BIOGRAPHY

Karina Salim

Nama Lengkap  :  Karina Ekaputri Salim
Nama Panggilan  :  Karina
Tempat, Tanggal Lahir  :  Jakarta, 24 Agustus 1991
Tinggi, Berat Badan  :  160 Cm, 45 Kg
Anak ke  :  2 dari 2 Bersaudara
Nama Ayah  :  Djohan Iskandar Salim (alm)
Nama Ibu  :  Lies Kurniasih
Hobi  :  Menyanyi, Fotografi
Pendidikan Terakhir  :  S1
Film Favorit  :  The Curious Case of Benjamin Button (2008)
Filmografi:
  • Onrop! Musikal (2010)
  • Durable Love (2012)
  • What They Don't Talk About When They Talk About Love (2013)
  • Pintu Harmonika (2013)
  • Mantan Terindah (2014)
  • Kebaya Pengantin (2014)
  • Melancholy is a Movement (2015)

Regenerasi aktor dan aktris haruslah terus terjadi dan terjaga dengan baik. Untuk aktris, sepertinya Tanah Air sudah memiliki salah satu dambaan hatinya. Karina Ekaputri Salim, seorang balerina yang kini eksis di layar lebar ini menjadi salah satu kandidat kuat yang ...

KARINA SALIM, BALERINA YANG PIAWAI BERAKTING

 
Karina Salim
Regenerasi aktor dan aktris haruslah terus terjadi dan terjaga dengan baik. Untuk aktris, sepertinya Tanah Air sudah memiliki salah satu dambaan hatinya. Karina Ekaputri Salim, seorang balerina yang kini eksis di layar lebar ini menjadi salah satu kandidat kuat yang namanya diprediksikan akan bersinar di kemudian hari. Hal itu juga dilihat oleh sutradara, Joko Anwar.
 
"Awal karir aku di dunia akting ini sebenarnya bermula dari balet. Setiap tahun itu selalu ada pementasan balet, dan itu banyak sekali temanya. Sampai akhirnya aku tampil di pementasan Onrop! Musikal tahun 2010 yang sutradaranya bang Joko Anwar. Dan dari situ dia bilang kalau sebenarnya aku punya bakat, dan sebaiknya ikut-ikut teater supaya lebih terasah lagi," buka Karina saat berbincang secara eksklusif dengan tim 21cineplex.com di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan.
 
Sejak saat itu, Karina pun memutuskan untuk mengikuti sanggar-sanggar teater, salah satunya, Sakti Actor Studio milik Eka Sitorus. Dan sejak saat itu pula, Karina juga jadi 'rajin' mengembangkan potensinya di bidang akting. Hingga akhirnya beberapa tahun kemudian ia kembali diajak oleh Joko Anwar untuk bermain di film pendek berjudul Durable Love (2012).
 
Berawal dari balet, kemudian bertemu Joko Anwar, sampai kemudian mengikuti teater-teater. Semua hal itu rupanya sama sekali tidak direncanakan oleh bungsu dua bersaudara ini. Membintangi Durable Love menjadi pintu terbukanya kesempatan Karina menuju pintu-pintu lainnya. Ia pun akhirnya mengawali debut layar lebarnya lewat film What They Don't Talk About When They Talk About Love (2013) karya Mouly Surya.
 
Semula, Karina tidak terlalu serius dan hanya iseng-iseng saja. Tetapi garis menuliskan yang berbeda, debut filmnya berhasil menjadi film pertama yang masuk untuk berkompetisi di Sundance Film Festival, dan hal tersebut membuatnya berpikir untuk menyeriusi bidang seni peran ini. Ditambah lagi, nama Karina Salim pernah menjadi sorotan di beberapa media internasional seperti Hollywood Reporter dan E! News yang memuji kualitas aktingnya di film perdananya itu. Disitulah tingkat kepercayaan diri Karina tumbuh dan berkembang.
 
Namun jauh sebelum itu, Karina rupanya bermimpi untuk menjadi seorang penyanyi. Dengan karakter suara high-note yang ia miliki, ia sekarang memang sudah mencicipi untuk masuk ke dapur rekaman bersama salah satu label musik di Indonesia. Tetapi ketika ditanya mana hal yang membuatnya lebih menarik, Karina tetap memilih akting.
 
"Aku sebenarnya kan memang maunya jadi penyanyi. Tetapi pernah nggak sih, saking kita menginginkan sesuatu, kita justru takut sendiri. Susah sebenarnya untuk memilih apalagi aku belum menyebut diri aku sebagai penyanyi. Tetapi kalau dari segi menantang dan sulitnya, itu jelas akting. Di akting itu aku lebih memerlukan effort dan memberikan kesempatan buat aku berdiri di sepatu orang lain, yang hal itu mungkin nggak akan pernah aku rasain seumur hidup aku," paparnya.
 
Sebagai seorang aktris, Karina pun memiliki dedikasi dari kontribusinya di dunia perfilman. "Aku nggak mikir sampai sejauh itu sebenarnya, nggak terlalu fokus sama mencari penghasilan, dan piala atau apa. Jadi mungkin dedikasinya buat diri aku sendiri,"
 
Untuk peran sendiri, Karina memang mengaku kalau dirinya termasuk pemilih. Bukan masalah karakter yang hendak ia perankan, namun lebih ke konten dari film itu sendiri. "Pemilih iya, tapi bukan ke yang karakter akunya. Lebih ke ceritanya bagus, digarapnya dengan serius, dan orang-orangnya juga sudah kompeten di bidangnya. Jadi bukan pilih-pilih peran, tetapi pilih-pilih film. Karena kalau filmnya bagus, apapun peranku, aku sudah jadi ensemble dari sebuah karya yang bagus," tutur penggemar aktris Hollywood Meryl Streep tersebut.
 
Dan berbicara tentang kesempatan lain di dunia perfilman, Karina tidak menutup kemungkinan adanya potensi untuk mencicipi wilayah-wilayah baru. Dalam hal ini, Karina tertarik untuk menjadi seorang Art Director. "Art itu sangat penting. Kita menciptakan set yang sebenarnya kosong tetapi dibuat jadi penuh kesan, terus mengemas bagaimana supaya gambar yang dihasilkan jadi sangat keren," sahutnya antusias.
 
Disamping itu, saat ini Karina juga sedang mempersiapkan proyek film terbarunya dari Metafor Pictures Production yang berjudul Melancholy is a Movement. Film ini juga mempertemukan Karina dan Joko Anwar untuk kesekian kalinya. Melancholy is a Movement mengisahkan tentang perjalanan seorang sutradara yang tengah dilematis antara idealismenya dan kondisi yang sedang menimpanya. Akting Karina di film ini dapat Anda lihat di Cinema XXI mulai 2 April 2015. (EVELYN)
COMPLETE ARCHIVE
 
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON