LATEST Slowmotion
The Ugly Truth : Drama Komedi Yang Tidak Cheesy
Jika Anda penyuka jenis novel chicklit, maka The Ugly Truth merupakan pilihan film yang tepat untuk Anda tonton. Pasalnya, dalam film ini penggambaran tokoh utamanya, Abby Richter, sangat cocok dengan tokoh-tokoh yang biasanya diumbar dalam chicklit. Cantik, menarik, memiliki karir ...
01 Oktober 2009
Posted By:
Jika Anda penyuka jenis novel chicklit, maka The Ugly Truth merupakan pilihan film yang tepat untuk Anda tonton. Pasalnya, dalam film ini penggambaran tokoh utamanya, Abby Richter, sangat cocok dengan tokoh-tokoh yang biasanya diumbar dalam chicklit. Cantik, menarik, memiliki karir yang bagus, mandiri, namun tak beruntung dalam kisah cinta.
Abby Richter (Katherine Heigl), seorang produser televisi, memiliki semua kriteria yang bisa membuat pria manapun jatuh cinta. Namun entah mengapa, sudah 11 bulan ia menjomblo. Abby yang perfeksionis dalam bekerja, ternyata kerap membawa keperfeksionisannya dalam hubungan lawan jenis. Misalnya seperti yang digambarkan opening scene, Abby berkencan dengan seorang pria di sebuah restoran mewah. Sebelum berkencan, asisten Abby sudah membawakan `bekal` berupa aneka catatan tentang pria tersebut. Bahkan ia sampai menyiapkan daftar topik-topik pembicaraan jika mereka tak lagi menemukan bahan pembicaraan. Abby juga memiliki 10 kriteria yang harus terpenuhi dari seorang lelaki. Jika ada 1 yang tak cocok, maka pria itu akan dicoret namanya. Terdengar menyeramkan ya?
Sampai suatu saat Abby harus bekerjasama dengan Mike Chadaway (Gerard Butler), seorang pria playboy dan slenge`an yang terkenal lewat acaranya bertajuk `The Ugly Truth`. Dimana di program ini Mike sangat sinis terhadap cinta atau komitmen dalam hubungan lawan jenis. Sangat berbanding terbalik dengan Abby tentunya yang selalu memimpikan akan hubungan cinta yang romantis dan manis. Lalu bagaimana mereka berdua akhirnya bisa bersatu? Lika liku musuh - teman kerja - sahabat lalu jatuh cinta inilah yang menarik untuk disimak.
Kisahnya memang relatif bisa ditebak, akan berujung pada happy ending. Namun, alur yang dibuat sang sutradara Robert Luketic yang dikenal lewat karyanya Legally Blonde (2001) atau Win a Date With Ted Hamilton (2004) sungguh pandai membuat film ini menarik. Bumbu-bumbu komedi di film ini juga tidak berkesan `cheesy` alias murahan. Tak hanya membuat tersenyum, namun bahkan mampu membuat seisi bioskop terbahak! Hal yang amat jarang terjadi jika seisi bioskop itu adalah wartawan, karena biasanya wartawan cenderung akan mengkritik atau menunjukkan kelemahan dalam sebuah film. ini menunjukkan bahwa film yang akan tayang pertengahan Oktober ini patut diacungi jempol! (lit)
langsung di HP Kamu?
Ketik: gossip
Kirim ke: 2121
Semua operator
kecuali
Esia, Flexi, Hepi dan Starone




