Affandi Abdul Rahman : Membuat Lembaga Buat Mereka Yang Patah Hati

Mendengar nama Affandi Abdul Rachman mungkin masih asing di telinga Anda, namun siapa sangka sutardara muda ini adalah lulusan Columbia College of Hollywood, Los Angeles, California.  Disini bapak dari dua anak ini memfokuskan pada jurusan Directing & Cinematography. Awal ketertarikannya dengan dunia film dimulai saat dirinya mengikuti pelatihan 8 weeks film bootcamp, di New York Film Academy, Universal Studios pada September 2002, disini dirinya menghasilkan Short Film pertamanya yang berjudul Paranoid. Lulus di tahun 2006 dan mendapatkan gelar Magna Cum Laude. Dirinya membuat film berjudul Phoenix untuk tugas terakhirnya sebagai mahasiswa, lewat film ini dirinya  mendapatkan penghargaan sebagai The Most Professional Set. Ditemui 21cineplex.com di kantornya di daerah menteng Jakarta Pusat, Affandi terlihat bersemangat membeberkan tentang film terbarunya berjudul Heartbreak.com. berikut petikan wawancara kami dengan sutradara yang juga pernah membesut Pencarian Terakhir di tahun 2008 ini.

Sebenarnya film Heartbreak.com ini bercerita tentang apa?
"Ceritanya sebenarnya simple aja ya tentang patah hati, waktu saya buat ini nyari komedi gitu apa ya yang menarik, kita liat lagi pasaran. Komedi itu yang paling gampang itu related, selalu pegangannya itu, terus sex, makanya sex komedi laku banget. Karena semua orang penasaran dengan sex. Dan mayoritas pada sok tahu mengenai sex. Pokoknya itu yang paling gampang deh istilah kata, terus slapstick, sama lagi itu bodoh-bodohan juga, kita ngga usah mikir, tau-tau ada pisang kita kepleset. Jadi saya coba yang baru aja di film ini"

Ide awal saat buat film ini?
"Sebenarnya dari pengalaman-pengalaman aja seh. Saya suka ketawa-tawa sama temen-teman waktu ngumpul-ngumpul, trus cerita-cerita patah hati sejak SMP waktu pacaran monyet sampai pacaran serius. Terus dari dulu sampai sekarang ini semua polanya sama, pasti sama. Nggak laki nggak perempuan, pertama nggak diterima diputusin, karena ada orang ketiga, setelah itu nangis, lalu minta maaf agar diterima balik. Dan biasanya yang dimintain balik dia merasa berkuasa dong, nah itu standar pasti seperti itu. Nah, saat itu pasti kita punya impian bahwa ada tim atau seseorang yang bantuin kita saat kita jatuh, seperti itu. Nah, impian itu yang ingin saya kasih di Heartbreak.com ini. Jadi Heartbreak.com adalah sebuah lembaga yang berfungsi untuk ngebalikin pasangan kita dengan metode-metode yang dipakai oleh lembaga ini. Pola-pola seperti yang itu yang saya ambil buat film ini ya dari cerita curhat teman akhirnya jadi sebuah film ini, hahaha..."

Alasan pemakaian pemain di film ini?
"Jadi sebenarnya gini ya, tokoh itu adalah penggambaran karakter. Seorang yang ditinggallin oleh pasangannya pasti disebabkan karena dia itu pasti memiliki kekurangan, kalau tidak kalah ganteng atau kalah cantik, oleh orang yang berhasil merebut pasangannya, umumnya seperti itu. Jadi untuk pendeskripsiannya sendiri di film ini memang seperti itu. Saya mau menggambarkan ke penonton agar  masuk akal, walaupun cinta kadang memiliki kekuatan yang lebih kuat dan penting daripada itu semua.  Jadi semua tokoh di film ini memang disesuaikan dengan kebutuhan karakter sesuai dengan kacamata saya."

Apakah heartbreak.com ada inspirasi dari tayangan reality show yang kini marak di televisi?
"Jadi sejujurnya gini, memang banyak yang tanya seperti itu, tapi sejujurnya cerita ini nggak diambil dari situ, tapi itu ngga masalah dan itu bagus menurut saya, karena istilah kata, paling ngga orang udah bisa terima dan ngga kaget lagi. Jadi sebenarnya saya juga jarang nonton TV, jadi ngga tau ada acara-acara seperti itu. Tapi kalau orang mau sama-samain saya nggak bisa salahin kok. Tapi mudah-mudahan untuk kalau untuk penonton film ini bisa lebih diterima lagi."

Untuk biaya film ini sendiri berapa?
"Ibaratnya dalam budget kita medium lah, kalau untuk ukuran biaya itu kita di level medium lah. Kalau di Indonesia sendiri kan kalau untuk High Level kan 8 M sampai keatas, sedangkan di small budget level 2 M kebawah, nah untuk film ini di tengah-tengah itu lah, hahaha. Saya lihat dari produksi film di Indonesia aja. "

Pengalaman saat syuting film ini?
"Banyak yang mengalami Heartbreak, haha. Mulai dari pemain dan kru. Ada satu pemain yang saat syuting dapat scene nangis, kok bagus banget, menghayati banget, trus dapet info ternyata diputusin ma pacarnya, padahal sudah pacaran empat tahun, jadi ternyata terbawa suasana, hahaha... Trus ada kru yang putus juga. Pernah juga ngalamin syuting dibawah panas 40 derajat, panas banget. Dan akhirnya sampai saya kehilangan suara. Tapi semuanya fun aja syutingnya."

Perlu berapa lama untuk menyiapkan film ini?
"Untuk pre-produksi film ini kita sekitar dua bulan ya, trus kita syutingnya itu kita 16 hari, kenapa bisa cepat dan kita bisa selesaian semuanya, karena persiapan kita yang matang selama dua bulan itu jadi kita bisa lancar, tanpa ada kekurangan."

Apakah sudah merasa sudah puas dengan film ini?
"Nggak ya. Sekarang gini pada saat Pencaharian Terakhir saya cari apa yang kurang disini, dari ngobrol-ngobrol dengan teman-teman saya tangkap, apa yang kurang saya perbaiki lagi di Heartbreak.com. jadi disini apa kekurangan saya, benar-benar saya perbaiki. Polanya saya masih meraba, dan di film ini saya sudah mulai nangkap dan mulai bisa jor-joran dengan gaya saya sendiri. Mudah-mudahan aja bisa diterima."

Apa yang membuat film ini berbeda dengan film yang lain?
"Saya merasa bahwa dengan film-film komedi yang ada di Indonesia, yang bener-bener ada ceritanya nggak banyak, saya merasa bahwa banyak film komedi yang menyajikan komedi sebagai hidangan utama. Walaupun ini sudah bisa diterima di Indonesia, namun di film ini agak terbalik, jadi disini drama nomor satu. Ceritanya jelas jadi orang bisa ngikutin, komedinya agak lebih sisipan. jadi film ini drama komedi, sebenarnya bisa juga seh dibilang drama komedi cinta tapi bukan film komedi. Mudah-mudahan bisa diterima. "

Harapan untuk film ini sendiri?

"Harapannya saya seh, orang bisa enjoy bisa nikmatin film ini, bisa ngikutin ceritanya, orang bisa ngikutin jernihnya seorang sakit hati tuh gimana. Sebenarnya kaya pembelajaran juga ke orang-orang bahwa kita masih bisa merebut pasangan kita. Hahaha. Jadi mudah-mudahan bisa diterima di masyarakat." (deri)