Ballerina: Mengejar Mimpi Menjadi Penari Balet

 

  Di tengah kesuksesan film animasi produksi Disney dan Illumination Entertainment yang menggunakan karakter binatang, seperti Zootopia (2016), Finding Dory (2016), The Secret Life of Pets (2016) dan Sing (2016) di box office dunia. Quad Productions, Caramel Film dan Main Journey ...

Posted By: Eko Satrio Wibowo, 04 Januari 2017
ballerina still ...
 
Di tengah kesuksesan film animasi produksi Disney dan Illumination Entertainment yang menggunakan karakter binatang, seperti Zootopia (2016), Finding Dory (2016), The Secret Life of Pets (2016) dan Sing (2016) di box office dunia. Quad Productions, Caramel Film dan Main Journey hadir lewat karya berbeda. Mereka memproduksi layar lebar berjudul Ballerina, yang kembali menampilkan manusia sebagai tokohnya. 
 
Film animasi belatar Perancis tahun 1800-an ini berfokus pada sosok gadis yatim piatu bernama Felicie (Elle Fanning) yang memiliki mimpi menjadi penari balet profesional. Sayangnya, tinggal di panti asuhan sejak kecil membuat hidupnya seperti katak dalam tempurung. Terlebih pengasuh dan biarawati di sana selalu mengendurkan tekadnya dengan mengatakan jika impianya itu mustahil. 
 
ballerina still ...
 
Beruntung, Felicie memiliki sahabat nyentrik bernama Victor (Dane DeHann), yang rela berkorban serta mau membantunya. Mereka pun memutuskan pergi dari panti asuhan menuju Paris. Sesampainya di sana, keduanya terpisah dan fokus dengan tujuan masing-masing. Felicie langsung menuju gedung Grand Opera, tempat impian bagi para ballerina untuk pertunjukkan.
 
Felicie bertemu dengan Odette (Carly Rae Jepsen), perempuan pincang yang bekerja sebagai pembantu di rumah seorang wanita kaya. Merasa iba dan tersentuh dengan kesungguhan gadis sebatang kara itu meraih mimpinya, Odette mengajaknya tinggal bersama. Sayang, Felicie menyalahgunakan kepercayaan itu dengan mencuri surat rekomendasi untuk anak majikannya, Camile (Maddie Ziegler), agar bisa belajar menari balet di Grand Opera.   
 
ballerina still ...
 
Film Arahan Eric Summer dan Eric Waren ini bisa dikatakan adalah karya animasi dengan cerita sangat sederhana, namun begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kisah tentang mengejar mimpi yang tidak hanya memberikan motivasi bagi yang menontonnya, tetapi juga menyentuh. Sangat cocok dikonsumsi anak-anak dan remaja, terutama dalam menanamkan sikap jujur, percaya diri, pantang menyerah, setia kawan hingga soal menghargai jasa orang di sekitar kita sekecil apapun. 
 
Karakter-karakter yang dibangun pun tidak berlebihan, dalam arti dibuat berdasarkan kebutuhan dan saling berkaitan satu sama lain. Tidak ada tokoh yang mubazir di layar lebar ini. Yang paling menarik tentunya adalah hubungan antara Felicie dan Viktor. Kisah mereka sangat lucu dan dijamin bisa bikin Anda ketawa dan senyum-senyum sendiri. Bagi para remaja, pasti akan suka dengan tingkah laku keduanya.  
 
Selain itu, latar kota Paris tahun 1800-an, era ketika menara Eifel belum selesai dibangun juga menjadi daya tarik dan memberikan nilai estetika tersendiri untuk film ini. Meski tidak dieksplor dengan detil, tetapi suasana ibukota Perancis yang hangat dan romantis berhasil tertangkap dengan sangat baik di Ballerina. Begitu indah dan memanjakan mata. 
 
Konsekuensi apa yang di dapat Felicie setelah berbuat curang? Apakah ia tetap mampu mewujudkan impiannya mejadi penari balet dan tampil di Grand Opera? Temukan jawabannya di film Ballerina yang segera tayang di Cinema XXI kesayangan Anda. Selamat menonton.
COMPLETE ARCHIVE
 
Mau gossip terhangat
langsung di HP Kamu?
Ketik: gossip
Kirim ke: 2121
Tarif : 1000/sms
Semua operator
kecuali
Esia, Flexi, Hepi dan Starone
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON