BIOGRAPHY
Dwi Sasono
| Nama Lengkap | : | Dwi Sasono |
| Nama Panggilan | : | Dwi |
| Tempat/Tanggal Lahir | : | Surabaya, 30 Maret 1980 |
| Nama Istri | : | Widi Mulia |
| Nama Anak | : | Dru Prawiro Sasono |
Filmografi :
- Mendadak Dangdut (2006)
- Pocong 2 (2006)
- Mengejar Mas Mas (2007)
- Otomatis Romantis (2008)
- D.O - Drop Out (2008)
- Under The Tree (2008)
- Kalau Cinta Jangan Cengeng (2009)
- Wakil Rakyat (2009)
- Jamila Dan Sang Presiden (2009)
- Capres (Calo Presiden) (2009)
- Kata Maaf Terakhir (2009)
MORE STARS
Kate Beckinsale
Kesuksesan aktris asal Inggris Kate ...
Abimana Aryasatya
Setelah berhasil mencuri perhatian saat ...
Endi Arfian : Ketagihan Main Film
Selain Cathy Sharon, Bella Esperance ...
Qausar Harta Yudana
Qausar Harta Yudana, pindah ke ...
Rosie Huntington-Whiteley
Lahir di Plymouth, Devon, Inggris ...
Dalam kurun waktu 3 tahun, total Dwi Sasono sudah bermain 11 film. Jumlah yang cukup fantastis untuk seorang pendatang baru sepertinya. Mulai menjadi pemilik organ tunggal, presiden, mas-mas, sampai menjadi dokter sudah pernah ia perankan. Dwi Sasono yang biasa disapa ...
DWI SASONO : 3 TAHUN 11 FILM
Dalam kurun waktu 3 tahun, total Dwi Sasono sudah bermain 11 film. Jumlah yang cukup fantastis untuk seorang pendatang baru sepertinya. Mulai menjadi pemilik organ tunggal, presiden, mas-mas, sampai menjadi dokter sudah pernah ia perankan. Dwi Sasono yang biasa disapa Dwi ini memulai karirnya pada tahun 2006 dalam film garapan Rudi Soedjarwo, Mendadak Dangdut. Saat itu Dwi mampu menyingkirkan 10.000 orang untuk meyakinkan Rudi memberikan peran dalam filmnya.
Dwi mengakui selama bermain film, kesulitan terbesarnya pasti disetiap awal syuting. “Biasanya kesulitan disemua film selalu di awal syuting pas scene awal, karena it’s like a puzzle, kita harus tahu emosi pertama kita harus ditaruh dimana, jika emosi pertama sudah tepat letaknya, maka emosi-emosi berikutnya bisa mengikuti,” papar pria kelahiran Surabaya, 30 Maret 1980 ini.
Lalu bagaimana cara dirinya mengatasi kesulitan tersebut? “Kita harus membaca naskah berkali-kali, karena membaca naskah itu seperti melihat gambar pikiran kita saat beradegan nanti,” katanya. Tapi akan sangat berbeda jika memang naskahnya yang ia terima sangat berdekatan dengan waktunya untuk take. “Karena pemain itu harus diberi waktu untuk membaca naskahnya secara baik, untuk itu persiapannya paling tidak sebulan,” ujarnya.
Dwi meyakini dengan waktu yang diberikan selama sebulan para pemain bisa lebih mendalami karakter secara detil seperti cara jalan, berbicara, dan kebiasaan. “Karena ini semua untuk kepuasan batin para pemain,” katanya. Bahkan untuk kepuasan batinnya tersebut dirinya kerap mengajak berdiskusi para sutradara untuk memberikan waktu para pemainnya untuk memberi waktu yang cukup membaca naskah. “Bahkan pernah saat syuting FTv, saya baru diberi naskah pas di hari H saat akan syuting,” kata pria yang mengaku sering mengambil peran di FTv dengan alasan untuk mengasah aktingnya.
Kini, dirinya yang baru saja merilis film terbarunya Kata Maaf Terakhir ini mempunyai obsesi untuk perannya kedepan. “Saya mau memerankan orang buta seperti Alpacino di Scent of Woman,” kata suami Widi Mulia (B3). (eM.Yu)









