LATEST Slowmotion
- Tiga Aktor Senior Hollywood Siap Bintangi Film Stand Up Guys
03 Feb '12
- Aktor Senior Him Damsyik Meninggal Dunia
03 Feb '12
- Russell Crowe Dilirik Sutradara Noah dan Robocop
02 Feb '12
- Tom Cruise Terpilih untuk Bacakan Pemenang Academy Awards 2012
02 Feb '12
- Rilis Film Rumah Bekas Kuburan, Julia Perez Gelar Ritual
02 Feb '12
Jamila dan Sang Presiden, Ketika Wanita Menjadi Komoditas
Pada dasarnya manusia adalah makhluk Tuhan yang paling mulia, namun ketika manusia atau wanita pada khususnya telah diubah menjadi sebuah komoditas yang dapat diperjual belikan, hal ini mengindikasikan terjadinya penyimpangan moral. Setidaknya hal itulah yang coba diangkat oleh Ratna Sarumapaet melalui ...
28 Agustus 2008
Posted By:
Pada dasarnya manusia adalah makhluk Tuhan yang paling mulia, namun ketika manusia atau wanita pada khususnya telah diubah menjadi sebuah komoditas yang dapat diperjual belikan, hal ini mengindikasikan terjadinya penyimpangan moral.
Setidaknya hal itulah yang coba diangkat oleh Ratna Sarumapaet melalui film terbarunya yang berjudul Jamila dan Sang Presiden. Cerita ini sebenarnya berangkat dari sebuah naskah drama berjudul Pelacur dan Sang Presiden yang ditulis sendiri oleh Ratna berdasarkan hasil riset dan wawancara dengan para korban perdagangan perempuan.
Jamila dan Sang Presiden berkisah mengenai Jamila, seorang anak perempuan berusia enam tahun yang lahir di tengah kehidupan masyarakat di mana menjual atau menggadaikan anak untuk dijadikan pelacur adalah hal yang biasa. Alhasil Jamila dijual oleh sang ayah di usianya yang masih enam tahun.
Namun ibu Jamila berhasil merebut kembali Jamila dari mucikarin dan menitipkannya di rumah keluarga Wardiman, sebuah keluarga terhormat di Jakarta. Di rumah ini Jamila hidup berkecukupan dan tentram, hingga sampai akhirnya masalah muncul ketika Jamila beranjak dewasa.
Tanpa setahu Bu Wardiman, setiap malam Jamila telah menjadi budak seks yang dipakai secara bergiliran oleh Pak Wardiman dan Hendra, putra mereka.
“Sebuah refleksi yang diharapkan dapat membuka mata masyarakat betapa masalah ini adalah masalah amoral yang datang dari kemiskinan, kebodohan, kemunafikan, keserakahan dan lemahnya penanganan hukum,” ungkap Ratna dalam rilisnya.
Jamila dan Sang Presiden tengah memasuki tahapan produksi yang mengambil tempat di Jakarta dan LP Sukamiskin, Bandung. Sederetan nama bintang juga mengambil tempat di film ini, seperti Christine Hakim, Ria Irawan, Ade Irawan, Dwi Sasono, Surya Saputra, Fauzi Baadillah, Atiqah Hasiholan, Adji Pangestu serta Melissa Karim. (ajo)
RELATED NEWS
langsung di HP Kamu?
Ketik: gossip
Kirim ke: 2121
Semua operator
kecuali
Flexi, Hepi dan Starone





