau nggak mau maka saya nggak akan buat. Akhirnya ya berlanjut."
 
Anda sempat menyatakan diberikan kebebasan di film ini, bebas dalam hal apa aja?
"Buat saya kebanggan tersendiri bikin film seperti ini, sebuah penghargaan dari produser yang memberikan saya tempat. Saya diberikan kemerdekaan dari mulai urusan angle kamera hingga pemain yang dilibatkan."
 
Pertanyaan ini mungkin sama ketika Anda menggarap Benyamin Biang Kerok, kenapa pilih Reza Rahadian sebagai pemeran utama?
"Karena saya tahu banget Reza dan saya ingin ajak orang yang mau dianggap keluarga. Maksudnya adalah saling percaya antara sutradara dan pemain. Intinya film ini sangat personal buat saya, mudah-mudahan penonton juga merasakan hal yang sama."
 
Mas Hanung sempat bilang jika film ini tidak dibuat dengan gaya Anda maka tidak dijalani, apa ini bisa dikatakan proyek egois?
"Saya bukan egois, saya sudah buat lebih dari 25 layar lebar dan bekerjasama dengan beragam produser. Saya cuma sedang melawan stigma film komersil itu harus A, B, C, D dan sebagainya. Film itu bintangnya harus Reza Rahadian karena penontonnya akan banyak, padahal ada juga proyek yang dibintanginya nggak box office. Hal tersebut berlangsung sejak beberapa tahun, mereka lupa kalau film itu eksplorasi dengan jujur."
 
Apakah mereka yang Anda maksud di sini itu produser?
"Stigma itu nggak cuma dari produser tapi banyak pihak kok. Saat saya garap Ayat-Ayat Cinta (2008), itu bukan hasil ikuti tren tapi eksplorasi konten. Kami melakukannya dengan sangat riang, gontok-gontokkan tetap ada tapi itu wajar, namun hasilnya fantastis."
 
Film ini mengambil lokasi di Italia dan Yogyakarta, apakah nanti banyak memperlihatkan tempat wisata di sana?
"Soal lokasi di Italia kita ambil lokasi yang bukan tempat wisata melainkan bukit marmer, ada di Florence juga. Kalau Kaliurang kita kesana bukan karena tempat wisatanya tapi pendekatan kisahnya dimana sang pemeran utama kecelakan di sana. Sama halnya dengan Gunung Merapi, itu adalah simbol kebesaran tapi rapuh karena ketika meletus hilang semuanya."
 
Apakah The Gift sengaja ditargetkan untuk tayang di bulan Ramadhan tahun ini?
"Kita sih inginnya tayang di Lebaran atau momen libur panjang, tapi memang dapat jadwal dari pihak bioskop pas bulan puasa. Memang film nasional lagi banyak banget sih, kabarnya ada 90 judul yang belum dapat jadwal tayang. Tapi dulu The Conjuring 2 (2016) tayang di bulan puasa tetap laris."
 
Apakah bisa dikatakan kisah yang ditawarkan The Gift cocok dengan momen bulan Ramadhan?
"Memang bulan Ramadhan itu kita harus fokus ibadah, ya beribadah sebanyak-banyaknya, ajak nonton dan traktir teman juga ibadah kan. Di film ini memang kita nggak ada adegan 'dewasa' serta sedang tidak memberikan layar lebar yang ada unsur religi atau simbol agama. Tapi di dalamnya tetap ada value yaitu tentang pemberian, hadiah, pengorbanan, makanya promosinya nanti juga ke arah sana."
 
Optimiskah Anda dengan film The Gift yang rilis pada 24 Mei 2018 dan bertepatan di bulan Ramadhan? 
"Bagi saya film bagus ya bagus aja dan intinya jangan takut bikin film."
 
 
 
COMPLETE ARCHIVE
 
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON