LATEST
REVIEW
- Fast and Furious 6: Kolaborasi Seru Dominic Toretto dengan Luke Hoobs
- The Great Gatsby: Kisah Hidup Miliuner Misterius Demi Memeluk Cintanya
- Star Trek Into Darkness: Misi Gelap Enterprise di Angkasa
- Cinta Brontosaurus: Perjalanan Kocak Penulis Buku untuk Memahami Cinta
- What They Don’t Talk About When They Talk About Love: Kisah Cinta Remaja di Sekolah Luar Biasa
FEATURES
- Cinema 21 dan PT. Citra Tubindo Ajak 300 Anak Panti Asuhan Nobar The Croods
- Relawan Peduli Bogor Barat Antusias Hadiri Sinema untuk Bangsa di BSD Plaza XXI
- Cinema 21 Menggelar Diskusi Ujian Nasional lewat Film Temani Aku Bunda
- Cerita Haru dari Kado Tawa Finding Srimulat di Solo
- Cinema 21 dan Kick Andy Foundation Kembali Gelar Sinema untuk Bangsa
Main Film di Rumah Teguh Karya, Hengky Soelaiman Merasa Seperti Pulang ke Rumah Sendiri
Selain menawarkan cerita yang penuh dengan edukasi dan rasa kebersamaan, film Brandal-Brandal Ciliwung ternyata punya keistimewaan lain di mata aktor senior Hengky Soelaiman yang dipercaya untuk memerankan karakter seorang kakek bernama Babah Alun. Di film tersebut, kediaman Babah Alun menggunakan ...
26 Juli 2012
Posted By:
Alit Bagus Ariyadi
Selain menawarkan cerita yang penuh dengan edukasi dan rasa kebersamaan, film Brandal-Brandal Ciliwung ternyata punya keistimewaan lain di mata aktor senior Hengky Soelaiman yang dipercaya untuk memerankan karakter seorang kakek bernama Babah Alun. Di film tersebut, kediaman Babah Alun menggunakan rumah milik 'Suhu Teater Indonesia' Teguh Karya, di kawasan Kebon Pala I, Jakarta Pusat.
Bagi aktor berusia 70 tahun ini, bermain film di rumah pribadi milik almarhum Teguh Karya seakan kembali ke rumah sendiri dan membantunya untuk lebih menghayati peran sebagai Babah Alun si pemilik pabrik tahu di Brandal-Brandal Ciliwung.
"Wah saya bukan punya kenangan lagi di rumah itu, yang jelas saya seperti di rumah sendiri dan merasa enjoy sekali. Saya walau hanya beradegan duduk di salah satu rumah mewah di kawasan elit bisa merasa kagok lho. Hal ini membantu saya untuk lebih menghayati peran apalagi di film Brandal-Brandal Ciliwung rumah itu menjadi rumah saya," ucap Hengky Soelaiman saat jumpa pers film Brandal-Brandal Ciliwung di Platters cafe, Setia Budi, Jakarta Selatan.
Hengky Soelaiman menjelaskan, dirinya sudah akrab dengan rumah Teguh Karya saat masih di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang di tahun 70an. Selain itu, Brandal-Brandal Ciliwung diakuinya bukanlah proyek layar lebar pertama yang menggunakan kediaman almarhum Teguh Karya untuk sebuah film.
"Ini bukan film pertama yang menggunakan rumah Teguh Karya, sebelumnya sudah cukup banyak juga seperti Kawin Lari (1975), Di Balik Kelambu (1982) dan sebagainya. Untuk orang umum mungkin agak kurang tahu, tapi bagi orang-orang film sudah banyak yang tahu dan memakainya sebagai lokasi syuting," tambahnya.
Teguh Karya wafat pada tanggal 11 Desember 2001 di usia 64 tahun akibat terserang stroke. Selain untuk syuting film, rumah almarhum Teguh Karya juga sering dimanfaatkan oleh beberapa program televisi dimana hasilnya digunakan untuk perawatan lokasi tersebut.
Brandal-Brandal Ciliwung menceritakan tentang kisah persahabatan dari 5 anak yang berbeda suku, namun tetap kompak untuk melakukan kegiatan positif di lingkungannya. Namun akibat hadirnya satu anak baru di lingkungan mereka, membuat kekompakan yang selama ini dijalani menjadi semakin memudar.
Selain Hengky Soelaiman, film produksi Maxima Pictures ini juga dibintangi oleh Endy Arfian, Idrus Madani, Ira Wibowo, Lukman Sardi dan Olga Lydia. Brandal-Brandal Ciliwung dijadwalkan rilis di bioskop saat libur Lebaran pada tanggal 16 Agustus 2012.
Bagi aktor berusia 70 tahun ini, bermain film di rumah pribadi milik almarhum Teguh Karya seakan kembali ke rumah sendiri dan membantunya untuk lebih menghayati peran sebagai Babah Alun si pemilik pabrik tahu di Brandal-Brandal Ciliwung.
"Wah saya bukan punya kenangan lagi di rumah itu, yang jelas saya seperti di rumah sendiri dan merasa enjoy sekali. Saya walau hanya beradegan duduk di salah satu rumah mewah di kawasan elit bisa merasa kagok lho. Hal ini membantu saya untuk lebih menghayati peran apalagi di film Brandal-Brandal Ciliwung rumah itu menjadi rumah saya," ucap Hengky Soelaiman saat jumpa pers film Brandal-Brandal Ciliwung di Platters cafe, Setia Budi, Jakarta Selatan.
Hengky Soelaiman menjelaskan, dirinya sudah akrab dengan rumah Teguh Karya saat masih di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang di tahun 70an. Selain itu, Brandal-Brandal Ciliwung diakuinya bukanlah proyek layar lebar pertama yang menggunakan kediaman almarhum Teguh Karya untuk sebuah film.
"Ini bukan film pertama yang menggunakan rumah Teguh Karya, sebelumnya sudah cukup banyak juga seperti Kawin Lari (1975), Di Balik Kelambu (1982) dan sebagainya. Untuk orang umum mungkin agak kurang tahu, tapi bagi orang-orang film sudah banyak yang tahu dan memakainya sebagai lokasi syuting," tambahnya.
Teguh Karya wafat pada tanggal 11 Desember 2001 di usia 64 tahun akibat terserang stroke. Selain untuk syuting film, rumah almarhum Teguh Karya juga sering dimanfaatkan oleh beberapa program televisi dimana hasilnya digunakan untuk perawatan lokasi tersebut.
Brandal-Brandal Ciliwung menceritakan tentang kisah persahabatan dari 5 anak yang berbeda suku, namun tetap kompak untuk melakukan kegiatan positif di lingkungannya. Namun akibat hadirnya satu anak baru di lingkungan mereka, membuat kekompakan yang selama ini dijalani menjadi semakin memudar.
Selain Hengky Soelaiman, film produksi Maxima Pictures ini juga dibintangi oleh Endy Arfian, Idrus Madani, Ira Wibowo, Lukman Sardi dan Olga Lydia. Brandal-Brandal Ciliwung dijadwalkan rilis di bioskop saat libur Lebaran pada tanggal 16 Agustus 2012.
RELATED NEWS
Mau gossip terhangat
langsung di HP Kamu?
Ketik: gossip
Kirim ke: 2121
langsung di HP Kamu?
Ketik: gossip
Kirim ke: 2121
Tarif : 1000/sms
Semua operator
kecuali
Esia, Flexi, Hepi dan Starone
Semua operator
kecuali
Esia, Flexi, Hepi dan Starone
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!




