LATEST
- Joe Taslim Lega Dialog Indonesianya Tidak Dibuang di Fast and Furious 6
- Trailer Resmi dari Film Biopic Tom Hanks, Captain Phillips
- Knight of Cups Rilis Foto Perdana Natalie Portman dan Christian Bale
- Foto Terbaru Shailene Woodley dalam Divergent
- Sony Pictures Entertainment Resmi Distribusikan Film Animasi 3D Angry Birds
REVIEW
- The Great Gatsby: Kisah Hidup Miliuner Misterius Demi Memeluk Cintanya
- Star Trek Into Darkness: Misi Gelap Enterprise di Angkasa
- Cinta Brontosaurus: Perjalanan Kocak Penulis Buku untuk Memahami Cinta
- What They Don’t Talk About When They Talk About Love: Kisah Cinta Remaja di Sekolah Luar Biasa
- Cosmopolis: Perubahan Jalan Hidup Selama 24 Jam
FEATURES
- Cinema 21 dan PT. Citra Tubindo Ajak 300 Anak Panti Asuhan Nobar The Croods
- Relawan Peduli Bogor Barat Antusias Hadiri Sinema untuk Bangsa di BSD Plaza XXI
- Cinema 21 Menggelar Diskusi Ujian Nasional lewat Film Temani Aku Bunda
- Cerita Haru dari Kado Tawa Finding Srimulat di Solo
- Cinema 21 dan Kick Andy Foundation Kembali Gelar Sinema untuk Bangsa
Pengejar Angin : Perjuangan Mengejar Cita-cita
Bajing loncat adalah sekumpulan perampok terorganisir yang mendiami wilayah Sumatera Selatan, khususnya di daerah Lahat. Dalam menjalankan aksinya, tak segan para perampok ini untuk melukai para korbannya. Kisah penjahat malam yang mendiami hutan angker Lahat menjadi latar dari film yang ...
31 Oktober 2011
Posted By:
Erfanintya M. P.
Bajing loncat adalah sekumpulan perampok terorganisir yang mendiami wilayah Sumatera Selatan, khususnya di daerah Lahat. Dalam menjalankan aksinya, tak segan para perampok ini untuk melukai para korbannya. Kisah penjahat malam yang mendiami hutan angker Lahat menjadi latar dari film yang disokong oleh pemda Sumatera Selatan, Pengejar Angin.
Dapunta (Qausar Harta Yudana), seorang remaja cerdas dalam pelajaran matematika dan berbakat dalam bidang atletik ingin mengubah nasib hidupnya serta membahagiakan sang Ibunda (Wanda Hamidah) dengan cara menempuh pendidikan hingga tingkat Universitas. Namun keinginannya dan tujuannya tersebut harus berbenturan dengan keinginan sang ayah (Mathias Muchus), seorang pimpinan bajing loncat pendekar jurus harimau yang menginginkan Dapunta untuk melanjutkan kepemimpinannya.
Keinginan hidup yang bertentangan dengan kemauan sang ayah dan keterbatasan sarana di tempat bersekolah tak menyurutkan niat Dapunta untuk terus belajar dan berusaha meraih mimpinya. Pak Damar (Lukman Sardi), guru sekolah SMA yang mampu melihat potensi besar yang dimiliki Dapunta, mengerahkan daya dan upayanya untuk memaksimalkan bakat yang dimiliki oleh anak didiknya tersebut dengan meminta bantuan Coach Ferdy (Agus Kuncoro), seorang pelatih lari dari Jakarta yang juga karibnya.
Hidup pun tidak selalu memberi jalan yang mudah, Dapunta dihadapkan pada keadaan yang terus menguji mentalnya. Jusuf (Giorgino Abraham) saingan Dapunta dalam meraih prestasi di sekolah selalu mencari celah untuk menjungkalkan Dapunta sebagai siswa berprestasi. Hingga kemudian satu kejadian yang berkaitan dengan ayahnya yang membuat Dapunta kehilangan kontrol emosi dan mulai berpikir bahwa semua orang menganggap ia rendah dan tak pantas meraih cita-cita dan penghidupan yang lebih mulia.
Nyimas, (Siti Helda Meilita) remaja putri yang memikat hati Dapunta, bersama Pak Damar, Coach Ferdy dan Ibunda Dapunta yang tengah menderita karena penyakit, terus berupaya dan mendorong Dapunta untuk tegar memperjuangkan mimpi dan cita-citanya di tengah himpitan kesulitan dan kelabilan emosi yang menggerogoti niatnya. Stadion ikonik masyarakat Sumatera Selatan, Jaka Baring, menjadi awal pengakuan perjuangan mimpi Dapunta yang harus ditempuh melalui jalan terjal berliku.
Pengejar Angin adalah salah satu film yang menjadi proyek percontohan film yang mengangkat budaya lokal, yaitu budaya Sumatera Selatan. Karakteristik masyarakat Sumatera Selatan dibangun dalam adu peran yang dilakoni Qausar Harta Yudana yang mampu mengimbangi kefasihan akting Mathias Muchus. Lanskap alam Sumatera Selatan yang berbukit dan hijau dengan keindahan salah satu air terjunnya menjadi bahan eksplorasi untuk memperkuat cerita. Pengejar Angin, film yang mengusung nilai kebudayaan Sumatera Selatan tayang serempak pada tanggal 3 November 2011. (r2p)
RELATED NEWS
langsung di HP Kamu?
Ketik: gossip
Kirim ke: 2121
Semua operator
kecuali
Esia, Flexi, Hepi dan Starone




