BIOGRAPHY
Ginatri S. Noer
| Nama Lengkap | : | Gina S. Noer |
| Tempat/Tanggal Lahir | : | Balikpapan, 24 Agustus 1985 |
| Anak Ke | : | Ketiga dari tiga bersaudara |
| Nama Ayah | : | Masjkur Noer Bachran |
| Nama Ibu | : | Martha M. Noer |
| Film Favorit | : | Tokyo Story, The Graduate, Ibunda |
| Penulis Skenario Favorit | : | Asrul Sani |
Filmografi :
Queen Bee (2009)
Perempuan Berkalung Sorban (2009)
Hari Untuk Amanda (2010)
MORE STARS
Kate Beckinsale
Kesuksesan aktris asal Inggris Kate ...
Abimana Aryasatya
Setelah berhasil mencuri perhatian saat ...
Endi Arfian : Ketagihan Main Film
Selain Cathy Sharon, Bella Esperance ...
Qausar Harta Yudana
Qausar Harta Yudana, pindah ke ...
Rosie Huntington-Whiteley
Lahir di Plymouth, Devon, Inggris ...
Menjadi penulis skenario mungkin tidak seterkenal sutradara atau aktor dan aktrisnya. Namun jika menyebut nama penulis skenario, Gina S. Noer, tentunya Anda mengenalnya. Ya, sebut saja beberapa film yang telah berhasil ia garap skenarionya seperti Queen Bee (2009), Perempuan Berkalung ...
GINA S. NOER: MEMBACA PUTU WIJAYA DI KELAS 4 SD
Menjadi penulis skenario mungkin tidak seterkenal sutradara atau aktor dan aktrisnya. Namun jika menyebut nama penulis skenario, Gina S. Noer, tentunya Anda mengenalnya. Ya, sebut saja beberapa film yang telah berhasil ia garap skenarionya seperti Queen Bee (2009), Perempuan Berkalung Sorban (2009) dan yang baru saja rilis, Hari Untuk Amanda.
Bakatnya sebagai penulis berangkat ketika ia duduk di bangku sekolah dasar. Gina, sapaan akrabnya saat itu banyak di-supply dengan banyak bacaan. “Titik yang mengubah saya adalah ketika duduk di bangku sekolah dasar, ayah saya memberi hadiah buku Putu Wijaya,” ujar wanita kelahiran 24 Agustus 1985 ini.
Sejak saat itu dirinya menjadi tergila-gila dengan banyak bacaan. Tidak ada batasan untuk membaca apapun. “Saya anak yang paling kecil, kakak-kakak saya banyak mempunyai bacaan, mulai dari majalah, komik, koran, novel atau apapun bebas saya baca. Ayah saya pun mendukungnya, nyaris tidak ada censorship atas apa yang saya baca,” ceritanya yang menjadikan Agatha Christie ini menjadi bacaan favoritnya.
Sampai akhirnya ia pun mulai menggilai film, ya, sekali lagi karena atas dasar kedua orangtuanya yang sangat menyukai film. Film Pacar Ketinggalan Kereta adalah film pertamanya yang ia tonton dan sejak saat itu ia mulai menyalurkan bakatnya dengan menulis. Ketika duduk di kelas 1 SMA ia pun mencobanya dengan menulis skenario film pendek berjudul Maya bersama teman-temannya termasuk sutradara Angga Dwimas Sosongko yang selama ini menjadi sahabatnya dalam meniti karir di dunia perfilman.
Sampai sekarang, dunia perfilman berhasil ia rambah. Namanya yang makin dikenal sebagai penulis skenario ini ingin membagi ilmunya dengan orang lain. Yaitu dengan mengadakan workshop penulisan. Workshop yang diberi nama Plot Point ini adalah sebuah sekolah yang mengajarkan menulis apapun. “Dengan menulis membuka cara berpikir kita secara runut, melatih kita berkomunikasi dengan baik dan benar, nah, untuk mulai menulis cobalah sekarang untuk banyak baca dulu,” pesannya. (eM.Yu)









