Bidadari-Bidadari Surga: Pengorbanan Mulia Seorang Anak Sulung

 

Dalam sebuah keluarga, biasanya yang sering melakukan pengorbanan besar adalah kedua orang tua. Namun tanpa disadari sosok kakak sulung juga turut ambil bagian dalam keutuhan serta kesejahteraan sebuah keluarga. Hal itulah yang coba digambarkan melalui film adaptasi novel laris berjudul ...

Posted By: Alit Bagus Ariyadi, 06 Desember 2012
Bidadari-Bidadari SurgaDalam sebuah keluarga, biasanya yang sering melakukan pengorbanan besar adalah kedua orang tua. Namun tanpa disadari sosok kakak sulung juga turut ambil bagian dalam keutuhan serta kesejahteraan sebuah keluarga. Hal itulah yang coba digambarkan melalui film adaptasi novel laris berjudul Bidadari-Bidadari Surga.

Laisa (Nirina Zubir) adalah anak tertua dari 5 bersaudara. Sejak ayahnya wafat, Laisa seakan menjadi ujung tombak untuk membantu pekerjaan ibunya di ladang sekaligus merawat 4 adiknya yaitu Dalimunte (Nino Fernandez), Ikanuri (Adam Zidni), Wibisana (Frans Nicholas), dan Yashinta (Nadine Chandrawinata). Laisa seakan menggantikan sosok ayah bagi adik-adiknya terutama dalam hal melakukan pekerjaan kasar di ladang jagung.

Setelah adik-adiknya semakin dewasa, dilema pun seakan 'menghantui' Laisa ketika Dalimunte, Ikanuri, Wibisana, dan Yashinta sudah memiliki kekasih. Laisa pun rela harus 'dilangkahi' oleh adik-adiknya untuk menikah, walau terlihat santai namun didalam hatinya tersimpan kegundahan karena sulit untuk menemukan jodoh.

Yang menjadi hambatan terbesar Laisa dalam menemukan jodoh adalah keadaan fisiknya. Laisa jauh berbeda dengan adik-adiknya yang berperawakan putih, tampan dan cantik. karena terlalu sering bekerja kasar di ladang, kulit Laisa lebih hitam dari saudara-saudaranya termasuk ibunya sendiri. Melihat keadaan tersebut, Dalimunte, Ikanuri, Wibisana, dan Yashinta berusaha mencarikan jodoh untuk Laisa agar kakaknya tersebut bisa merasakan kebahagiaan membentuk sebuah keluarga.

Film Bidadari-Bidadari Surga bisa dikatakan sangat sukses untuk mengangkat kisah drama yang berbeda dari sebuah keluarga. Disini, sosok seorang kakak tertua sangatlah ditonjolkan untuk menampilkan berbagai pengorbanan yang telah dilakukan demi keluarga besarnya. Ketika orang tua tidak mampu menjaga anak-anaknya saat sedang bekerja, maka kakak tertua lah yang akan mengemban tugas tersebut. Disini, aksi Nirina Zubir yang berperan sebagai Laisa sangatlah berbeda dari film-film sebelumnya dimana ia sama sekali tidak bertingkah lucu bahkan sedikit sekali tersenyum.

Jangan harap penampilan Nirina di film ini akan berkesan cantik dan menarik, disini penonton akan dibuat terperangah ketika melihat istri dari Ernest Cokelat tersebut berperan sebagai Laisa yang berperawakan hitam, gemuk dan berambut keriting. Ditambah lagi dengan cara berjalan Laisa yang sangat tidak elegan.

Tidak hanya Nirina, film Bidadari-Bidadari Surga juga ikut dihiasi oleh aktor/aktris berpengalaman seperti Henidar Amroe, Piet Pagau, Nino Fernandez, Nadine Chandrawinata, Rizky Hanggono, Mike Lewis, Astri Nurdin, Gary Iskak dan Eriska Rein. Kesemuanya mampu bekerjasama dengan baik, meskipun proses pembuatan film garapan sutradara Sony Gaokasak ini tidak melalui proses 'reading'.

Kekuatan film Bidadari-Bidadari Surga tentunya ada di ceritanya yang sangat menyentuh dan mampu memancing durai air mata penonton ketika mengikuti kisahnya. Meskipun demikian, pesan yang coba diutarakan di film ini sangatlah jelas yaitu kita harus lebih mencintai keluarga, belajar dengan giat dan bekerja keras untuk menggapai masa depan yang lebih baik. 

Siapakah yang akhirnya menjadi jodoh Laisa? dan pengorbanan apa saja yang telah dilakukannya? jawabnya hanya bisa diketahui dengan menonton film Bidadari-Bidadari Surga di Cinema 21 mulai tanggal 6 Desember 2012.
COMPLETE ARCHIVE
 
Mau gossip terhangat
langsung di HP Kamu?
Ketik: gossip
Kirim ke: 2121
Tarif : 1000/sms
Semua operator
kecuali
Esia, Flexi, Hepi dan Starone
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON

 
 
www.vidfor.me