LATEST Slowmotion
Identitas : Saatnya Film Indie Unjuk Gigi
Akhirnya film indie bisa membuktikan eksistensinya di jalur mainstream. Oleh Aria Kusumadewa lewat film Identitas, film indie ini mulai diperkenalkan secara nasional, dengan cara yang berbeda.JIka sebelumnya Aria bergerilya dari kampus ke kampus atau lewat ajang festival, maka melalui film ...
06 Agustus 2009
Posted By:
Erfanintya M. P.
Akhirnya film indie bisa membuktikan eksistensinya di jalur mainstream. Oleh Aria Kusumadewa lewat film Identitas, film indie ini mulai diperkenalkan secara nasional, dengan cara yang berbeda.JIka sebelumnya Aria bergerilya dari kampus ke kampus atau lewat ajang festival, maka melalui film Identitas, Aria membawa ke jalur mainstream dengan menggandeng perusahaan film PT. Demi Gisela Citra Sinema dan Esa Films untuk memasuki industri perfilman nasional.
Saat ini komunitas indie sudah tumbuh di berbagai lapisan, mulai dari kalangan SMP sampai mahasiswa, bahkan dikalangan luar kampus. Aria patut dicatat sebagai salah seorang penggerak film indie melalui film-filmnya yang hanya diputar dari kampus ke kampus, seperti Film Beth, Novel Tanpa Huruf R, dan lainnya.
Menurut Aria meskipun Identitas masuk ke jalur mainstream, tapi film ini tetap bernapaskan indie yang mempertahankan idealisme dalam dirinya. Identitas menghadirkan realitas sosial yang diskriminatif, yang tidak berpihak pada orang kecil. Mulai dari obrolan di warung kopi, di pasar, di lokalisasi pinggir rel, diramu menjadi cerita yang menggugah kesadaran tentang hak hidup manusia termasuk hak matinya.
Menceritakan tentang seorang petugas kamar mayat di sebuah Rumah Sakti yang bernama Adam (Tio Pakusadewo). Ia menjadi orang yang introvert dilingkungan sekitarnya, namun berubah menjadi pribadi yang sangat berbeda saat ia berada di tempat kerjanya. Dalam kesehariannya, Adam sering melihat sosok perempuan yang menarik perhatiannya di sekitar rumah sakit tempat ia bekerja. Seorang perempuan muda “tanpa nama” berwajah oriental ( Leony VH) yang berjuang untuk membiayai pengobatan ayahnya yang sedang dirawat di bangsal miskin rumah sakit. Tempat tinggalnya pun digusur, dan perempuan tersebut terpaksa melacur demi mencari biaya untuk perawatan ayahnya.
Perasaan kagum dan cinta yang tulus timbul pada diri Adam untuk menolong dan melindungi perempuan tanpa nama tersebut. Sepenuh hati Adam berusaha menyelamatkan perempuan itu dari dunia pelacuran untuk mendapatkan asuransi kesehatan warga miskin. Tapi semua itu terbentur karena masalah identitas perempuan tersebut.
Film yang dibintangi oleh Tio Pakusadewo, Leony V.H., Ray Sahetapy, Otis Pakis tersebut disutradarai langsung oleh Aria Kusumadewa dan didukung oleh TITS’S Film Workshop . Selain itu Dedy Mizwar juga menjadi Produser Eksekutif di film dengan budget 2 milyar ini. Film ini bisa dinikmati di bioskop mulai tanggal 6 Agustus 2009. (eM.Yu)
RELATED NEWS
langsung di HP Kamu?
Ketik: gossip
Kirim ke: 2121
Semua operator
kecuali
Esia, Flexi, Hepi dan Starone




