LATEST Slowmotion
Lagi-lagi Film tentang Eksploitasi Manusia
Entah mengapa rumah produksi MVP Pictures macam yang sedang gandrung menyuguhkan film dengan isu seputar eksploitasi manusia. Huh, serius sekali tampaknya. Tapi ini fakta serius. Pasalnya, dalam kurun dua bulan mereka mengedarkan film dengan tema demikian. Pertama, bulan Maret silam ada ...
16 April 2009
Posted By:
Entah mengapa rumah produksi MVP Pictures macam yang sedang gandrung menyuguhkan film dengan isu seputar eksploitasi manusia. Huh, serius sekali tampaknya. Tapi ini fakta serius. Pasalnya, dalam kurun dua bulan mereka mengedarkan film dengan tema demikian.
Pertama, bulan Maret silam ada Jermal yang digarap oleh Ecco Films. Film garapan trio sutradara Ravi Bharwani, Rayya Makarim dan Utawa Tresno ini mengusung sebuah cerita anak dengan perspektif yang jauh lebih serius. Ini memang bukan film anak yang standar, lantaran kentalnya aura kekerasan yang digambarkan di sana. Mereka yang seharusnya berada di bangku sekolah ternyata terdampar di sebuah panggung terapung tempat penangkapan ikan. Ya, anak-anak itu korban eksploitasi oleh orang dewasa.
Sebulan setelahnya datang lagi tema dengan wacana serupa. Film bertajuk Jamila dan Sang Presiden, sebuah adaptasi dari naskah pementasan Satu Merah Panggung. Kisahnya beda tipis dengan Jermal, yakni eksploitasi terhadap perempuan. So pasti ada aroma kekerasan yang coba dituangkan di sana.
”Ini semata kebutuhan mengkampanyekan sebuah persoalan. Ini ibadah buat saya,” kilah sang sutradara sekaligus penulis skenario Ratna Sarumpaet menjelaskan alasannya membuat film ini.
Uniknya, isu besar ini bergulir justru malah dari prakarsa pihak asing. ”Tahun 2005 Unicef mendatangi saya dan meminta kesediaan saya menulis naskah drama dengan tema perdagangan seks anak-anak di bawah umur,” jelas ibu dari aktris Atiqah Hasiholan ini. Awalnya memang alot, namun akhirnya naskah itu rampung juga bahkan berkali-kali dipentaskan lewat judul Pelacur dan Sang Presiden di seantero tanah air tahun 2006. Belakangan dia memutuskan untuk mengangkat naskah ini ke layar lebar.
Sempat terhalang dengan aneka kendala, Ratna akhirnya menemukan mitra yang tepat untuk mengongkosi proyeknya. Adalah pimpinan Multivision Pictures yang menjadi sang juru selamat itu. Sampai-sampai Ratna berucap,” Thanks God-kau telah mengirim penyelamat untuk JDSP.”
Kamis pekan terakhir di bulan April, film ini siap untuk dinikmati publik tanah air. Namun ada satu amanat yang tersisa di dalam benak, isu perdagangan perempuan bukan cerita yang mengawang-awang. Ini memang fakta yang terjadi di sekitar kita. Persoalannya sekarang mengapa itu bisa terjadi? Boleh jadi salah satu jawabannya ada dalam film ini. (bat)
Mau gossip terhangat
langsung di HP Kamu?
Ketik: gossip
Kirim ke: 2121
langsung di HP Kamu?
Ketik: gossip
Kirim ke: 2121
Tarif : 1000/sms
Semua operator
kecuali
Esia, Flexi, Hepi dan Starone
Semua operator
kecuali
Esia, Flexi, Hepi dan Starone
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!




