Tokoh Perfilman Nasional Misbach Yusa Biran Wafat
Misbach Yusa ...Dunia perfilman Indonesia kembali kehilangan tokoh pentingnya. Misbach Yusa Biran yang merupakan sutradara terbaik di tanah air menghembuskan nafas terakhirnya pada hari Rabu (11/04) sekitar pukul 07.12 wib di Eka Hospital, Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten. 
 
Misbach Yusa Biran adalah suami dari artis senior Nani Wijaya meninggal dunia di usianya yang ke 78 tahun. Selain aktif sebagai sutradara, Biran juga dikenal sebagai sosok penting dari berdirinya Sinematek Indonesia pada tahun 1975. Bahkan beliau sempat memimpin lembaga ini sampai tahun 2001.
 
Misbach Yusa Biran dilahirkan di Rangkasbitung, Lebak, Banten, 11 September 1933. Pada tahun 1969 ia menikah dengan Nani Wijaya dan di karunia enam orang anak. Selain aktif sebagai sutradara, Biran juga dikenal sebagai  penulis skenario film, drama, cerpen, kolumnis, dan sastrawan Indonesia, serta pelopor dokumentasi film Indonesia.  Dengan meninggalnya Biran, Indonesia dipastikan kehilangan sosok pentingnya.
 
Prestasi tertingginya adalah saat mendapat meraih penghargaan status Fellows dari Asosiasi Arsip Audiovisual Asia Tenggara-Pasifik (Southeast Asia-Pacific Audiovisual Archive Association, SEAPAVAA) di Bangkok, Thailand pada tahun 2010. Program penghargaan SEAPAVAA ini ditujukan sebagai bentuk pengakuan bagi para individu luar biasa atas kontribusi sangat penting melalui berbagai cara di bidang arsip audiovisual.
 
Berikut beberapa karya film yang dihasilkan oleh Misbach Yusa Biran.
• Pesta Musik La Bana (1960)
• Holiday in Bali (1962)
• Bintang Ketjil (1963)
• Panggilan Nabi Ibrahim (1964)
• Apa Jang Kautangisi (1965)
• Dibalik Tjahaja Gemerlapan (1966)
• Menjusuri Djedjak Berdarah (1967)
• Operasi X (1968)
• Honey Money and Djakarta Fair (1970)
LAINNYA