Realita Kehidupan TKW Dalam Minggu Pagi di Victoria Park

 

Kisah kehidupan para Tenaga Kerja Wanita memang tidak pernah habis untuk dibicarakan. Para pekerja yang disebut sebagai pahlawan devisa tersebut menuai berbagai kisah dalam menjalani kehidupannya bekerja di luar negeri sana. Hal tersebutlah yang diangkat oleh Lola Amaria dalam film terbarunya ...

03 Juni 2010
Posted By: Erfanintya M. P.

Kisah kehidupan para Tenaga Kerja Wanita memang tidak pernah habis untuk dibicarakan. Para pekerja yang disebut sebagai pahlawan devisa tersebut menuai berbagai kisah dalam menjalani kehidupannya bekerja di luar negeri sana. Hal tersebutlah yang diangkat oleh Lola Amaria dalam film terbarunya Minggu Pagi di Victortia Park. Film yang diproduksi oleh Pic K Lock ini menceritakan realitas kehidupan para TKW yang mencoba meningkatkan taraf hidupnya dengan bekerja di luar negeri.

Mayang (Lola Amaria) merupakan perempuan yang mempunyai cita-cita tinggi dan enggan untuk menjadi TKW karena berita-berita yang pernah ia dengar. Namun orang tuanya memaksa Mayang untuk pergi ke Hongkong menjadi TKW untuk mencari adiknya, Sekar (Titi Sjuman) yang telah menjadi TKW namun telah menghilang tidak ada kabar selama 2 tahun.

Dengan duduk di kursi sutradara, Lola Amaria berhasil menggambarkan bagaimana realitas kehidupan para TKW di Hongkong dan mengemasnya menjadi cerita fiksi. Anda akan disadarkan jika kehidupan para TKW tidaklah semudah hidup di negeri sendiri. Para pekerja  tersebut harus dibekali dengan ketrampilan yang memadai dan juga harus bisa berbahasa kanton.

Namun tidak hanya kehidupan saat mereka mencari nafkah saja yang coba digambarkan, Minggu Pagi di Victoria Park juga akan dibalut dengan kisah kehidupan percintaan yang mereka jalin. Seperti kegiatan di taman Victoria yang merupakan menjadi tempat para TKW Indonesia untuk berkumpul juga berhasil digambarkan. Bagaimana saat mereka saling berkumpul hanya untuk sekedar berbagi kisah ataupun memadu kasih dengan para pasangannya. Selain itu Anda juga akan lihat bagaimana mereka saling berinteraksi dengan gaya berpakaian mereka yang mengikuti trend sana namun tetap menggunakan bahasa Jawa Timur.

Tidak salah jika film yang turut didukung oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini menunjuk Yadi Sugandi untuk duduk sebagai D.O.P. (Director of Photography). Karena sudut kota Hongkong dengan pemandangan gedung-gedung beserta jembatan bisa digambarkan dengan baik. Terlebih saat susana kota Hongkong pada malam hari, dengan gemerlap lampu yang kota yang mewarnai benar-benar akan memanjakan mata Anda.

Kisah para TKW dengan segala perjuangannya di luar negeri ini mulai dirilis pada 10 Juni 2010. (eM_Yu)
 

RELATED NEWS

COMPLETE ARCHIVE
 
Mau gossip terhangat
langsung di HP Kamu?
Ketik: gossip
Kirim ke: 2121
Tarif : 1000/sms
Semua operator
kecuali
Esia, Flexi, Hepi dan Starone
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON