Satu Hari Nanti: Proses Pendewasaan Hati dan Pikiran 4 Sahabat

 

  Sepasang kekasih, Bima (Deva Mahenra) dan Alya (Adinia Wirasti) sama-sama menetap di Swiss untuk menggapai cita-citanya masing-masing. Tapi, keduanya seakan kompak dengan memiliki bekal rasa takut demi saling bertahan.   Walau sudah lama menjalin asmara, namun konflik kerap saja terjadi di antara ...

Posted By: Alit Bagus Ariyadi, 07 Desember 2017
SHN still ...
 
Sepasang kekasih, Bima (Deva Mahenra) dan Alya (Adinia Wirasti) sama-sama menetap di Swiss untuk menggapai cita-citanya masing-masing. Tapi, keduanya seakan kompak dengan memiliki bekal rasa takut demi saling bertahan.
 
Walau sudah lama menjalin asmara, namun konflik kerap saja terjadi di antara Bima dan Alya, mulai dari komitmen hingga sikap pengertian. Masalah mulai muncul ketika keduanya sama-sama menemukan seseorang yang dianggap mampu melengkapi kekurangan dari pasangannya masing-masing.
 
SHN still ...
 
Uniknya, seseorang itu adalah dua sahabat mereka sendiri, Din (Ringgo Agus Rahman) dan Chorina (Ayushita) yang merupakan pasangan kekasih. Keduanya berselingkuh untuk bisa bahagia sekaligus saling menyakiti.
 
Belajar dari pengalaman, mungkin itu ungkapan yang tepat untuk menggambarkan cerita yang coba ditawarkan oleh penulis skenario sekaligus sutradara Satu Hari Nanti, Salman Aristo. Melalui film ini, ia juga igin menunjukkan kalau komitmen adalah sesuatu yang sangat penting, tidak hanya dalam urusan cinta tapi juga pekerjaan, mimpi, bahkan seluruh lini kehidupan.
 
SHN still ...
 
Menariknya, cerita film Satu Hari Nanti menggunakan latar belakang Swiss dan melakukan semua proses syutingnya di sana. Tapi jangan harap penonton akan terpaku dengan keindahan pemandangan di negara yang terkenal dengan coklatnya itu. Penonton tanpa disadari akan dikunci perhatiannya tentang apa yang dilakukan Bima serta Alya kedepannya.
 
Di sini, sangat jelas Salman tidak ingin setengah-setengah dalam menggarap Satu Hari Nanti atau berusaha main aman. Kejujurannya dalam bercerita digambarkan secara gamblang yang pada akhirnya mendapatkan rating 21+ dari Lembaga Sensor Film (LSF).
 
Secara keseluruhan, Satu Hari Nanti menawarkan kisah yang kerap dialami banyak orang yaitu sebuah proses pendewasaan dan belajar dari kesalahan. Ada salah satu dialog yang sepertinya bisa mewakili kisah film ini yaitu "Its okey to be not okey". Dan untuk para aktor/aktris yang terlibat di film ini, semuanya memerankan porsi yang pas serta tidak ada yang berkesan berlebihan.
 
Khusus untuk Ringgo Agus Rahman, penonton sepertinya akan dibuat kaget dengan penampilannya di film ini yang jauh berbeda dari layar lebar yang pernah ia bintangi. Kesan lucu dan komedi, seakan sirna lantaran begitu apik melakoni peran Din, seorang pemandu wisata yang 'nakal'.
 
Apa ketakutan yang menghantui Bima dan Alya? Apakah keduanya kembali bersama atau menjalani hidup baru dengan para selingkuhannya? Temukan jawabannya dengan menonton Satu Hari Nanti yang tayang di Cinema XXI mulai hari ini (7/12). 
 
COMPLETE ARCHIVE
 
Mau gossip terhangat
langsung di HP Kamu?
Ketik: gossip
Kirim ke: 2121
Tarif : 1000/sms
Semua operator
kecuali
Esia, Flexi, Hepi dan Starone
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON