Iqbal Rais : Nggak Pernah Puas

 

Nama Iqbal Rais mungkin masih asing di telinga Anda, namun siapa yang menyangka pria yang lahir di Samarinda Kalimantan Timur 25 tahun yang lalu  ini telah berhasil menelurkan empat buah film. Di usia yang terbilang muda, tidak membuat bapak satu ...

26 Desember 2009
Posted By: Erfanintya M. P.

Nama Iqbal Rais mungkin masih asing di telinga Anda, namun siapa yang menyangka pria yang lahir di Samarinda Kalimantan Timur 25 tahun yang lalu  ini telah berhasil menelurkan empat buah film. Di usia yang terbilang muda, tidak membuat bapak satu anak ini merasa minder dengan para pendahulunya di dunia film tanah air. Tarix Jabrix (2008), Si Jago Merah (2008), The Tarix Jabrix 2 (2009) dan yang paling baru Bukan Malin Kundang (2009) adalah bukti keseriusan Iqbal, bahwa dirinya tidak main-main di dunia film Indonesia. Ditemui 21 cineplex.com saat peluncuran film terbarunya Bukan Malin Kundang di FX Jakarta Selatan, Iqbal yang hari itu sibuk melayani pertanyaan wartawan sekitar karya terbarunya itu, menyempatkan waktunya bersama kami untuk bercerita tentang karya terbarunya ini. berikut hasil obrolan kami bersama sutradara yang sangat menyukai Michael Bay sebagai Sutradara Favoritnya.

Ide awal untuk membuat film ini?
"Idenya itu, aku pertama kali bener-bener ingin minta maaf sama ibu aku. Soalnya aku kan merantau, dan dulu rasanya enak keluar dari rumah dan jauh dari orang tua. Dan ternyata kita butuh itu. Dan itu benar-benar merasa kita ketika aku sudah nikah dan istri aku melahirkan. Jadi merasa sedih aja, dulu jarang dirumah, dan rumah tuh udah kaya kost-kosan aja. Mandi, tidur, terus pergi. Nah dari situ aku ingin buat sesuatu yang beda aja. Akhirnya dari cerita malin Kundang. tentang cerita seorang anak yang durhaka, tapi dia ngga dikasi kesempatan untuk minta maaf. Nah kalau sekarang lo durhaka, tapi yang dikutuk nyokap lo, gimana tuh, gua kasi kesempatan untuk minta maaf. Gitu."

Kenapa judulnya Bukan Malin Kundang?
"Ya itu tadi, karena ceritanya bukan Malin Kundang, cerita ini ibaratnya hampir sama, tapi dari sisi lainnya. Disini bukan anak yang dikutuk tapi ibu lo. Dan gimana caranya seorang anak menebus semua itu."

Apakah sudah merasa puas dengan apa yang sudah dicapai saat ini?
"Kalau ngomongin puas ngga puas, aku selalu ngga pernah puas sama karya. Karena kalau kita puas, kita tidak akan pernah bisa berkarya lagi. Kalau kita masih kurang itu akan memotivasi kita besoknya untuk lebih baik. Itu yang membuat saya selau termotivasi untuk lebih baik lagi."

Tantangan dalam membuat film ini?
"Tantangannya adalah saya buat film ini diluar komunitas saya di dapur film, sayakan di bawah naungan dapur film, tapi di film ini saya kerja tanpa membawa nama itu, dan disini saya membawa nama pribadi bekerja dengan Rapi Film, jadi ketika ini jelek berarti itu tanggung jawab saya. Dan juga tantangannya adalah mendirect pemain di film ini."

Bicara soal para pemain di film ini, bagaimana rasanya bekerja dengan mereka?
"Kita semua tau mereka orangnya gokil dan rame, dan aku sama mereka adalah temen, yang udah kenal cukup lama. Tapi ketika kita sudah kerja dan kata action sudah terucap mereka harus serius. Dan saya benar-benar take and give sama mereka."

Ingin buat film apalagi setelah film ini?
"Kalau film sih, saya  bebas ya, saya mau bikin film horor, mau film drama atau yang lainnya bebas aja. Memang selama ini jatuhnya komedi. Karena gini, ketika saya datang ke produser, mereka mau apa sih. Karena saya buat film bukan untuk kepentingan saya sendiri. Saya bikin film untuk penonton. Penonton ingin apa . Jadi sesuai keinginan penonton aja."

Harapan untuk film ini?

"Harapan saya yang pasti laku kan, dan yang kedua maksudnya gini, orang lebih sadar diri aja, kita sebagai generasi muda, ngga totaly 100% kita selalu benar, masih banyak sesuatu yang benar dan harus kita cari yang lain yang lebih benar. Dan kita jangan egois khususnya kepada orang tua kita." (deri)

COMPLETE ARCHIVE
 
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON