Sajian Drama dengan Beragam Bumbu dari Edwin Lewat Aruna dan Lidahnya

 

  Pasca meraih 3 Piala Citra sebagai Sutradara Terbaik, Aktris Terbaik, dan Pemeran Pendukung Pria Terbaik, di ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2017 lewat film Posesif, Edwin kembali bekerjasama dengan Palari Films untuk merilis karya terbarunya yang berjudul Aruna dan Lidahnya. ...

Posted By: Alit Bagus Ariyadi, 05 Juni 2018
edwin ls
 
Pasca meraih 3 Piala Citra sebagai Sutradara Terbaik, Aktris Terbaik, dan Pemeran Pendukung Pria Terbaik, di ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2017 lewat film Posesif, Edwin kembali bekerjasama dengan Palari Films untuk merilis karya terbarunya yang berjudul Aruna dan Lidahnya. Film tersebut merupakan adaptasi lepas dari novel karya Laksmi Pamuntjak, yang mengisahkan tentang persahabatan, perjalanan, serta makanan.
 
Di sini, ia menggandeng sederet aktor berbakat seperti Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, Oka Antara, dan Hannah Al Rashid, untuk mempresentasikan naskah yang ditulis Titien Wattimena di depan kamera. Ia menyatakan ada beberapa kesulitan saat menggarap Aruna dan Lidahnya, mulai dari lokasi hingga makanan.
 
Sebelum menyaksikan filmnya yang direncanakan rilis di bioskop pada bulan September 2018, berikut bincang-bincang 21Cineplex.com dengan Edwin saat ditemui di Ecology, Kemang, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
 
Kenapa Anda tertarik menggarap Aruna dan Lidahnya?
"Karena saat saya baca bukunya memang sepertinya menyenangkan kalau ngobrol di depan makanan, kaya langsung jadi teman, seru aja lihatnya. Banyak momen itu di buku, ngomong kalau sambil makan itu bisa panjang deh, mulai dari gosip sampai politik. Sebagai pembuat film, itu materi yang bagus untuk diolah menjadi sebuah sinema."
 
Kesan menyenangkan apa kira-kira yang akan dirasakan penonton nanti saat menyaksikan film ini?
"Makanan dalam buku itu macam-macam dan banyak yang saya nggak tahu serta jadi ingin cobain. Kalau dijadiin film akan menyenangkan juga buat orang lain karena belum tentu mereka pernah makan makanan yang ada di Aruna dan Lidahnya."
 
Ini kali pertama Anda adaptasi film dari Novel bagaimana kesannya?
"Film sih bisa dari mana-mana, buat saya sama aja. Sama aja ribetnya."
 
Kenapa film Aruna dan Lidahnya hanya syuting di 5 kota yaitu Jakarta, Surabaya, Pamekasan (Madura), Pontianak, dan Singkawang?
"Memang kalau di bukunya itu ada 9 atau 10 kota. Tapi kami sudah pikirkan dengan matang, 5 kota tersebut cukup mewakili cerita. Bahkan, dari segi makanan dan suasananya pun lebih bisa menonjolkan hal-hal yang unik. Kalau ambil semuanya terlalu banyak."
 
Katanya film ini tidak hanya tentang makanan tapi juga manusia, bisa dijelaskan lebih detil?
"Fokus utamanya adalah hubungan para karakternya, bagaimana mereka menemukan diri sendiri. Saya memang ingin mencoba menampilkan manusia-manusia yang berbicara dengan sesamanya, mengekspresikan perasaannya lewat bahasa dan kata-kata. Film Aruna dan Lidahnya memang berbeda dengan film-film saya lainnya."
 
Pemilihan Dian Sastrowardoyo sebagai Aruna, Oka Antara menjadi Farish, Hannah Al Rashid memerankan Nad, dan Nicholas Saputra yang lakoni Bono, di Aruna dan Lidahnya apakah karena dianggap mirip dalam versi bukunya?
"Memang secara fisik, karakter tersebut tidak terlalu mirip. Namun itu tidak menjadi alasan. Secara kepribadian dan rasa, empat aktor tersebut sangat cocok berperan di film ini. Karena, mereka juga mampu merepresentasikan rasa (makanan) dengan nikmat melalui gambar. Jadi ekpresi mereka sangat sesuai dengan apa yang saya harapkan."
 
Apa tantangan yang Anda hadapi saat menggarap film ini?
"Syuting film apa saja pasti challenging, cuma untuk film ini tantangannya adalah bagaimana bisa menggambarkan bagaimana enaknya makanan tertentu. Harus membuat orang yang nonton mengerti rasa makanannya. Tapi tetap menyenangkan, karena semua orang senang makan."
 
Apa Anda menggunakan kamera khusus untuk mengambil gambar yang berhubungan dengan makanan?
"Nggak kok, kamera biasa aja. Makanan itu memang cukup repot sama kaya ambil gambar binatang atau anak kecil. Nggak boleh kepanasan atau kedinginan karena bisa jadi nggak segar. Kalau soal penyutradaraan juga sama aja karena aktor juga yang makan, paling lebih siasati makanan supaya bisa kesannya enak terus karena ada yang harus beberapa kali take, jadi jangan sampai mereka terlihat bosan."
 
Dian Sastrowardoyo menilai film ini ada unsur komedinya. Kalau menurut Anda genre Aruna dan Lidahnya apa sih?
“Drama dengan banyak bumbu. Nanti kalau sudah nonton pasti jadi lebih tahu.”
 
COMPLETE ARCHIVE
 
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON