MORE REVIEW
- Optatissimus: Usaha dan Kemampuan untuk Percaya
- Sang Kiai: Hasyim Asy'ari dalam Keimanan dan Kecintaan pada Tanah Air
- Epic: Petualangan Apik Bersama Manusia Mini
- Fast and Furious 6: Kolaborasi Seru Dominic Toretto dengan Luke Hoobs
- The Great Gatsby: Kisah Hidup Miliuner Misterius Demi Memeluk Cintanya
SLOWMOTION
FEATURES
- Cinema 21 Berikan Perangkat Preview Kepada Sinematek Indonesia
- Cinema 21 dan PT. Citra Tubindo Ajak 300 Anak Panti Asuhan Nobar The Croods
- Relawan Peduli Bogor Barat Antusias Hadiri Sinema untuk Bangsa di BSD Plaza XXI
- Cinema 21 Menggelar Diskusi Ujian Nasional lewat Film Temani Aku Bunda
- Cerita Haru dari Kado Tawa Finding Srimulat di Solo
Serigala Terakhir : Mafia Ala Indonesia
Bosan dengan film dengan tema cinta dan horor, kalau jawabannya iya, maka Anda harus tonton film yang diproduksi oleh Investasi Film Indonesia (IFI). Film yang berjudul Serigala Terakhir ini akan memberikan warna yang berbeda di dunia perfilaman kita. Serigala Terakhir ...
04 November 2009
Posted By:
Erfanintya M. P.
Bosan dengan film dengan tema cinta dan horor, kalau jawabannya iya, maka Anda harus tonton film yang diproduksi oleh Investasi Film Indonesia (IFI). Film yang berjudul Serigala Terakhir ini akan memberikan warna yang berbeda di dunia perfilaman kita. Serigala Terakhir sendiri mengangkat tema persahabatan dan pengkhianatan yang diselingi oleh aksi-aksi street fighting yang tegang dan menarik. Dibawah arahan sutradara muda dan cantik, Upi, yang pernah membesut Realita, Cinta dan Rock`n Roll (2006,) dan dan Radit dan Jani (2008). Film ini benar- benar memberikan sensasi yang berbeda.
Serigala Terakhir bercerita tentang sekelompok anak muda yang memiliki ambisi untuk menjadi orang besar dan bisa menaklukan dunia seperti impian anak muda pada umumnya. Mereka awalnya bersahabat sangat dekat dan senang melakukan hal-hal anarkis. Sampai akhirnya Djarot (Vino G. Bastian) dipenjara karena membunuh orang yang mencoba menusuk Ale (Fathir Muchtar) saat bermain bola. Persahabatan yang awalnya sangat kental mulai terkikis saat Djarot yang dipenjara, tidak pernah dijenguk dan diabaikan oleh para sahabatnya itu. Keadaan makin rumit saat Fathir (Reza Pahlevi) yang awalnya adalah pemuda yang culun dan bisu, berubah menjadi sosok yang dingin dan menyeramkan saat bergabung dengan sebuah kelompok Naga Hitam yang dipimpin oleh seorang Bos yang diperankan oleh aktor laga era tahun 80 an George Rudi. Djarot yang saat itu baru keluar dari penjara pun di ajaknya untuk bergabung.
Persahabatan yang dulu sangat agung harus musnah karena intrik dan konflik yang menarik, salah satunya saat Djarot ditugaskan bos besar untuk membereskan kelompok yang dipimpin oleh Ale. Walaupun aksi-aksi pukul-pukulan dan tembak-tembakan di film ini sangat terasa, tapi sang sutradara juga tidak lupa menyelipkan sedikit kisah percintaan di film yang berdurasi 135 menit ini.
Jika Anda menyukai nuansa gangster dalam film City Of God yang diproduksi oleh 02 Filmes di tahun 2002, di Serigala Terakhir hal ini sangat terasa. Kita bisa menyaksikan aksi-aksi yang belum pernah ada di film-film Indonesia pada umumnya, salah satunya adalah adegan tawuran antar geng yang sangat menegangkan, dan melibatkan banyak orang, seperti perang di film kolosal Hollywood. Selain itu kita juga bisa melihat para pemain di film ini menggunakan pakaian ala gangster yang berjaket kulit, celana kulit lengkap dengan kalung emas dan rambut licin serta kumis tipis. Jika sebelumnya film bernuansa mafia hanya disaksikan lewat sinema Hollywood atau mandarin, maka berarti Serigala Terakhir adalah yang pertama. Untuk kaum hawa, Anda harus banyak menahan napas menyaksikan film yang akan diputar di bioskop 5 November mendatang ini, karena banyak bertebaran pria tampan dengan body oke! (deri)
langsung di HP Kamu?
Ketik: gossip
Kirim ke: 2121
Semua operator
kecuali
Esia, Flexi, Hepi dan Starone




