Maryam Membuat Sidi Saleh Semakin Optimis di Film

 

  Nama Sidi Saleh mungkin masih jarang terdengar di telinga Anda. Tetapi kontribusinya selama kurang lebih lima belas tahun di dunia perfilman, kini mulai terasa hasil positifnya. Apalagi setelah film pendeknya, Maryam, keluar sebagai pemenang di Venice International Film Festival dan ...

29 September 2014
Posted By: Evelyn Afnilia
Sidi Saleh
 
Nama Sidi Saleh mungkin masih jarang terdengar di telinga Anda. Tetapi kontribusinya selama kurang lebih lima belas tahun di dunia perfilman, kini mulai terasa hasil positifnya. Apalagi setelah film pendeknya, Maryam, keluar sebagai pemenang di Venice International Film Festival dan Apresiasi Film Indonesia 2014.
 
Maryam sendiri merupakan kisah seorang pembantu rumah tangga penganut Islam yang bekerja di rumah orang Katolik, yang mana dari salah satu anggota keluarga majikannya, menderita autisme.
 
Sidi Saleh, sedari awal menggarap Maryam tanpa beban. Ia menyukai hal-hal masif, dan di tuangkan ke dalam film Maryam yang mengambil latar suasana Natal di Gereja Katedral.
 
Atas kemenangan Sidi ini, tim 21cineplex.com pun mengadakan bincang-bincang santai dengan Sidi secara eksklusif. Berikut adalah hasil wawancara dengan Sidi.
 
Hallo mas Sidi... Pertama-tama selamat ya untuk kemenangannya di Venice International Film Festival! Menduga nggak sih mas, Maryam akan keluar jadi pemenang?
"Iya terimakasih ya. Wah, aku sama sekali nggak menduga, apalagi setelah melihat beberapa film dari finalis lain yang menurutku juga memang bagus-bagus. Jadi ini kejutan buat aku,"
 
Boleh diceritain dong mas, bagaimana sih awalnya mas Sidi menggarap film Maryam ini?
"Sederhana saja. Aku suka proyeksi-proyeksi gambar yang masif, yang melibatkan orang banyak. Kebetulan waktu itu sudah pernah bikin tentang Idul Fitri, juga Tahun Baru, sekarang aku pengen tentang Natal. Jadi aku bikin Maryam ini pure karena aku pengen, bukan karena hal-hal lain,"
 
Ada kesulitan selama penggarapannya nggak mas?
"Kesulitan sih ya seperti biasa-biasa saja, kendala di lokasi. Apalagi kan aku memang memanfaatkan momen Natal itu sendiri, dan Gereja Katedral untuk syuting. Selebihnya sih aman-aman saja,"
 
Mengapa membuat Maryam dalam versi film pendek mas? Mengapa tidak film panjang?
"Hahaha.. Aku pengen kok bikin film panjang, tapi kalau Maryam dijadikan film panjang sepertinya tidak. Aku lebih memilih untuk mencari ide-ide cerita baru lagi. Karena menurutku, dengan mengulang kesuksesan yang sudah diraih Maryam sebagai film pendek, kemudian mengharapkan kesuksesan yang minimal sama di film panjangnya, itu bukan hal mudah,"
 
Merasa layak nggak mas menjadi pemenang di festival sebesar Venice?
"Sejujurnya sih aku cuma masih kaget. Kalau kelayakan, kan sudah dinilai sama juri-juri profesional. Aku berpikirnya ini hanya keberuntungan saja, tapi mereka malah menganggap kalau aku berbakat. Aku termotivasi dari situ,"
 
Setelah di Venice ini, apakah ada keinginan untuk mengikutkan Maryam ke festival-festival lain?
"Ya. Saat ini sudah ada beberapa festival yang didaftarkan,"
 
Seperti apa sih mas rasanya memenangkan festival besar dan macam-macam karya kompetitor yang hebat-hebat?
"Rasanya campur aduk. Hahaha.. Susah dijelaskan. Senang jelas, banget. Haru juga. Masih nggak menyangka saja kalau akhirnya ada film Indonesia yang bisa menang di festival luar, khususnya Eropa. Karena di Eropa ini sangat sulit untuk menjadi juara apalagi dari Asia, dan masih nggak nyangka kalau film Indonesia itu adalah filmku,"
 
Dengan prestasi sekarang, mas Sidi sudah berkeinginan untuk kerjasama dengan produser lokal untuk membuat film panjang mungkin?
"Ya pastinya ada. Tapi aku justru menjadikan kemenanganku di Venice ini sebagai nilai jualku,"
 
Kasih bocoran dong mas tentang proyek film mas Sidi berikutnya?
"Aku sih pengen film panjang ya. Sejauh ini aku dan temanku, produserku juga, Amalia Trisna Sari, selalu bekerja bersama-sama. Kami nggak terburu-buru juga, jalani saja,"
 
Tetapi apakah ada kriteria-kriteria tertentu mas, film-film bertema apa yang ingin mas Sidi garap?
"Aku penyuka semua film, aku belajar dari semua film. Tapi sederhana saja, aku akan buat apa yang menurutku bagus, dan nanti tinggal saling mentoleransi untuk urusan bisnisnya sama produser,"
 
Jadi untuk kedepannya, apa rencana mas Sidi?
"Yang jelas aku semakin yakin kalau aku memang hidup untuk membuat film. Jadi aku akan terus membuat film, dan semoga daya kreatifitasku masih terus mampu sampai aku tua nanti. Untuk film panjang, kita tunggu saja tanggal mainnya. Hehehe..."
 
COMPLETE ARCHIVE
 
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
Z
 
 

COMING SOON