Mengenal Lebih Dekat Film Cahaya dari Timur: Beta Maluku.

 

Setelah dikerjakan selama lebih dari 4 tahun, rumah produksi Visinema Pictures akhirnya akan merilis film terbarunya Cahaya Dari Timur: Beta Maluku. Setelah mengerjakan film Hari Untuk Amanda (2010), Sutradara Angga Dwimas Sasongko tidak tanggung-tanggung mengajak Glenn Fredly untuk bersama-sama menjadi ...

Posted By: deni.deri, 26 Mei '14
cahaya dari ...Setelah dikerjakan selama lebih dari 4 tahun, rumah produksi Visinema Pictures akhirnya akan merilis film terbarunya Cahaya Dari Timur: Beta Maluku. Setelah mengerjakan film Hari Untuk Amanda (2010), Sutradara Angga Dwimas Sasongko tidak tanggung-tanggung mengajak Glenn Fredly untuk bersama-sama menjadi produser di filmter barunya ini. Film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku merupakan film pertama dari rangkaian proyek Cahaya Dari Timur, sebuah upaya memberi ruang lebih banyak untuk kisah-kisah inspiratif dari Indonesia Timur.
 
Cahaya dari Timur: Beta Maluku berkisah tentang perjuangan Sani Tawainella (diperankan Chicco Jerikho), seorang pesepak bola yang memutuskan pulang kampung setelah gagal merintis karir profesional dan menghidupi keluarga dengan mongojek. Di tengah situasi konflik agama yang terjadi di Maluku, Sani berkeinginan menyelamatkan anak-anak di kampungnya melalui sepak bola. Di antara kesulitan hidup dan pilihan antara keluarga atau sepak bola, Sani ditugaskan membawa timnnya mewakili Maluku di kejuaraan nasional. Keputusan Sani membaurkan anak-anak yang berbeda agama dalam satu tim menyebabkan perpecahan. Sani di hadapkan dengan trauma kegagalan masa lalu dan kesempatan untuk membawa cerita baik bagi Maluku.
 
Diangkat dari kisah nyata, Film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku sejak awal mengambil pilihan untuk menghadirkan gambaran kondisi yang sebenarnya berdasarkan cerita. Pendekatan sosial budaya dan akurasi fakta menjadi elemen penting dalam pengerjaan film ini.
 
Keunikan Film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku terletak pada keputusan untuk menggunakan dialek Ambon dalam keseluruhan film dan dipilihnya aktor-aktor muda berbakat asli Maluku untuk mengisi peran anak-anak yang ada.
 
Berikut beberapa karakter penting yang terdapat di film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku yang dijadwalkan tayang di Cinema 21 mulai 19 Juni 2014.
 
Sani Tawainela ...Sani Tawainela (Chicco Jerikho)
Seorang mantan pemain sepak bola yang gagal lalu berakhir sebagai seorang tukang ojek. Sani berjuang menghidupi keluarganya dan bertahan di tengah situasi konflik yang serba tidak menentu. Ia menyaksikan anak-anak di Tulehu juga terseret arus konflik. Sani lantas berketetapan hati untuk melatih anak-anak bermain sepak bola agar tidak terlibat dalam konflik.
 
 
Haspa Umarella ...Haspa Umarella (Shafira Umm)
Ia mencintai Sani dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Haspa percaya bahwa Suaminya memiliki niat baik yang harus didukung meski situasi ekonomi keluarga harus tergadaikan. Haspa selalu mengingatkan Sani tentang prioritas hidup. Suatu hari Sani mengecewakannya, membuat ia memutuskan pergi dari rumah, keadaan yang membuat Sani frustasi.
 
 
Alfin TuasalamonyAlvin Tuasalamony (Burhanuddin Ohorella)
Di antara teman-temannya, Alvin adalah penyeimbang. Sejak awal ia didukung
ibunya untuk bermain bola. Suatu hari ia berjanji akan mengubah nasib ibunya dengan membawa uang 1 milyar lewat sepak bola. Di kehidupan nyata, karakter Alvin menjadi satu dari beberapa anak didik Sani yang berhasil menjadi pesepak bola profesional, memperkuat TIMNAS, sempat bermain untuk CS Vise, Belgia dan sekarang merumput bersama Persebaya, Surabaya.
 
Josef Matulessy ...Josef Matulessy (Abdurrahman Arif)
Seorang guru olahraga dari desa komunitas Kristen ini percaya bahwa Sani Tawainella adalah orang yang tepat untuk membantunya mempersiapkan timnya untuk sebuah turnamen. Josef mengakui kemampuan Sani dalam sepakbola dan menyebutnya mampu memotivasi. Josef bersama Sani mempersatukan anak-anak yang dulu bertikai dan menjadi kebanggaan.
 
 

Hari Zamhari ...
Hari Zamhari Lestaluhu (Aufa Assagaf)
Ia selalu menyahut dengan “Jago” bila diabsen Sani. Ia menjadi kapten tim karena dianggap paling dewasa. Lepas dari sikap tenang diantara teman-temannya, ia juga memendam persoalan; ayahnya, satu-satu orang tua yang dimilikinya tidak merestui cita-citanya untuk jadi pemain sepak bola professional.
 
 
 
Salim Ohorella ...Salim Ohorella (Bebeto Leutually)
Bakat sepak bola Salim Ohorela atau yang akrab disapa “Salembe” memang paling menonjol di antara teman-temannya, tapi sikapnya yang tidak disiplin sering membuatnya terganjal persoalan. Salembe adalah anak yang keras hati, ia menaruh pandangan bahwa tidak ada hubungan antara sepak bola dan perbedaan agama; sesuatu yang pada akhirnya didustainya karena berhubungan dengan sebab kematian ayahnya.
COMPLETE ARCHIVE
 
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON