BIOGRAPHY

Ainan Faisal

Biodata:

Nama Lengkap : Ainan Faisal
Tanggal Lahir : 23 Juni 1984
Nama Ayah : Faisal
Nama Ibu : Haniyah
Hobi : Bulu Tangkis
Iklan
Permen Alpenliebe
Sineetron :
  • ABG
  • Hip-Hip Hore
  • Saras 008
  • Jelita Juwita
  • Cinta Intan
  • Tawa Sutra
  • Extravaganza
FTV :
  • Mona Jadi Lisa
  • Milioner Geser Pager
  • Cinta Itu Indah
Filmografi :
Pencarian Terakhir

Sifatnya sebagai pria sungguh keras. Jiwa leadership yang dimilikinya tinggi. Tak ayal, saat bersama temannya tersesat di atas gunung, dia menjadi yang paling ngotot untuk terus melanjutkan perjalanan meski kondisi saat itu tengah dalam guyuran hujan deras. Alhasil, ia dan ...

AINAN FAISAL DARI ATLET KE AKTOR

 
Ainan Faisal

Sifatnya sebagai pria sungguh keras. Jiwa leadership yang dimilikinya tinggi. Tak ayal, saat bersama temannya tersesat di atas gunung, dia menjadi yang paling ngotot untuk terus melanjutkan perjalanan meski kondisi saat itu tengah dalam guyuran hujan deras. Alhasil, ia dan beberapa temannya harus tersesat dan terbelenggu misteri yang ada di gunung tersebut.

Itulah Arman, sebuah karakter dalam film Pencarian Terakhir yang dibawakan oleh Ainan Faisal, atau akrab disapa Ical. "Di sini gue bisa ngerasain lagi jiwa petualang gue yang dulu pernah gue jalanin waktu jadi Pramuka di SMP," ungkap Ical saat menceritakan kesannya bermain dalam film Pencarian Terakhir.
Selebihnya, Ical melihat bahwa bermain dalam film Pencarian Terakhir merupakan aktualisasi dirinya terhadap dunia hiburan yang telah dirintis sejak lama. Pada awalnya, tepatnya ketika ia masih sekolah di bangku SD ia bercita-cita untuk menjadi pebulutangkis profesional. "Waktu itu gue seneng banget sama olah raga bulutangkis, dan saking cintanya gue sempat ikutan Klub Jaya Raya," jelas Ical.
Dan tak hanya sekadar hobi, keseriusannya dalam dunia perbulutangkisan ia buktikan dengan mengikuti berbagai kejuaraan daerah. "Gue sempet pernah ikut Kejurda di Bandung, Surabaya dan Semarang. Nah di Semarang gue pernah dapet juara 3," cerita Ical. "Nah Diana Lomban (pebulutangkis putri kaliber nasional) itu teman satu angkatan gue," lanjut Ical.
Karena berbagai alasan, akhirnya Ical memutuskan untuk meninggalkan olahraga tersebut. Sampai suatu hari dia menemukan jalan bahwa dirinya lebih dapat berprestasi di ranah hiburan. Berawal ketika dia sedang jalan-jalan bersama keluarga di salah satu mal di Jakarta Barat. "Nah ternyata Majalah Aneka lagi bikin acara di sana, dan ketika itu salah satu panitianya nyamperin gue dan ngajak gue untuk ikutan ajang pemilihan Cover Boy Aneka," cerita Ical.
Menjadi model ? Pemikiran macam itu belum pernah singgah di benak Ical. Namun dia melihat peluang bahwa dunia hiburan sepertinya menjanjikan. "Karena gue pikir orang hiburan duitnya pada banyak, ya udah akhirnya gue tertarik juga mau ikutan," ungkap Ical. "Nah di situ gue dikasih waktu untuk ngirim foto keesokan hari karena hari itu pendaftaran sebenernya udah tutup," lanjut Ical.
Lantaran Ical terbiasa menghadapi shuttlecock ketimbang menghadapi kamera, tak heran foto session yang dijalani di studio foto menghasilkan gaya-gaya yang kaku. "Gue malu banget kalo inget itu, karena gue foto bener-bener kaku, bener-bener kaya foto tahanan," kisah Ical. Namun siapa sangka, dengan bermodalkan foto kaku tersebut ia mengirimkannya ke panitia Cover Boy Aneka dan dua minggu kemudian wajahnya masuk menjadi salah satu finalis ajang tersebut pada tahun 1999. `Itu gue malu banget, karena satu sekolah pada nyela-nyelain gue, tapi kakak kelas gue ada yang masuk jadi finalis juga, akhirnya gue jadi sering sama dia," kisah ical.
Meski tidak menjadi pemenang, dan seperti lazimnya orang-orang kebanyakan yang mengikuti ajang seperti itu, tawaran untuk terjun ke dunia hiburan langsung datang menyerbu. "Gue dikenalin temen gue ke salah satu orang yang akhirnya membawa gue main sinetron di Indosiar, dan gue main di sinetron Saras 008," kisah Ical. Pertemuannya dengan kamera dan penghapalan skrip juga sempat bikin grogi, lantaran dirinya diharuskan menghafal skrip di saat-saat menjelang eksekusi pengambilan gambar. "Yah gue berusaha sebaik mungkin meski gue juga grogis abis," cerita Ical.
Selepas dari produksi tersebut Ical terus tampil di berbagai sinetron yang ditayangkan di Indosiar seperti Api di Bukit Menoreh. Tak hanya itu, untuk terus eksis di dunia hiburan ia kerap mengikuti berbagai ajang reality show. "Dari sana gue jadi sering ikutan reality show macam Penghuni Terakhir ataupun Indonesian Idol," cerita Ical. Dan dari salah satu acara tersebut, Ical akhirnya diajak bergabung dalam acara komedi Tawa Sutra.
Selama ini, aneka job hiburan selalu dijalankan seorang diri alias tanpa manajer ataupun masuk manajemen. Tahun 2008 dia mengambil keputusan untuk mencari seorang yang membantu mengatur dan mencarikan peluang untuknya. Manajemen tersebutlah yang akhirnya membawa dirinya bergabung ke fim Pencarian Terakhir dan bertemu dengan idolanya, Lukman Sardi. "Gue bisa ketemu sama idola gue, dan jujur gue banyak banget dapet pelajaran dari Lukman," ungkap Ical.
Dan saat ini, setelah semuanya berhasil didapat, apakah Ical akan terus memilih dunia layar lebar? "Yang jelas gue akan meminimalisir dunia sinetron, karena dari apa yang gue lihat layar lebar akan lebih banyak memberikan gue pelajaran yang dapat dijadikan modal," ungkap Ical. (ajo)
COMPLETE ARCHIVE
 
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON