
Kafka adalah nama penyair kondang yang lahir di abad lalu. Namun dalam film Hantu Jamu Gendong arahan sutradara Koya Pagayo, nama Kafka tak lebih dari sekadar joki skripsi ataupun karya tulis dari teman-teman di kampusnya. Tak segan, dia ambil risiko demi proses penulisan itu hingga harus membahayakan hidupnya. Hantu tukang jamu gendong itu dipanggilnya agar menampakkan diri. Hasilnya bisa ditebak, hidup Kafka dan orang-orang di sekitarnya benar-benar dalam bahaya.
Kafka adalah sosok yang diperankan aktor muda Dimas Aditya. Pria kelahiran Jakarta ini persisnya baru setahun silam meretas karir di pentas sinema tanah air. Hantu Jamu Gendong menjadi filmnya yang keenam. Debut itu dimulai lewat sebuah film komedi bertajuk Kawin Kontrak yang dia bintangi bersama Ricky Harun dan Herichan. Dimas berperan sebagai Rama yang naksir kepada Isa (Dinda Kanyadewi). Sayangnya niatnya sulit untuk terlaksana lantaran Isa adalah pesanan seorang bos besar.
”Ah, di film pertama saya memang belum maksimal. Saya kurang puas bermain di sana,” demikian ungkap anak kedua dari tiga bersaudara ini saat dijumpai akhir bulan lalu di Jakarta. Kendati banyak kekurangan tetap saja dia merasa beruntung. Salah satu lawan mainnya d film arahan Ody C Harahap itu adalah aktor yang sudah terhitung senior, yakni Lukman Sardi. ”Minimal, saya bisa belajar akting dari dia,” tuturnya optimis.
Bagi Dimas, glamournya dunia akting boleh jadi tidak pernah terpikir ketika dia kecil. ”Mungkin ini dunia yang jauh dari saya bayangkan,” paparnya sedikit mengenang masa lalu. Selama ini, dia cenderung untuk membayangkan menjadi orang di belakang layar. ”Ya semacam nulis-nulis skrip atau edit-edit film begitu deh,” lanjutnya dengan suara mantap.
Ucapan Dimas agaknya memang bukan sekadar omong kosong. Semasa duduk di bangku kuliah FISIP UI dia sempat membantu temannya membuat film pendek untuk dikirim ke festival-festival. ”Temanya tentang KKN atau korupsi-korupsi gitu,” ucapnya dengan roman muka serius. Namun Dimas sempat lupa menyebut judulnya. ”Aduh apa ya?” selorohnya sambil nyengir kuda.
Apa boleh buat, takdir berkata lain. Dasar sedang hoki, saat ini Dimas lebih dikenal sebagai seorang pelakon yang terbilang laris ketimbang kru film. ”Awalnya saya mengambil kursus akting di Look’s Performing School,” ungkapnya menerawang. Dari sinilah tawaran casting dari MVP Pictures datang. Peran sebagai pelaku kawin kontrak itupun segera disabetnya. Seperti diketahui, film perdananya sempat sukses hingga dibuatkan sekuel pada tahun yang sama.
Usai debutnya di sana, tawaran akting berikut mulai mengalir satu demi satu. Masih dari rumah produksi yang sama, Dimas kembali bermain dalam film bergenre komedi seks arahan Winalda Melalatoa. ”Saya memang sempat kontrak eksklusif bersama MVP,” terangnya lagi.
Hanya sebentar bersama rumah produksi milik trah Punjabi, Dimas mulai berkeliling ke rumah produksi tetangga. Sebut saja ke kawasan Cikini, markas Rapi Films. Lagi-lagi sebuah film komedi seks, kali ini di bawah arahan sutradara Awi Suryadi bertajuk Mupeng. Disusul kemudian, masih komedi seks, Ku Tunggu Jandamu arahan Findo Purwono HW. Sekuel film debutnya di tahun yang sama yakni Kawin Kontrak Lagi juga menanti Dimas.
Kok sepertinya esek-esek terus nih jenis film yang dimainkan?” Iya sih,” begitu pengakuannya. ”Tapi saya sadar dan coba menikmati aja deh,” ungkap Dimas mencoba jujur. ”Yang penting, ada perbedaan karakter dari masing-masing filmnya kan,” tuturnya mencoba meyakinkan.
Namun kesabaran Dimas rupanya berbuah juga. Sebuah peran utama di film horor datang menghampiri. Bersama Koya Pagayo dia menjadi sosok protagonis dalam Hantu Jamu Gendong. ”Aduh capek, karena lebih main emosi,” komentar Dimas terus terang. ”Kita dituntut untuk peka, seperti apa sih orang yang ketakutan itu,” lanjutnya lagi.
Dan Dimas kini masih bersabar menanti peran dengan karakter yang lebih berbeda lagi. ”Kalau ada, ya saya ambil,” pungkasnya. (bat)
Biodata
Nama Asli : Adimas Raditya
Nama Panggung : Dimas Aditya
Tempat, tanggal lahir : Jakarta, 7 September 1984
Anak ke : 2 dari 3 bersaudara
Tinggi/Berat Badan : 175 cm/62 kg
Nama Ayah : Benny Alimin
Nama Ibu : Indriani
Filmografi:
- Kawin Kontrak (2008)
- DO (Drop Out) (2008)
- Mupeng Show (2008)
- Ku Tunggu Jandamu (2008)
- Kawin Kontrak Lagi (2008)
- Hantu Jamu Gendong (2009)







Laura Basuki : Image Lebih Mahal Daripada Uang
Grace JC. Setiawan : Dokter Akting
Anita Hara : Suka Tantangan
Reynavenzka : Tidak Mau Ditindas Lelaki
Aurellie Moeremans : Lari Sambil Menutup Mata
Samuel Zylgwyn : Masih Harus Belajar
Imelda Therine : Pemakan Manusia Yang Takut Darah
Gina S. Noer : Membaca Putu Wijaya Di Kelas 4 SD
Fanny Fabriana : Ingin Jadi Orang Jahat
Reza Rahardian : Akhirnya Raih FFI
Desta: Ingin Main Film Joko Anwar
Alex Abbad: Dari Dubber Sampai Furniture
Rendi Ahmad : Ingin Seperti Ariel Peterpan
Oxcel: Rizal Mantovani Keren
Jenny Cortez : Ingin Stripping
Raihaanun Soeriaatmadja : Kembali Akting Karena Komedi
Ananda Omesh : Mendapat Gelar Otak Mesum
Coralie Gerard : Susah Berbahasa Indonesia Di Toilet
Reza Pahlevi : Bukan Aktor Ecek-Ecek
Maudy Ayunda : Memilih Sekolah Daripada Akting