STARS
RUDI SOEDJARWO LUNCURKAN "IN THE NAME OF LOVE"
10 Apr '08
Posted By:
Setelah merilis sebuah film horor di awal tahun 2008, sutradara Rudi Soedjarwo muncul lagi dengan karyanya yang ke-14. Judulnya In The Name of Love. Film yang beredar di bioskop tanggal 10 April ini memasang sederetan bintang yang beken di masa lalu dan masa kini. Premisnya tentang konflik yang terjadi antara dua dinasti keluarga.
Sejak awal Rudi mengaku jika filmnya terinspirasi dari drama tragedi Romeo dan Juliet rekaan pujangga Shakespeare. "Ini tentang cinta yang harus diperjuangkan. Kadangkala orang ketika cintanya harus dibenturkan malah menyerah. Ya udah kita tak harus bersatu daripada ribet..." tandas sutradara pemenang Piala Citra tahun 2004 ini.
Tak tanggung-tanggung, selain menjadi sutradara dan memegang kamera Rudi juga mencoba memegang ceritanya. Kali ini dia mengajak tandemnya dalam film Mengejar Matahari, Titien Wattimena. Tentang pilihannya bersama Titien ia memberikan jawaban diplomatis, "Gue selalu suka dialog-dialognya Titien. Tapi gue juga selalu membatasi Titien agar tidak terlalu banyak berpuisi dalam dialog-dialognya. Dia kuat dalam one-liner atau kalimat singkatnya dia kan."
Mereka bersama dua nama lain, Cassandra Massardi dan Fahmi Rizal bahu-membahu mengukir pahatan itu kendati masih saja terasa lambat. Mengapa terasa lambat?
"Ya memang film ini harus lambat," tegas Rudi. "(Cerita) ini belum selesai kan? Tidak ada salahnya kita membikin film yang lambat."
Menurutnya membuat karya yang membosankankan tak mengapa asalkan memberikan kejutan di ujungnya. "Asalkan payoff di menit-menit terakhir, ya itu proses sebuah film." tambah sutradara yang mengawali debutnya di tahun 2000 ini.
Film ada yang bercerita dengan cepat, ada pula yang lambat. "Film yang lambat banget menang Oscar juga, No Country for Old Men misalnya. Jadi nggak usah takut bikin film yang lambat."
Kendati begitu, Rudi mencoba memberi sedikit obat untuk membantu penonton agar tidak terasa lambat, yakni dengan menggunakan music score yang dibuat oleh Addie MS. "Itu pilihan saya. Dari pertama yang membantu film ini agar tidak terasa terlalu lambat adalah Addie," ungkap Rudi lagi. (bat)






