Hujan Bulan Juni: Merajut Cinta Lewat Puisi

 

  Sebelum melepas Pingkan (Velove Vexia) guna melanjutkan kuliah di Jepang, Sarwono mendapat tugas dari kampusnya untuk presentasi kerjasama membuka jurusan baru di Universitas Sam Ratulangi Manado. Momen itu pun dimanfaatkan oleh pria asal Solo ini agar bisa bersama sang kekasih ...

Posted By: Eko Satrio Wibowo, 02 November 2017
hujan bulan ...
 
Sebelum melepas Pingkan (Velove Vexia) guna melanjutkan kuliah di Jepang, Sarwono mendapat tugas dari kampusnya untuk presentasi kerjasama membuka jurusan baru di Universitas Sam Ratulangi Manado. Momen itu pun dimanfaatkan oleh pria asal Solo ini agar bisa bersama sang kekasih dengan menjadikannya guide selama berada di ibukota Sulawesi Utara tersebut. 
 
Tak disangka, tempat tersebut ternyata menjadi ujian cinta mereka yang pertama, bukan Jepang. Ya, Pingkan yang memang asli Manado bertemu keluarga besarnya di sana, dan mulai dipojokkan dengan pertanyaan tentang hubungannya dengan Sarwono. Pasalnya, dua sejoli itu ternyata memiliki masalah perbedaan yang tidak sepele alias sangat prinsip. 
 
hujan bulan ...
 
Menariknya, Sarwono tak pernah melihat itu sebagai kendala utama. Ia justru menganggap Negeri Sakura adalah kerikil terbesar lantaran ada pria bernama Katsuo (Koutaro Kakimoto), yang merupakan sosok ideal bagi Pingkan. Di sisi lain, Pingkan selalu mencoba meyakinkan sang kekasih untuk tidak perlu khawatir, terlebih dengan puisi-puisi Sarwono yang setia menemani. 
 
Sekelumit kisah di atas terjadi dalam produksi terbaru Starvision dan Sinema Imaji berjudul Hujan Bulan Juni. Diadaptasi dari novel laris karya Sapardi Djoko Damono dengan judul yang sama, arahan Reni Nurcahyo Hestu Saputra ini bisa dikatakan memiliki cerita cinta yang tergolong dewasa jika dibandingkan dengan film-film lain di genrenya. 
 
hujan bulan ...
 
Ya, Hujan Bulan Juni tidak menyajikan kisah asmara anak muda yang bikin baper layaknya zaman sekarang. Dalam arti tak banyak adegan yang bakal menguras perasaan apalagi air mata Anda. Film ini lebih mengedepankan soal bagaimana menjaga komitmen dan menata hati untuk saling percaya serta tidak berpikiran negatif. 
 
Memang terkesan 'berat' dan sangat dewasa, namun film ini dijamin tetap bisa dinikmati anak muda lewat dialog-dialognya yang dibuat ringan, lucu dan manis serta permainan warna yang cerah. Puisi-puisi yang dibuat Sarwono pun dapat dicerna dengan mudah, karena tak hanya dibacakan atau diperdengarkan, tetapi juga ditampilkan di layar. Hal ini terbilang sebuah terobosan baru di perfilman Indonesia. 
 
Perbedaan prinsip apa yang sesungguhnya menjadi hambatan? Mampukah puisi-puisi Sarwono menjaga hati Pingkan untuk tidak berpaling ke Katsuo? Temukan semua jawabannya di Hujan Bulan Juni yang tayang mulai hari ini, Kamis (2/10) hanya di Cinema XXI kesayangan Anda. Selamat menonton.     
COMPLETE ARCHIVE
 
Mau gossip terhangat
langsung di HP Kamu?
Ketik: gossip
Kirim ke: 2121
Tarif : 1000/sms
Semua operator
kecuali
Esia, Flexi, Hepi dan Starone
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON