29 Apr '08
Posted By:
Masih ingat dengan film-film laris macam Ayat-ayat Cinta dan Get Married yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo? Ternyata Hanung punya tandem yang sudah klop di balik kamera, yakni Faozan Rizal. Tak hanya dalam dua film laris itu, bersama Pao, panggilan akrabnya, Hanung juga sempat merampungkan Kamulah Satu-satunya dan Legenda Sundel Bolong. Apa sih rasanya kerja bareng Hanung terus?
”Saya sih lebih suka. Kita jadi tahu karakter masing-masing. Hanung jadi tahu warnaku, warnaku melihat dunia. Dia kebetulan ngga suka warna-warna yang pop-up gitu. Aku juga ngga suka. Aku lebih suka desaturate color. Jadi lebih enak, karena ngga perlu menyesuaikan karakter-karakter berikutnya,” demikian ungkap Pao saat ditemui beberapa waktu lalu.
Sebelum terjun sebagai kamerawan film cerita, Pao dikenal sebagai pembuat film pendek eksperimental. Ndilalah, ide-ide Pao yang tidak biasa itu selalu diakomodasi oleh Hanung untuk film komersialnya. Sebut saja Kamulah Satu-satunya yang menggunakan dua macam kamera untuk menggambarkan perbedaan desa (16 mm) dengan kota (handheld), atau Legenda Sundel Bolong yang gambarnya malah mirip film Sleepy Hollow.
Kecocokan duet ini terus berlanjut hingga tahun 2008, lewat bendera Sinemart mereka kembali dalam Doa yang Mengancam. Di film ini, Pao berani menjamin sebagai puncak karya duet mereka. Jadi bukan Ayat-ayat Cinta?
”Sebenarnya harus menjadi karya puncak kita berdua. Karena banyak kesalahan produksi ya. Terus saya ngga menganggap itu puncak, Hanung bilang yah next film-lah...”sambung alumni IKJ ini.
Wow, kira-kira seperti apa ya? Tapi sebagai inti sinematografi dari film anyarnya kelak, Pao memberikan sedikit gambaran: sisi gelap manusia ketika membicarakan sesuatu yang suci. Mustahil warna-warna permen kan? (bat)
COMPLETE ARCHIVE