MORE
Kuntz Agus: Belajar Kompromi di #republiktwitter
Wulan Guritno: Dunia Film Memberikan Banyak Ilmu
Love is U: Mengawali Trend Girlsband Main Film
Laura Basuki: Terima Peran Apapun, Yang Penting Adalah Ceritanya
Ifa Isfansyah : Sang Penari Pekerjaan Cinta
Ody C. Harahap : Angkat Bunuh Diri Menjadi Tema Filmnya
21Cineplex: Press Release 10 Agustus 2011
Hany Saputra: Tampilkan Ka`bah Ukuran Asli Dalam Film Di Bawah Lindungan Ka
Iko Uwais : Makin Mantap dengan Gareth Evans di Serbuan Maut (The Raid)
Kamila Andini : Hadapi Kendala dengan Santai untuk The Mirror Never Lies
Ipank, Penggemar King yang Tidak Gemar Olahraga
Gimana awal ceritanya bisa berkolaborasi dengan Ridho dalam menggarap soundtrack film King? “Pertama kali yang dikontak sama Ale-Nia tuh Ridho, karena ini kerja bareng kita yang kedua setelah Tentang Cinta, jadi ya bareng-bareng. Kita nonton bareng, kita baca-baca script juga ...
26 Juni 2009
Posted By: Erfanintya M. P.
Gimana awal ceritanya bisa berkolaborasi dengan Ridho dalam menggarap soundtrack film King?
“Pertama kali yang dikontak sama Ale-Nia tuh Ridho, karena ini kerja bareng kita yang kedua setelah Tentang Cinta, jadi ya bareng-bareng. Kita nonton bareng, kita baca-baca script juga bareng di studio, terus kita cari mood dan temanya, udah dapat semuanya baru bergerak deh.”
Bagaimana pembagian tugas antara kamu dan Ridho?
“Musik, aransemen, pemilihan karakter instrument itu Ridho, kalau aku lebih banyak bikin notasi dan liriknya.”
Cara dapat inspirasi untuk membuat lagu soundtrack film ini?
“Pendekatannya dari baca script, karena aku butuh framing film itu dan karakternya kayak apa. Waktu Laskar pelangi malah scriptnya sampai 500 halaman dan selalu aku baca script-script itu sampai habis karena biasanya director kan pendekatannya lewat gambar.”
Dari 4 lagu tersebut, mana yang menjadi favorit?
“Aku suka lirik Tetaplah Bersamaku karena penyampaiannya enak banget mulai dari aransemen, lirik, semuanyalah.”
Apakah kamu mengidolakan seorang Liem Swie King?
“Wah aku fans sama Liem Swie King. kemaren malah sempat foto bareng dan aku dulu juga mengalami dia yang go internasional. Dulu kan kalau nonton masih didepan rumah dan masih jamannya tv yang pake aki. Rumah aku di Kebayoran Lama, belum ada aspal, dan kalau pagi tukang akinya lewat pake sepeda, nawarin aki ke rumah-rumah. Waktu itu yang punya tv cuma beberapa, jadi kalau ada event special kayak All England dikeluarin lah tv yang paling gede dan nonton bareng-bareng. Makanya kalau sekarang ketemu Liem Swie King jadi kayak norak gitu.”





