Lukman Sardi Mantan Petani Garam

 

Lukman Sardi, pemeran watak kawakan yang telah membintangi puluhan judul film, berbagi cerita tentang peran yang dimainkannya dalam film terbarunya Mestakung saat ditemui dalam acara konferensi pers yang dihelat di pusat perbelanjaan di kawasan Gandaria, (18/10). Dalam film Mestakung, ...

19 Oktober 2011
Posted By: Erfanintya M. P.

Lukman Sardi, pemeran watak kawakan yang telah membintangi puluhan judul film, berbagi cerita tentang peran yang dimainkannya dalam film terbarunya Mestakung saat ditemui dalam acara konferensi pers yang dihelat di pusat perbelanjaan di kawasan Gandaria, (18/10).

Dalam film Mestakung, Lukman Sardi memerankan karakter Muslat, seorang mantan petani garam asli Madura yang memiliki hubungan cukup renggang dengan anaknya, Arief (Sayev Muhammad Billah), yang memiliki bakat dalam ilmu fisika. Dalam membangun chemistry dengan Sayev, Lukman mengaku melakukan pendekatan yang sesuai dengan karakter yang diperankannya.

Gue sengaja create untuk tidak terlalu deket sama dia (Sayev), karena gue sesuaikan sama karakter pak Muslat itu sendiri, karakter bapak yang dekat tapi jauh, secara hati dia dekat, tapi secara perilaku dia keras, jadi membuat anaknya menjauh, jadi selama syuting gue jarang ngobrol sama dia, kalo ngobrol pun seperlunya,” ungkap Lukman Sardi.

Lukman yang selalu melakukan persiapan penuh totalitas dari setiap film yang ia bintangi, selama kurang lebih dua minggu mempelajari kultur dan bahasa dari pulau penghasil garam di Indonesia. “Bahasa Madura menurut gue cukup sulit untuk dipelajari, karena dialeknya yang berbeda, kaya pengucapan huruf `d` sama ada `h`- nya dan yang nggak ada `h`-nya, itu agak berbeda pengucapannya dan artinya juga berbeda,” jelas aktor yang mewarisi darah seni dari pemain biola legendaris, Idris Sardi.

Selain mengagumi keindahan dari ladang garam yang tersebar di pelosok pulau Madura, Lukman yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di tanah asal tradisi karapan sapi itu cukup tersengat rasa penasarannya dengan kuliner yang tersaji saat syuting di sana. “Baru pertama kali gue makan rawon yang beda, biasanya kan rawon warnanya coklat, ini warnanya merah, buat gue ini seru banget, karena gue punya hobi kuliner, jadi pasti gue coba makan,” tandas Lukman.

Lukman berharap setelah penonton menyaksikan film Mestakung tidak hanya terhibur, tetapi juga bisa menyerap pesan yang kuat tentang pendidikan dan semangat yang tidak kenal putus asa dalam menjalani hidup, karena sesuai dengan pesan yang diusung dari film arahan John De Rantau, “Semesta mendukung: Karena dalam hidup tak ada yang tak mungkin.”

Mestakung yang akan dirilis serempak pada tanggal 20 Oktober 2011, juga menyajikan akting dari aktor komedi legendaris Indro Warkop, seniman eksentrik Sujiwo Tejo, Feby Febiola dan Ferry Salim. (r2p)
 

COMPLETE ARCHIVE
 
Mau gossip terhangat
langsung di HP Kamu?
Ketik: gossip
Kirim ke: 2121
Tarif : 1000/sms
Semua operator
kecuali
Esia, Flexi, Hepi dan Starone
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON