Ruma Maida : Jangan Sampai Melupakan Sejarah

 

Satu lagi film dengan tema perjuangan di angkat ke layar lebar, walaupun hanya fiksi dan bukan berdasarkan fakta sejarah, Ruma Maida menawarkan sesuatu yang berbeda, penggambaran bangsa ini dalam sebuah ilustrasi masalah yang di alami oleh anak bangsa. Bertempat di ...

22 Oktober 2009
Posted By: Erfanintya M. P.

Satu lagi film dengan tema perjuangan di angkat ke layar lebar, walaupun hanya fiksi dan bukan berdasarkan fakta sejarah, Ruma Maida menawarkan sesuatu yang berbeda, penggambaran bangsa ini dalam sebuah ilustrasi masalah yang di alami oleh anak bangsa. Bertempat di Jakarta 21/10 film ini mendapat sambutan yang meriah dari para wartawan yang hadir. Walaupun ada sedikit kritik namun hal itu hanya berkaitan dengan penempatan tokoh di film ini.

Secara keseluruhan film yang ditulis oleh Novelis Ayu Utami ini sangat memuaskan para penonton yang sebagian besar hari itu adalah para wartawan. Hal ini terbukti dengan tepukan meriah setelah film ini selesai diputar. Selain itu sebelum pemutaran film ini, diadakan pemutaran behind the scene Ruma Maida yang menggambarkan proses pembuatan serta cerita-cerita tentang ide awal pembuatan film yang disutradarai oleh Teddy Soeriaatmadja ini.

Selain sang sutradara, para pemain Ruma Maida juga memeriahkan acara ini. Atikah Hasiholan, Yama Carlos, Wulan Guritno, Nino Fernandez, Hengky Sulaiman serta anak-anak yang ikut bermain di film ini sebagai murid Maida. Namun sayang sang penulis, Ayu Utami, yang sangat ditunggu oleh para wartawan tidak dapat hadir di acara ini karena ada kesibukan ditempat lain.

Ruma Maida bercerita tentang perjuangan seorang gadis berpemikiran idealis, Maida Manurung (Atikah Hasiholan), dalam memperjuangkan hak-hak anak bangsa. “Saya senang melakukan sesuatu yang sesuai dengan keinginan saya” ujar putri dari pemain teater dan aktifis Ratna Sarumpaet ini. Film yang menghabiskan dana sekitar Rp. 5.5 Miliar ini diharapkan bisa memberikan pelajaran bagi para penonton walaupun film ini hanya fiksi. “Film ini fiksi yang berlatar belakang sejarah, tidak ada maksud untuk mengecilkan tokoh sejarah manapun” ujar Teddy saat ditanya kenapa harus melibatkan tokoh Soekarno di film ini. Untuk menyaksikannya, Anda masih harus menanti hingga tanggal 29 Oktober nanti. (deri)
 

COMPLETE ARCHIVE
 
Mau gossip terhangat
langsung di HP Kamu?
Ketik: gossip
Kirim ke: 2121
Tarif : 1000/sms
Semua operator
kecuali
Esia, Flexi, Hepi dan Starone
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON