FFI 2009 : Banyak Kritik Namun Tetap Bergengsi

Perhelatan malam puncak Festival Film Indonesia 2009 yang rencananya akan digelar pada 16 Desember di Hall D1 Kemayoran Jakarta Pusat dijanjikan akan berbeda dari acara-acara sebelumnya. Salah satunya adalah dengan pengemasan layaknya acara seperti Oscar atau Golden Globe lengkap dengan red carpet untuk para tamu serta undangan.

“Banyak yang merasa awarding FFI membosankan karena kemasan acara pengumuman nominasinya dilakukan biasa saja, untuk tahun ini kita akan buat berbeda dan menjadi tontonan yang menghibur dan luar biasa bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Harsiwi Ahmad Direktur Program RCTI.

Untuk tahun ini, acara malam puncak penganugrahan tertinggi bagi para insan film nasional akan disiarkan langsung oleh pihak RCTI, selaku media partner. Selain itu koordinator bidang festival Ilham Bintang berjanji acara kali ini akan bertabur bintang dan dimeriahkan artis papan atas nasional. Hal ini ditegaskannya saat konferensi pers malam puncak FFI 2009 di Grand Indonesia (8/11), menanggapi para wartawan yang pesimis dengan penyelenggaraan acara yang pertama kali digelar tahun 1955 ini.

Penyelenggaran FFI tahun ini memang mendapatkan kritikan dari berbagai pihak, baik itu dari insan film sendiri maupun para pengamat film. Namun hal itu tidak menyurutkan panitia untuk tetap bekerja keras menyelenggarakan event akbar ini. “Kami bekerja pontang panting untuk menyelenggarakan event ini jadi mohon bantu kami agar FFI menjadi rumah bagi seluruh insan film Indonesia,” ujar Ninik L. Karim selaku ketua komite FFI 2009.

Berbeda dari tahun sebelumnya FFI 2009 diselenggarakan oleh Komite Festival Film Indonesia (KFFI) yang dibentuk oleh Menbudpar (Menteri Kebudayaan dan Pariwisata). “Komite ini dibentuk untuk menjadi barometer pencapaian kualitas film Indonesia yang lebih baik,” tambah Ninik yang hari itu sibuk menanggapi pertanyaan wartawan.

FFI 2009 diikuti 118 film yang terdiri dari 40 judul film bioskop, 38 judul film dokumenter, dan 40 judul film pendek. Duduk di deretan Dewan Juri Film Bioskop adalah Alex Kumara, Eduard Pesta Sirait, El Manik, Franky Raden, German Mintapradja, Indra Yudistira, Sekar Ayu Asmara, Jajang C. Noer dan Totot Indarto. Untuk Dewan Juri Film Dokumenter adalah Fajrian Hamdi, Buntje Harbunangin, Marselli Sumarno, Roy Lolang, Serta Yudi Datau. Dan Dewan Juri Film Pendek Iwan Wahab, Ainun Ridho, Firman Triyadi, Hadi Artomo dan Hardo Sukoyo.(deri)
 

LAINNYA