BIOGRAPHY

Dinda Hauw Tidak Ingin Identik Peran Berpenyakit

Nama Lengkap : Dinda Hauw
Nama Panggilan : Dinda
Tempat Tanggal Lahir : Palembang 14 November 1996
Pendidikan : Home Schooling (3 SMU)
Agama : Islam
Nama Ayah : Kemas Herman
Nama Ibu : Hulwati Husna
Anak ke : 4 dari 4 bersaudara
Tinggi Badan : 160 cm
Berat Badan : 40 kg
Hobby : Berenang
Film favorit : A Walk to Remember, Remember Me, Step Up 3, My Name is Khan

Filmografi
• Surat Kecil untuk Tuhan (2011)
• Semesta Mendukung (2011)
• Ayah Mengapa Aku Berbeda (2011)
• Seandainya (2012)

Pada awalnya nama Dinda Hauw di dunia perfilman memang sedikit agak asing di telinga masyarakat, namun lewat debut aktingnya di film Surat Kecil untuk Tuhan (2011), publik seakan mulai jatuh hati dengan kualitas aktingnya yang kala itu berperan sebagai gadis ...

DINDA HAUW TIDAK INGIN IDENTIK PERAN BERPENYAKIT

 
Dinda Hauw Tidak Ingin Identik Peran Berpenyakit
Pada awalnya nama Dinda Hauw di dunia perfilman memang sedikit agak asing di telinga masyarakat, namun lewat debut aktingnya di film Surat Kecil untuk Tuhan (2011), publik seakan mulai jatuh hati dengan kualitas aktingnya yang kala itu berperan sebagai gadis remaja pengidap kanker Rhabdomyosarcoma, bernama Gita Sesa Wanda Cantika.

Film yang diangkat dari kisah nyata itu diyakini mampu mengangkat pamor Dinda Hauw di dunia seni peran, lantaran di debut layar lebarnya tersebut dirinya langsung beradu akting dengan beberapa bintang film berpengalaman seperti Alex Komang, Ranty Purnamasari, dan Dwi Andhika.

Tidak lama berselang, Dinda Hauw kembali terlibat di film berjudul Semesta Mendukung (2011) dan setelah itu balik lagi menjadi gadis berpenyakit lewat layar lebar yang berjudul Ayah Mengapa Aku Berbeda (2011). Kini di tahun 2012, lagi-lagi Dinda berperan sebagai remaja pengidap penyakit serius di film terbarunya yang bertajuk Seandainya, meskipun sebenarnya dia ingin mendapatkan peran yang jauh berbeda.

"Kebetulan dapat tawarannya yang kaya gini jadi ya nikmatin aja mumpung masih muda. Mudah-mudahan untuk film berikutnya aku dapat yang berbeda," ujar Dinda Hauw saat ditemui pada acara jumpa pers film Seandainya di Foodism FX, Senayan, Jakarta Selatan.

Dinda dinilai sangat mumpuni dalam adegan sedih dan menangis, hal itu diakuinya di dapat tanpa menggunakan referensi atau bantuan tertentu kecuali mendalami perasaan ke dalam naskah ceritanya.

"Kalau untuk adegan menangis aku sih hanya ngebayangin bagaimana kalau aku menjadi sosok yang ada di cerita itu, total aja. Kalau mengenai bantuan alhamdulillah nggak ada," tambahnya.

Cewek kelahiran Palembang 14 November 1996 ini mengaku, ingin menjajal semua peran dan genre film sebagai bahan referensinya kedepan. Namun di usianya yang masih 16 tahun saat ini, peran seksi dan adegan mesra masih dihindari Dinda demi menjaga nama baik dirinya sendiri dan keluarga besarnya.

"Setiap aku dapat tawaran film aku selalu diskusikan dengan orangtua, kalau didalamnya ada adegan mesra atau penampilan seksi, mereka masih melarang karena itu untuk kebaikan dan nama baik aku juga. Sempat ada 3 film yang terpaksa aku tolak karena mengandung hal tersebut, tapi saya nggak menutup diri kok untuk terlibat di film horor atau horor komedi asalkan ceritanya masuk akal aja," pungkasnya. (Alit)
COMPLETE ARCHIVE
 
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON

 
www.vidfor.me