Ini Dia Sosok Dibalik Puisi Rangga untuk AADC2

 

Lahir di Bone, Sulawesi Selatan, nama M. Aan Mansyur menjadi angin segar di dunia sastra Indonesia. Kelihaiannya mengolah kata-kata dan menjelajah bahasa menjadikan Aan, nama panggilan akrabnya, the rising star dalam khazanah literatur Tanah Air. Lewat akun Twitter @hurufkecil, Aan ...

Posted By: , 22 Desember 2015
M. Aan ...Lahir di Bone, Sulawesi Selatan, nama M. Aan Mansyur menjadi angin segar di dunia sastra Indonesia. Kelihaiannya mengolah kata-kata dan menjelajah bahasa menjadikan Aan, nama panggilan akrabnya, the rising star dalam khazanah literatur Tanah Air. Lewat akun Twitter @hurufkecil, Aan mengungkapkan pemikirannya yang puitis. Lewat buku-buku puisinya yang sudah diterbitkan, seperti “Kukila” (2012), “Kepalaku: Kantor Paling Sibuk di Dunia” (2014) dan “Melihat Api Bekerja” (2015), Aan menuai pujian dan penghargaan atas kepiawaiannya bertutur dengan indah. Lewat novel-novelnya seperti “Perempuan, Rumah Kenangan” (2007) dan “Lelaki Terakhir Yang Menangis di Bumi” (2015), Aan membuktikan kelihaiannya dalam bercerita.
 
Kini, Aan menghadirkan puisi-puisi terbarunya di film ADA APA DENGAN CINTA 2 (#AADC2). Inilah cerita Aan tentang puisi, Rangga, dan kata-kata. “Pertama kali saya menonton film AADC yang pertama waktu saya masih kuliah. Waktu itu saya baru benar-benar merintis ingin menjadi penyair. Setahun sebelumnya, saya 'nembak' cewek dengan puisi. Dan saya nonton beberapa kali dengan pacar saya waktu itu. Saya sangat yakin mantan pacar saya kalau sekarang dia nonton AADC2 dia akan ingat banyak sekali hal. Mungkin saya termasuk salah satu orang yang paling sering nonton AADC. Saya merasa film itu bener-bener berhasil memotret era itu. Kita tidak menemukan banyak di budaya pop Indonesia bagaimana film berhasil memotret budaya pop pada satu era. Itu menurutku yang berhasil dilakukan AADC,” tuturnya seperti dalam siaran pers yang diterima tim 21cineplex.com.
 
“Jadi terbayang bagaimana kagetnya saya, ketika mbak Mira meminta saya untuk terlibat di AADC2 ini. Bulan April lalu, waktu persiapan peluncuran buku puisi saya di Jogja, mbak Mira bertanya, 'Kami lagi mau bikin AADC2 nih, dan kita butuh puisi. Kamu mau nggak?' Saya pikir, kenapa tidak? Saya bilang sama mbak Mira, kalau ajakan ini berarti sama dengan saya diberi kesempatan untuk berterimakasih sama AADC. Bagaimanapun, saya merasa AADC punya sumbangsih besar sekali. Mau orang akui atau tidak, AADC punya peran besar banget membuat wajah puisi Indonesia sekarang. Jadi orang tiba-tiba juga membaca puisi, anak-anak muda dulu atau orang mungkin pikir cuma yang tua-tua banget, kita nggak membayangkan anak-anak muda bawa-bawa buku puisi, baca puisi. Terlibat di sini sekarang artinya membuat saya sebagai orang yang menulis puisi bisa lebih percaya diri,” tambahnya.

Agar karya-karyanya lebih 'menyelam' di dalam film AADC2, Aan melakukan berbagai riset salah satunya adalah kembali menonton film AADC yang pertama secara berulang-ulang kali. “Proses pengerjaan puisi-puisi di AADC2 ini cukup panjang. Saya banyak melakukan riset. Saya menonton lagi AADC yang pertama berulang-ulang. Saya belum pernah ke New York, jadi saya banyak membaca buku tentang kota New York, termasuk tentang pendatang yang tinggal di sana. Suasana semacam apa yang bisa dia rasakan ketika dia kangen tanah airnya, atau orang-orang yang dia cintai di negaranya, tapi dia harus tinggal di New York. Saya mengikuti sejumlah akun Instagram orang-orang yang memotret kota New York supaya saya bisa lihat warna-warninya. Selama sekitar tiga bulan menulis puisi-puisi ini, saya seperti harus meletakkan kepalaku dan memasang kepala Rangga untuk melihat cara berpikir Rangga. Puisi-puisi Rangga di film ini lahir dari cara berpikir Rangga, dan juga persoalan-persoalan yang dihadapi Rangga. Rangga begitu percaya dengan yang disebut sebagai kekuatan kata-kata dan kekuatan bahasa,” kata Aan.
 
“Saya selalu punya harapan tentang apa yang saya tulis. Dengan terlibatnya kembali puisi kedalam film, orang menjadi percaya dengan kata-kata. Orang jadi lebih memikirkan kalau mau ngomong sesuatu. Terutama buat orang-orang yang akan menonton film ini. Saya ingin orang kembali percaya dengan kekuatan bahasa. Bukan hanya sebagai alat komunikasi. Bukan hanya sebagai, seperti bahasa yang sekarang dikuasai oleh tema-tema ekonomi, politik. Orang semakin susah percaya bahwa ada kekuatan lain. Kekuatan imajinasi. Bahasa itu semesta yang besar sekali. Kalau kamu jernih berbahasa sebetulnya cara berpikirmu menjadi lebih bagus. Saya ingin puisi-puisi di AADC2 ini menjangkau lebih jauh dari apa yang sudah diraih AADC yang pertama. Ditambah lagi, saya membayangkan orang-orang yang membaca puisi ini adalah orang-orang yang dekat tapi jauh sekali. Penuh paradoks-paradoks seperti itu si puisi ini. Bahwa yang dekat menjadi jauh, yang jauh menjadi terasa dekat. Seperti mendapatkan surat dari orang yang begitu kita rindukan sekaligus kita benci,” pungkasnya.
 
Film AADC2 sendiri akan kembali melibatkan para pemain-pemain lamanya seperti Dian Sastro, Adinia Wirasti, Titi Kamal, Sissy Priscilla, Nicholas Saputra, dan Dennis Adhiswara. Adapula beberapa nama baru yang akan terlibat di film besutan Riri Riza ini, sebut saja, Ario Bayu, Christian Sugiono, Sarita Thaib, dan Dimi Cindyastira.
 
“Yang jelas, dari project AADC2 ini, saya tiba-tiba akrab dengan Dian Sastro, akrab dengan Adinia Wirasti, dan saling berteman di media sosial. Lalu, misalnya, Dian membaca karya saya, dan di-post di akun Instagramnya, sehingga pembaca karya-karyaku menjadi lebih luas. Yang lucu, seperti saat Dian post di Instagram, tiba-tiba ponselku hang, karena banyak banget yang mention berhubung Dian foto sambil baca buku puisiku. Atau di Path, saat saya berteman dengan Dian dan ada tulisan 'Friend with Dian Sastro', tiba-tiba jadi rame banget,” tutup Aan.
 
AADC2 telah memasuki masa produksinya pada akhir bulan Oktober kemarin di kota Yogyakarta. Rencananya, film yang sangat dinanti-nantikan itu akan rilis di bioskop pada bulan April 2016.
COMPLETE ARCHIVE
 
Mau gossip terhangat
langsung di HP Kamu?
Ketik: gossip
Kirim ke: 2121
Tarif : 1000/sms
Semua operator
kecuali
Esia, Flexi, Hepi dan Starone
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON