LATEST
REVIEW
FEATURES
- Cinema 21 dan PT. Citra Tubindo Ajak 300 Anak Panti Asuhan Nobar The Croods
- Relawan Peduli Bogor Barat Antusias Hadiri Sinema untuk Bangsa di BSD Plaza XXI
- Cinema 21 Menggelar Diskusi Ujian Nasional lewat Film Temani Aku Bunda
- Cerita Haru dari Kado Tawa Finding Srimulat di Solo
- Cinema 21 dan Kick Andy Foundation Kembali Gelar Sinema untuk Bangsa
Vera Lasut Siap Bersaing di Korea Selatan dalam Network of Asian Fantastic Festival
Setelah sukses dengan The Perfect House yang berhasil mencuri perhatian publik di Puchon International Fantastic Film Festival (PiFan) 2011, yang dilangsungkan di Korea Selatan. Vera Lasut kembali mendapat kesempatan untuk membawa film terbarunya ke negeri ginseng tersebut. Film Blue Blood (Darah ...
14 Juni 2012
Posted By:
deni.deri
Setelah sukses dengan The Perfect House yang berhasil mencuri perhatian publik di Puchon International Fantastic Film Festival (PiFan) 2011, yang dilangsungkan di Korea Selatan. Vera Lasut kembali mendapat kesempatan untuk membawa film terbarunya ke negeri ginseng tersebut.Film Blue Blood (Darah Biroe) yang kini sedang dikembangkan oleh Vera Lasut Production bersama sutradara Billy Christian (Hi5teria dan Sanubari Jakarta) berhasil lolos dalam ajang Project Spotlight di Puchon, Korea Selatan. Vera yang kembali jadi produser di proyek ini pun menyatakan kegembiraannya.
"Wah senang deh, itu kan semacam ajang pitching atau tender pembiayaan film di festival film Puchon,” jelas Vera saat dihubungi lewat sambungan telepon.
Keberhasilan ini merupakan lanjutan dari kehadiran film The Perfect House di ajang festival film Puchon (PiFan) tahun 2011 lalu. Sang Senior Manager festival, Thomas Nam mengabarinya untuk ikut ajang pitching tersebut. "Nantinya kita akan bersaing dengan banyak proyek lain di sini," tambah Vera.
Namun Vera belum mau merinci cerita film terbarunya itu. "Masih tetap film horor kok, settingnya prakemerdekaan,” kata produser VL Production ini.
Vera menjelaskan bahwa Project Spotlight merupakan program di bawah NAFF (Network of Asian Fantastic Festival). NAFF sendiri sebuah bagian dari forum khusus yang digelar di PiFan (Puchon International Film Festival).
NAFF sebagai forum pitching dan market para sineas juga menjadi fasilitator antara sineas dan para investor film. Sehingga, sineas bisa langsung melakukan proses tawar-menawar dengan produser, investor dan distributor serta menegosiasikan kerjasama yang akan mereka jalin.
Di ajang NAFF yang berlangsung antara 23-25 Juli 2012 nanti, para peserta Project Spotlight Indonesia bakal mengikuti pertemuan dengan pihak potensial yang tertarik dengan proyek mereka. Di sana mereka bisa presentasi proyek film yang mereka ajukan selama 30 menit.
Nantinya setiap proyek yang masuk program ini akan bersaing untuk meraih total hadiah sebesar 34 ribu dolar Amerika Serikat atau sekitar 315 juta rupiah. Di luar itu, masih ada tiga proyek film lainnya yang akan mendapat bantuan selama proses post production. "Doain biar menang ya..." harapnya.
Mau gossip terhangat
langsung di HP Kamu?
Ketik: gossip
Kirim ke: 2121
langsung di HP Kamu?
Ketik: gossip
Kirim ke: 2121
Tarif : 1000/sms
Semua operator
kecuali
Esia, Flexi, Hepi dan Starone
Semua operator
kecuali
Esia, Flexi, Hepi dan Starone
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!




