
Jadi tukang gulung kabel pun akan dilakoni seorang Djenar Mahesa Ayu, asalkan bisa ikut terlibat dalam film produksi Harry Dagoe Suharyadi. Ketika kami tanya alasannya, Djenar menjawab ringan “I just want to know bagaimana proses pembelajaran produksi dengan Hary Dagoe karena dia punya satu kekuatan yang aku nggak lihat di beberapa director yang lain.”
Perannya dalam film Dikejar Setan ini memang hanya satu scene tapi Djenar tampil memukau. Memakai baju yang pas sekali menggambarkan karakter dirinya yang kerap berpenampilan seksi. Menurut Djenar, Harry Dagoe itu memang selalu tahu apa yang harus dilakukan dalam film. Tidak hanya itu, ternyata Djenar dan Harry juga memiliki hubungan simbiosis mutualisme. Kalau Djenar main film Dikejar Setan, Harry akan tampil di film yang sedang dipersiapkan Djenar. “Filmnya masih rahasia dan tidak untuk diputar di Indonesia, premisnya sih reaksi tubuh atas kekerasan dan rencananya bakal keluar September.”
Wanita yang sudah bermain dalam 3 film sebelumnya, Boneka dari Indiana (1990), Koper (2006) dan Cinta Setaman (2008) ini mengakui, kalau ia sebenarnya sedang sulit untuk menulis. Akibatnya ia menuangkan ide lewat media film. Tapi itu bukanlah satu-satunya alasan, Djenar juga merasa mendapat sebuah keasyikan tersendiri bertutur lewat film dibandingkan lewat teks, walaupun sebenarnya lebih banyak batasannya. “Batasan-batasan itulah yang membuat aku merasa lebih baik mengeluarkan filmku di luar saja.”
Ibu dari 2 orang anak ini memandang proses kreatif bukanlah mendatangkan ide tapi ide yang datang ke dirinya. Meskipun begitu ternyata penulis karya-karya kreatif seperti Mereka Bilang, Saya Monyet!, Jangan Main-main (dengan Kelaminmu), Nayla, Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek, ini mengalami juga apa yang dinamakan dengan mati ide. Novel terbarunya ‘Ranjang’ bahkan sudah 2 tahun nggak kelar-kelar ia garap. Menurutnya status sebagai seorang single parent sangat menyita waktu, walaupun ia sangat menikmati perannya ini.
“Keasyikan menjadi seorang ibu sangat menarik dan membuat aku terkadang mengabaikan hal-hal lain di luar anak-anak.” (Ind)
| Nama | : | Djenar Mahesa Ayu |
| Tempat Tanggal Lahir | : | 14 Januari 1973 |
| Profesi | : | Aktris, penulis |
| Nama Ayah | : | Syuman Djaya |
Nama Ibu |
: | Tutie Kirana |
| Nama Anak | : | Banyu Bening dan Btari Maharani |
Prestasi :
- Nominasi 10 besar buku terbaik Khatulistiwa Literary Award 2003 untuk Mereka Bilang, Saya Monyet!
- 5 Besar Khatulistiwa Literary Award 2004 untuk buku Jangan Main-main (dengan Kelaminmu)
- Cerpen Terbaik Kompas 2003 untuk Cerpen Waktu Nayla
- Cerpen Terbaik 2003 versi Jurnal Perempuan untuk Cerpen Menyusu Ayah
Buku :
- Mereka Bilang, Saya Monyet!
- Jangan Main-main (dengan Kelaminmu)
- Nayla
- Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek
Filmografi :
- Boneka dari Indiana (1990)
- Koper (2006)
- Cinta Setaman (2008)
- Dikejar Setan (2009)




Aldy Zulfikar : Grogi Sekaligus Senang
Noah Ringer : Taekwondo, Pintu Menuju Hollywood
Hasan Faruq Ali : Mimpi Yang Jadi Kenyataan
Megan Fox : Si Rubah Jelita
Chindy Anggrina : “Akting Itu Nagih!!!”
Kimmy Jayanti : Peran Sesuai Karakter Diri
Herfiza Novianti : Antara Karir dan Pendidikan
Ratu Tika Bravani : Dunia Hiburan Abstrak
Rini Yulianti : Semakin Fokus Di Dunia Akting
Laura Basuki: Image Lebih Mahal Daripada Uang
Grace J. C. Setiawan: Dokter Akting
Anita Hara: Suka Tantangan
Reynavenzka: Tidak Mau Ditindas Lelaki
Aurellie Moeremans: Lari Sambil Menutup Mata
Samuel Zylgwyn : Masih Harus Belajar
Imelda Therine: Pemakan Manusia Yang Takut Darah
Gina S. Noer: Membaca Putu Wijaya Di Kelas 4 SD
Fanny Fabriana: Ingin Jadi Orang Jahat
Reza Rahardian: Akhirnya Raih FFI
Desta: Ingin Main Film Joko Anwar