Ifa Isfansyah: Pendekar Tongkat Emas Titik Balik Perfilman Indonesia

 

  Ifa Isfansyah mulai terkenal sejak filmnya, Sang Penari (2011) meledak di pasaran Tanah Air. Ifa merupakan salah satu sineas berbakat Indonesia yang menyelesaikan studinya di Jurusan Televisi di Institut Seni Indonesia, Jogjakarta.   Sebelum itu, pada tahun 2001, Ifa aktif memproduksi film-film ...

Posted By: Evelyn Afnilia, 04 Desember 2014
Ifa Isfansyah
 
Ifa Isfansyah mulai terkenal sejak filmnya, Sang Penari (2011) meledak di pasaran Tanah Air. Ifa merupakan salah satu sineas berbakat Indonesia yang menyelesaikan studinya di Jurusan Televisi di Institut Seni Indonesia, Jogjakarta.
 
Sebelum itu, pada tahun 2001, Ifa aktif memproduksi film-film pendek, dan debutnya adalah Air Mata Surga. Ifa mendapat kesempatan untuk membesut film layar lebar perdananya lewat film 9808 Antologi 10 Tahun Reformasi Indonesia pada tahun 2008.
 
Dan saat ini setelah menyelami beberapa film layar lebar, Ifa dipercaya oleh Miles Films yang dinaungi oleh Mira Lesmana dan Riri Riza untuk menggarap salah satu proyek besar mereka Pendekar Tongkat Emas.
 
Memang sudah lama Indonesia tidak kehadiran film silat, yang merupakan budayanya sendiri. Dan Ifa, sebagai penggemar komik silat pun tak ragu-ragu untuk menceritakan mulai dari proses kreatif awal di film Pendekar Tongkat Emas, hambatan-hambatan, dan visi misinya di film yang satu ini.
 
Berikut adalah hasil wawancara eksklusif tim 21cineplex.com dengan sutradara Pendekar Tongkat Emas, Ifa Isfansyah.
 
Hallo mas Ifa.. Ceritain dong mas, gimana awalnya bisa terlibat di film Pendekar Tongkat Emas ini?
"Iya, saya diajak Mira dan Riri untuk membantu proses peleburan ide menjadi visual film Pendekar Tongkat Emas ini. Dan tanpa pikir panjang, saya langsung mengiyakan, karena saya suka ide-ide yang menantang saya,"
 
Ide menantang apa sih mas yang dimaksud?
"Lebih ke cara kita mengeksplor tentang Pendekar Tongkat Emas ini. Apalagi Pendekar Tongkat Emas tidak memiliki setting di tempat atau waktu tertentu, jadi imajinasinya bisa sangat luas,"
 
Jadi bisa sepanjang masa gitu, ya, mas. Ini kan pertama kali mas Ifa menyutradarai film bergenre silat, kesulitan seperti apa yang mas jumpai di lapangan?
"Kalau di lapangan sih lebih ke kendala teknis, ya. Sebelum pra produksi pun saya sudah mondar-mandir untuk survey lokasi di Sumba. Begitu syuting, kendala yang kami temui ya berupa teknis saja. Kalau alam justru terkesan sangat mendukung,"
 
Apa mas Ifa sempat mencari referensi dari sumber tertentu untuk mendapat imajinasi untuk film Pendekar Tongkat Emas ini?
"Kebetulan saya suka baca komik silat. Disamping itu, mba Mira dan mas Riri sendiri sudah memiliki gambaran tersendiri tentang proyek yang mereka ingin garap. Saya pun demikian. Jadi kami meleburkan imajinasi-imajinasi kami terhadap silat untuk hadir di film ini,"
 
Butuh proses berapa lama itu, mas, untuk meleburkan proses kreatif hingga akhirnya tercetuslah Pendekar Tongkat Emas?
"Wah cukup lama ya, saya lupa tepatnya tetapi mungkin sekitar lima tahun. Kalau dari mba Mira sendiri sudah lama sekali ingin membuat film ini, dan bertemu saya, dan mulailah kita berbincang tentang film ini,"
 
Untuk mengarahkan para aktor dan aktrisnya sendiri bagaimana mas? Mengingat baik Reza (Rahadian), Nicholas (Saputra), Tara (Basro), Eva (Celia), dan Christine (Hakim) sekalipun tidak memiliki basic beladiri?
"Syukurnya kami sudah mempersiapkan pelatihan fisik mereka sebelum syuting ya. 4 bulan kurang lebih mereka latihan fisik, dan di akhir tahun 2013 mereka mulai mempelajari koreografi martial art-nya. Mereka sudah profesional, dan tau apa yang harus dilakukan,"
 
Pendekar Tongkat Emas ini sendiri syuting di Sumba, ada nggak yang berkesan selama syuting di sana?
"Jelas ada. Kurang lebih 3 bulan kami di sana. Banyak cerita, dan kami saling bertukar pikiran saling cerita. Dan pemandangan alam di sana sangatlah indah. Terlalu banyak hal indah di sana,"
 
Untuk mba Mira Lesmana, Pendekar Tongkat Emas ini adalah proyek idealisnya beliau, apakah menurut mas Ifa Pendekar Tongkat Emas juga mewakili salah satu proyek idealis mas?
"Bohong kalau saya bilang ini bukan proyek idealis saya. Saya selalu memiliki passion terhadap film-film yang menantang saya sebagai sutradara, yang memiliki cerita yang sedikit melawan arus. Kalau berhasil ini merupakan kemenangan besar bagi saya, dan juga tim,"
 
Satu kata saja mas, harapan tentang Pendekar Tongkat Emas ini, apa?
"Semoga saja Pendekar Tongkat Emas menjadi film yang menjadi titik balik perfilman Tanah Air, juga titik balik karir saya,"
COMPLETE ARCHIVE
 
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
Z
 
 

COMING SOON

 
www.vidfor.me