MPA ICAD Film Workshop: Sebuah Diskusi Penting Untuk Film Nasional

 

Pihak Motion Picture Association (MPA) bekerjasama dengan Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD), hari ini (13/6) telah sukses menggelar diskusi mengenai tahapan dalam pembuatan film yang berpotensi menembus pasar internasional. Workshop yang digelar di Magzi Ballroom, GrandKemang Hotel tersebut, menampilkan ...

13 Juni 2012
Posted By: Alit Bagus Ariyadi
icad
Pihak Motion Picture Association (MPA) bekerjasama dengan Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD), hari ini (13/6) telah sukses menggelar diskusi mengenai tahapan dalam pembuatan film yang berpotensi menembus pasar internasional. Workshop yang digelar di Magzi Ballroom, GrandKemang Hotel tersebut, menampilkan beberapa pembicara yang berpengalaman dari industri film diantaranya Joko Anwar, Mira Lesmana, Riri Riza, Teddy Soeriaatmadja, Lola Amaria, Shanty Harmayn, dan Meiske Taurisia.

MPA ICAD Film Workshop terbagi menjadi 4 sesi pembahasan. Tahapan pertama dimulai pada pukul 09.30 WIB dengan mengangkat tema cara membuat naskah film yang baik. Joko Anwar, Teddy Soeriaatmadja, dan Riri Riza didaulat sebagai pembicara yang mencoba membagi pengalaman mereka kepada para peserta workshop serta dipandu oleh Stephen Jenner. Secara garis besar, ketiga pembicara yang dikenal sebagai penulis naskah sekaligus sutradara tersebut, masing-masing memiliki ciri khas tersendiri dalam membuat cerita film.

"Ada banyak cerita yang bisa di buat, tapi belum tentu pantas diangkat menjadi sebuah film. Ini adalah bagian yang tersulit dimana kita harus menemukan sebuah cerita yang bisa mempresentasikan ide kita," ujar Riri.

Lain halnya dengan Joko Anwar, yang lebih mengutamakan karakter dalam sebuah film daripada terlalu fokus ke sturktur cerita. "Saya lebih fokus ke karakter dan biarkan karakter itu melakukan apa yang dia suka. Saya nggak terlalu struktural, karena kalau kita terlalu fokus di cerita maka kisahnya akan menjadi sangat sistematis."

Memasuki pukul 10.30 WIB, diskusi mengenai tahapan dalam membuat naskah film ditutup dengan perkataan bijak Teddy Soeriaatmadja yang mengatakan, "Selalu buat yang baru dan jangan menjadi atau meniru orang lain."

Usai mengulas tentang pembuatan naskah, workshop kemudian dilanjutkan dengan pembahasan produksi yang menghadirkan Lola Amaria, Gary Hayes (produser/sutradara SYZYGY Production), dan Michael J. Werner (CEO, Fortissimo) sebagai pembicaranya. Sekitar 200 orang peserta workshop terlihat tidak beranjak dari kursi mereka, lantaran fokus mendengar penjelasaan para narasumber mengenai pengalamannya memproduksi sebuah film di luar negeri.

Lola Amaria yang pernah melakukan syuting film di Hongkong untuk layar lebar Minggu Pagi di Victoria Park (2010) menjelaskan, dirinya bisa menghemat waktu syuting dengan menggunakan jasa production service luar negeri kala itu lantaran harus menggunakan lokasi di beberapa kawasan di Cina.

"Film Minggu Pagi di Victoria Park, 95% lokasinya di Hongkong. Untuk mempermudah izin dan sebagainya disana, saya memutuskan menggunakan production service Hongkong yang hasilnya ternyata lebih efisien," pungkas Lola.

Tidak kalah seru, di tahap pembahasan finansial dan kemasan, MPA ICAD Film Workshop menampilkan pembicara handal yang berprestasi seperti Shanty Harmayn, Mira Lesmana, dan Mieske Taurisia yang dipadu oleh Norman Halim (KRU Studios Malaysia) serta Shinto Nugroho selaku staf ahli Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pada sesi ini, seorang peserta workshop sempat berdiskusi alot kepada pihak Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai wujud kepedulian mereka kepada film nasional.

Memasuki pukul 15.00 WIB, MPA ICAD Film Workshop melakukan pembahasan terakhir mengenai marketing dan penjualan internasional yang di utarakan oleh para pembicara seperti Maya Barack Evans, Norman Halim, Michael J Werner, dan Kurt Rieder (CEO Golden Village). Menurut Mira Lesmana, workshop seperti ini dinilai sangat penting karena Indonesia masih kekurangan SDM di dunia film.

"Agenda seperti ini memang harus sering diselenggarakan karena SDM yang mau belajar tuh jarang. Sebaiknya pihak pemerintah atau swasta harus lebih sering lagi melakukan program-program edukasi seperti ini," ucap Mira Lesmana.

Melihat kesuksesan program diskusi tersebut, Rusli Eddy selaku ketua pelaksana MPA ICAD Film Workshop berencana membuat proyek ini menjadi sebuah agenda tahunan di kemudian hari.

"Awalnya agenda ini kami buat karena kami melihat ada cukup banyak film Indonesia yang sukses di luar negeri. Melihat antusias masyarakat yang tertarik di dunia film kedepannya saya berencana membuat ini menjadi agenda tahunan. Harapan saya, semoga dengan workshop ini kedepannya makin banyak lagi film Indonesia yang bisa sukses di luar negeri," ujar Rusli.

Motion Picture Association (MPA) dan Motion Picture Association Internasional (MPA-I) menyuarakan kepentingan-kepentingan berbagai perusahaan perfilman besar di pasar global. Untuk melaksanakan tugas tersebut, MPA mempromosikan dan melindungi hak-hak kekayaan intelektual perusahaan-perusahaan anggotanya dan menjalankan program kesadaran publik guna menekankan kepadapara pecinta bioskop/film di seluruh dunia akan pentingnya perlindungan ini. Kegiatan tersebut telah membantu mentransformasi pasar sehingga menguntungkan industri perfilman di masing-masing negara termasuk para pembuat film asing dan nasional.

Kegiatan MPA di seluruh dunia diarahkan dari markas besarnya di Los Angeles, California, dan diawasi di Asia Pasifik oleh sebuah tim yang berkedudukan di Singapura. Perusahaan-perusahaan anggota MPA terdiri dari 6 studio besar Hollywood yaitu Paramount Pictures Corporation, Sony Pictures Entertainment Inc, Twentieth Century Fox Film Corporation, Universal City Studios LLC, Walt Disney Studios Motion Pictures, dan Warner Bros Entertainment Inc.

Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) adalah sebuah pagelaran eksibisi pertama di Indonesia yang menggabungkan unsur desain, kesenian, tekhnologi, hiburan, dan industri rumah sakit. Beberapa karya yang ditampilkan diantaranya adalah desain interior, desain grafis, fotografi, videografi, lukisan, dan tulisan.


COMPLETE ARCHIVE
 
Mau gossip terhangat
langsung di HP Kamu?
Ketik: gossip
Kirim ke: 2121
Tarif : 1000/sms
Semua operator
kecuali
Esia, Flexi, Hepi dan Starone
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON

 
Process time: 0.036230 secs