Kompetisi Antar Roh Jahat

 

Maraknya film Indonesia belakangan ini patut disambut gembira, lantaran kuantitasnya meningkat pesat. Jika dibandingkan dengan tahun lalu versi Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) yang hanya 48 judul, tahun ini malah sudah meningkat lebih dari 50 persen. Masalahnya sekarang, apakah ...

10 November 2008
Posted By:

Maraknya film Indonesia belakangan ini patut disambut gembira, lantaran kuantitasnya meningkat pesat. Jika dibandingkan dengan tahun lalu versi Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) yang hanya 48 judul, tahun ini malah sudah meningkat lebih dari 50 persen. Masalahnya sekarang, apakah kuantitas mencerminkan kualitas?

Agaknya, terlalu jauh untuk bicara soal kualitas. Yang lebih menarik untuk dibahas di sini adalah soal bagaimana menarik minat penonton untuk datang ke bioskop. Faktor yang terutama adalah bintang. Pakem ini dipahami sejak lama dan rasanya cukup ampuh. Dan faktanya, film yang mengandalkan nama Tora Sudiro (Otomatis Romantis, Namaku Dick dan Cinlok) dan Dewi Perssik (Tali Pocong Perawan, Tiren) memang laris manis. Konsekuensinya: biaya produksi menjadi tinggi lantaran honor bintang macam begini memang besar. Adakah cara lain?
 
Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan judul sensasional. Ada yang memulainya dengan lucu-lucuan, hingga mengundang senyum saat membacanya macam yang dilakukan KK Dheeraj misalnya. Cara lain adalah macam yang dilakukan sineas David Poernomo. Pengalaman bertahun-tahun kolaborasi dengan adiknya, Jose membuatnya yakin untuk melangkah ke kursi sutradara film horor. Dia mencoba sebuah film dengan sistem kompetisi.
 
”Film horor tidak bisa berkembang lagi dari segi tema. Jadi kita mengambil jagoan-jagoan film horor untuk saling berhadapan,” demikian penata musik film Jelangkung ini meriwayatkan bagaimana idenya tercetus. Dari khazanah film horor yang pernah ada, dan sukses, dia mengambil setidaknya ada dua karakter.
 
Dua simbol roh jahat yang dimaksud adalah pocong dan kuntilanak. Pocong adalah roh jahat yang akan bergentayangan dan terbungkus dalam kain kafan, sementara kuntilanak adalah roh wanita yang mati saat persalinan dan gentayangan untuk membalas dendam. Agar lebih menarik karang-karang saja sebuah jalan cerita yang terjadi di masa lalu.
 
David segera membuat dongeng tentang cinta tak terbalas dari Raden Soekotjo kepada Nyai Soroh. Lantaran marahnya, lantas keluarga Nyai Soroh dihabisi oleh sang pecundang. Diam-diam, Nyai Soroh memelihara kuntilanak dan Soekotjo malah keduluan dibunuh oleh roh jahat itu. Sebelum mati, Soekotjo minta agar tali pocongnya jangan dilepas agar dia kelak bisa membalaskan dendamnya.
 
Kisah tersebut tentu saja hanya sekadar latar masa lalu. Di film ini David menuturkan lewat keseharian anak muda yang dilanda cinta. Tokoh sentral di sini adalah Vonny (Diana Puspita) keturunan sang pemilik kuntilanak dan malah menolak bakat itu. Kemudian ada tokoh lain, namanya Marcell (Ahmad Zaki) yang ternyata malah memunculkan hantu pocong itu ketika sedang bermain jelangkung. Jalinan cerita itu kian rumit ketika Marcell menyangkal naksir Vonny bahkan menghina keluarga mereka.
 
Ide yang disodorkan David kepada Mitra Pictures tergolong segar. Pasalnya konsep kompetisi antar simbol dalam film lokal agaknya masih jarang. Di luar sana sudah ada Alien Vs Predator, Freddy vs Jason, hingga Shao Lin Vs Ninja. Di sini pernah ada Si Buta Melawan Jaka Sembung. Ya, ini benar-benar sebuah judul yang menjual.
 
Tak sekadar judul yang coba dikemukakan di sini. Pasalnya, David mengaku coba-coba bermain efek khusus untuk filmnya. Hasilnya, ya boleh juga. Ini memang zamannya komputerisasi. Mengapa tidak dicoba? Dengan konsep jalan cerita yang menarik, teknologi sungguh membantu efek keseraman yang diharapkan. 
 
Tinggal tunggu saja siapa pemenangnya dengan menyaksikannya di bioskop. (bat)
COMPLETE ARCHIVE
 
Mau gossip terhangat
langsung di HP Kamu?
Ketik: gossip
Kirim ke: 2121
Tarif : 1000/sms
Semua operator
kecuali
Esia, Flexi, Hepi dan Starone
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON