Luna Maya Bermodal Nekat Sutradarai film Pintu Harmonika

 

Setelah memiliki pengalaman yang sangat banyak di dunia seni peran sebagai seorang aktris, Luna Maya akhirnya mulai memberanikan diri untuk mencoba duduk di belakang layar sebagai seorang sutradara, lewat film yang berjudul Pintu Harmonika yang rencananya siap di rilis akhir ...

Posted By: Alit Bagus Ariyadi, 19 April 2012
luna maya
Setelah memiliki pengalaman yang sangat banyak di dunia seni peran sebagai seorang aktris, Luna Maya akhirnya mulai memberanikan diri untuk mencoba duduk di belakang layar sebagai seorang sutradara, lewat film yang berjudul Pintu Harmonika yang rencananya siap di rilis akhir tahun 2012.

Di film tersebut Luna tidak sendirian, dirinya juga menggandeng Sigi Wimala dan Ilya Sigma yang notabene belum memiliki pengalaman sebagai seorang sutradara dari sebuah layar lebar. Pintu Harmonika adalah film berjenis omnibus yang di dalamnya terdapat 3 cerita pendek. Setiap cerita di wakili oleh para sutradaranya yaitu Luna Maya (Skors), Ilya Sigma (otot), dan Sigi Wimala (Piano).

Meskipun sebelumnya Luna Maya sempat menjadi sutradara lewat sebuah proyek film pendek, namun di layar lebarnya ini, cewek kelahiran Denpasar, Bali, 26 Agustus 1983 tersebut mengaku, hanya bermodal nekat demi menawarkan karya yang memiliki nuansa baru bagi para pecinta film Indonesia. Apa yang membuat Luna Maya nekat menjadi sutradara sekaligus produser di film Pintu Harmonika? Berikut adalah hasil wawancara eksklusif 21cineplex dengan Luna saat di temui di Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat.


Apa alasan anda menggarap film omnibus Pintu Harmonika?
"Iya memang diakui sekarang lagi trend film dengan banyak cerita, tapi kali ini saya ingin membuat kisah yang tidak putus dengan genre yang beda. Saya dapat drama, Sigi mengangkat kisah Thriller, dan Ilya drama komedi. Kenapa saya pilih drama, karena sesuai dengan kehidupan saya yang drama banget. Selain itu masih belum ada yang mengangkat tema ruko dimana di dalamnya terdapat sebuah kehidupan."

Kenapa filmnya di beri judul Pintu Harmonika?
"Tadinya sempat mau di kasih judul Lantai Satu, tapi kesannya horor banget. Di setiap ruko tentu memiliki pintu dan di dalamnya memiliki kisah keluarga yang berbeda-beda. Makanya kami memilih judul itu yang menggambarkan tentang keindahan dalam sebuah kehidupan di dalam ruko."

Alasan Anda menggandeng Sigi Wimala dan Ilya Sigma dalam proyek layar lebar ini apa?
"Sebenarnya kita berlima tadinya, tapi akhirnya hanya bertiga. Kenapa kita bertiga, karena saya melihat mereka memiliki ambisi dan visi misi yang besar dalam dunia film. Makanya kenapa saya tidak pilih nama-nama yang sudah dikenal karena kita sendiri tidak akan tahu kalau tidak mencoba. Kita semua disini baru dan nggak ada yang saling menunjukkan. Kalau bukan sekarang ya kapanlagi."

Apa benang merahnya dari film ini dan apa kesulitannya?
"Justru nggak sulit karena film ini genre dan pemikirannya beda-beda. Benang merahnya kehidupan ruko sendiri, omnibus sekarang kan satu cerita selesai, kita juga sama sih kalau di potong ya selesai juga. Tapi disini ada cross antar pemain saya dengan Sigi serta Ilya karena tetanggaan. Ini mengisahkan 3 ruko yang tetanggaaan."

Alasan memilih genre drama, thriller, dan komedi di film Pintu Harmonika?

"Kita disini mengangkat tema anak-anak yang komersil. Thriller, romantic comedy, dan drama adalah genre yang paling sering di tonton oleh masyarakat."

Bisa ceritain sedikit nggak tentang bagian kisah Luna yang berjudul Skors, dan mengapa angkat cerita itu?

"Iya ini kisahnya tentang seorang pelajar yang suka membully teman-temannya. Setelah di skors baru deh ketahuan bagaimana kehidupan dia sebenarnya. Kenapa saya angkat kisah itu karena dulu saya suka membully orang juga sih."

Mengapa di kisah Skors anda menggunakan jasa Barry Prima?

"Nama Barry Prima tercetus dari suami Ilya (Putratama Tuta-red) sih. Sempet kepikiran aktor muda yang punya nama, tapi saya pikir ya udah di coba aja. Rasanya berkesan aja karena saya kan nonton film dia dari kecil dan waktu itu kan ganteng banget. Awal pendekatannya saya justru dapat nomor telefon anaknya, pas udah ketemu ternyata sosok Barry di luar dugaan saya karena dia sebenarnya kocak banget."

Bagaimana nih rasanya dan tantangannya mendirect aktor senior di film anda?

"Mendirect aktor senior kan nggak gampang, sempet ada rasa nggak pede dan takut juga. Takut di nilai, 'sutradara baru tahu apa sih.' Kalau tantangannya sih ini kan kisah drama tapi Barry sosoknya malah kaya preman, mungkin agak sulit untuk membuat Barry menjadi melow karena dia terbiasa di film laga. Dia sempat minta di kisahnya Ilya yang Otot karena dia menganggap masih berotot tuh ha ha ha."

Anda sempat bilang ini proyek nekat, kenapa?

"Ya ini first timer saya sebagai sutradara layar lebar dengan dana first timer juga tapi nggak ingin mengesampingkan kualitas. Kita juga di bantu oleh orang yang berpengalaman sih, jadinya sangat ngebantu banget."

Untuk urutan kisah di film Pintu Harmonika siapa dulu dan kenapa?

"Sepertinya Otot, Skor, baru deh Piano. Ini masih bisa berubah sih tergantung hasil diskusi nanti enaknya seperti apa. Tapi untuk sementara seperti itu dulu. Kita nggak masalah siapa yang dapat urutan pertama, kedua atau ketiga karena kita sepakat ini demi kebaikan filmnya sendiri bukan ego masing-masing."  









COMPLETE ARCHIVE
 
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON