Kerjakan dengan Hati, Fajar Bustomi Akui Berjodoh dengan Dilan 1990

 

  Usai merampungkan Surat Kecil untuk Tuhan (2017), Fajar Bustomi kembali dipercaya menggarap film adaptasi novel populer, Dilan 1990. Ia mengaku sudah lama tertarik dengan kisah dari karya Pidi Baiq tersebut dan akhirnya bisa berjodoh bersama Max Pictures untuk membuat versi ...

Posted By: Alit Bagus Ariyadi, 18 Januari 2018
fajar bustomi ...
 
Usai merampungkan Surat Kecil untuk Tuhan (2017), Fajar Bustomi kembali dipercaya menggarap film adaptasi novel populer, Dilan 1990. Ia mengaku sudah lama tertarik dengan kisah dari karya Pidi Baiq tersebut dan akhirnya bisa berjodoh bersama Max Pictures untuk membuat versi layar lebarnya.
 
Beberapa kendala saat proses syuting selama 25 hari untuk membuat Dilan 1990 tentunya sempat dialami Fajar. Namun karena ia sudah kagum dengan versi novelnya, produksi yang dilakukan dengan hati dan penuh kerja keras oleh semua pihak yang terlibat membuat kendala-kendala itu bisa dilalui.
 
Bahkan konflik-konflik kecil dengan Pidi Baiq selaku pemilik cerita juga kerap terjadi. Hal itu disebabkan adanya diskusi kreatif yang alot saat mengubah kisah novel menjadi karya audio visual. Apa saja hal menarik yang terjadi saat proses syuting Dilan 1990, berikut bincang-bincang tim 21cineplex.com bersama Fajar Bustomi.
 
Ceritakan bagaimana awalnya Anda bisa terlibat di kursi sutradara Dilan 1990 bersama Pidi Baiq?
"Awalnya saya memang sudah baca novel Dilan 1990 dan sudah tertarik banget untuk diangkat ke layar lebar. Saya bahkan sudah tawarkan ke beberapa rumah produksi, serta baru tahu kalau itu sudah 'dibeli' oleh Max Pictures. Seakan berjodoh, nggak lama berselang saya ternyata dapat tawaran dari pak Ody (produser) untuk menyutradarainya. Tentunya tidak perlu waktu lama untuk jawab iya (bergabung)."
 
Di film ini kan Anda sama-sama duduk di kursi sutradara bersama Pidi Baiq. Pembagian tugasnya seperti apa?
"Tak bisa dipungkiri, yang tahu banget Dilan ya Pidi. Jadi saya butuh penggambaran dari dia seperti apa karakter-karakter yang ada di dalamnya. Saya lebih ke teknis untuk mengubah gambaran dari Pidi menjadi film panjang."
 
Tentang pemilihan pemain khususnya pemeran utama yaitu Iqbaal Ramadhan (Dilan) dan Vanesha Prescilla (Milea), apa pertimbangan Anda memilih mereka?
"Sebelumnya ada dua sutradara sebelum saya yang rencananya duduk di kursi sutradara. Dari yang sebelumnya itu sudah ada nama-nama yang dipilih salah satunya Vanesha, buat saya mereka oke dan lagi-lagi ini seakan sudah berjodoh. Nah khusus pemeran Dilan, saya dikasih tahu produser Iqbaal yang bakal peranin, saya sempat kaget bukannya dia masih kecil ya. Tapi pas dilihat fotonya yang sekarang, ooh sekarang sudah gede. Selain itu menurut Pidi Baiq dia pantas untuk posisi itu."
 
Novel dan film adalah media yang berbeda, apakah kamu sudah siap untuk terima kritikan dari para pembaca Dilan 1990, yang mungkin ada yang tidak puas?
"Ekspetasi saya ya saya buat film Dilan 1990 ini dengan hati dan penuh semangat. Selebihnya ya kita serahkan ke penonton aja."
 
Apa sih yang Anda coba tawarkan lewat film Dilan 1990?
"Di sini nggak cuma nampilin kisah asmara aja tapi ada keluarganya, lingkungan, pendidikan, dan ada banyak hal yang ingin dibagi lewat film ini. Tentunya kita hanya tampilkan poin-poin pentingnya, Karena nggak mungkin kita beberkan kisah novel dari 300 halaman lebih ke film."
 
Berapa sih durasi film Dilan 1990 sebelum akhirnya final hingga 110 menit?
"Dilan 1990 awalnya bisa 3 jam lebih. Ada beberapa karakter yang terpaksa kita potong karena jadwal syuting kita berubah terus dan siapin juga buat sekuelnya."
 
Wah udah ada rencana sekuel nih, berarti kapan Dilan 1991 dan Milea mulai produksi?
"Untuk Dilan 1990 aja penulisan skenario butuh waktu 8 bulan. Ya Dilan 1991 paling abis Lebaran 2018 syutingnya, menyesuaikan jadwal libur kuliah Iqbaal lagi. Sekuelnya nanti akan berkisah pasca Milea dan Dilan pacaran, sedangkan Milea kisahnya balik lagi ke 1990 tapi dari sudut pandang Dilan."
 
Sempat tersiar kabar kalau Pidi Baiq menyesal Dilan 1990 diangkat ke film karena tidak sesuai dengan keinginannya?
"Saya mengerti kalau Pidi Baiq tidak terima jika novelnya dipotong-potong karena harus menyesuaikan durasi dan kebutuhan film. Saya juga akan melakukan hal yang sama, tapi ketika melihat hasilnya finalnya ia merasa puas dan ingin melanjutkan untuk yang kedua serta ketiga. Rasa bahagianya itu sudah ia curahkan lewat Instagram. Saya akui Pidi Baiq adalah seniman cerdas, kita sama-sama belajar agar proyek ini bisa sejalan."
 
Apakah Anda yang akan menggarap Dilan 1990 dan Milea?
"Semua tergantung produser. Tapi sepertinya iya dan saya harus ikhlas."
COMPLETE ARCHIVE
 
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON