Guru Ngaji: Kisah Ustad Berprofesi Sebagai Badut di Pasar Malam

 

  Guru ngaji merupakan profesi yang terbilang sakral dan terhormat. Setidaknya inilah yang ada dibenak Mukri (Donny Damara), pengajar baca Al-Qur'an di desa Tempuran. Namun ironisnya, persepsi inilah yang justru membuatnya merahasiakan pekerjaan sampingannya sebagai badut penghibur di pasar malam. Meski ...

Posted By: Eko Satrio Wibowo, 22 Maret 2018
guru ngaji ...
 
Guru ngaji merupakan profesi yang terbilang sakral dan terhormat. Setidaknya inilah yang ada dibenak Mukri (Donny Damara), pengajar baca Al-Qur'an di desa Tempuran. Namun ironisnya, persepsi inilah yang justru membuatnya merahasiakan pekerjaan sampingannya sebagai badut penghibur di pasar malam. Meski yakin halal, tapi ia takut kalau itu bakal mengubah sikap dan pikiran orang banyak. 
 
Awalnya semua berjalan dengan lancar, dalam arti Mukri berhasil menjalani dua profesi itu tanpa sepengatahuan siapapun. Terkecuali tandem badutnya, Parmin (Ence Bagus) dan bos pasar malam, Koh Alung (Verdi Solaiman). Hingga suatu ketika ia diminta oleh Kepala Desa (Tarzan) untuk memimpin doa dalam acara ulang tahun anaknya. 
 
Hanya saja, di sisi lain, Koh Alung juga mendapat tawaran untuk menampilkan dua badut andalannya di acara tersebut. Alhasil, pada titik ini, Mukri mengalami dilema terbesar dalam hidupnya. Di satu sisi ia tak ingin mengecewakan Pak Kades dengan menolak memimpin doa, tapi di sisi lain dirinya juga tak mau kehilangan penghasilan. 
 
guru ngaji ...
 
Sekelumit kisah di atas tersaji dalam produksi terbaru Chanex Ridhall Pictures berjudul Guru Ngaji. Disutradarai oleh Erwin, drama reliji ini terbilang menawarkan hal baru di genrenya. Di tengah banyaknya film reliji bertemakan poligami, percintaan dan entrepreneurship, layar lebar ini hadir dengan masalah serta karakter yang lebih membumi dan relate dengan Indonesia.
 
Pasalnya, bukan menjadi hal baru jika ada seorang ustad atau guru ngaji di negeri ini yang punya sampingan. Fenomena tersebut terjadi hampir di seluruh daerah di Indonesia, terutama pulau Jawa. Namun, sebagai kebutuhan film, bisa dipahami jika Guru Ngaji memilih badut sebagai pekerjaan lain Mukri, yang memang menarik dan bisa mengundang diskusi.  
 
Terlepas dari kondisi ekonomi keluarga Mukri yang pas-pasan, film ini tidak akan mengeksploitasi emosi Anda dengan keprihatinan tersebut. Core values yang justru ingin disampaikan Guru Ngaji adalah soal keikhlasan, persahabatan, kejujuran, ketulusan sert toleransi. Terutama soal bagaimana Mukri tetap teguh menjadi badut serta proses warga desa menerima atau menolak situasinya.
 
guru ngaji ...
 
Selain itu, adanya dua stand up comedian Ence Bagus dan Dodit Mulyanto berhasil membuat alur maupun emosi film ini tidak monoton. Keduanya sukses memberikan sentuhan komedi serta dialog humor yang pas, terutama ketika karakter-karakter yang mereka lakoni bersaing memperebutkan kembang desa bernama Rahma.
 
Apakah Mukri bisa memenuhi permintaan Kepala Desa untuk memimpin doa sekaligus tampil sebagai badut? Bagaimana reaksi keluarga dan warga desa Tempuran jika mengetahui pekerjaan sampingannya itu? Saksikan kisah selengkapnya dalam film Guru Ngaji yang tayang mulai hari ini (22/3) hanya di Cinema XXI kesayangan Anda. selamat menonton. 
COMPLETE ARCHIVE
 
Mau gossip terhangat
langsung di HP Kamu?
Ketik: gossip
Kirim ke: 2121
Tarif : 1000/sms
Semua operator
kecuali
Esia, Flexi, Hepi dan Starone
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON