BIOGRAPHY

Hesti Purwadinata

Biodata

Nama                                            : Raden Hesti Purwadinata
Tempat Tanggal Lahir               : Bogor, 15 Juni 1983
Anak ke                                         : 3 dari 7 bersaudara
Nama Ayah                                  : Raden Hartasa Purwadinata
Nama Ibu                                     : Raden Yani Suryaningsih
Tinggi/Berat Badan                    : 169cm /50 kg
Pendidikan Terakhir                  : Jurusan Public Relations, Interstudi
 
 

Filmografi

1. Cintaku Selamanya (2008)

Hujan-hujanan sudah pasti bukanlah hobi seorang Hesti Purwadinata. Namun lantaran menjadi adegan film yang harus dimainkan aktris pendatang baru ini, tentu saja wajib hukumnya. Bukan soal pula, jika adegan itu dilakukan lewat tengah malam alias dini hari. Di tengah malam ...

HESTI PURWADINATA, MODAL MULUT BAWEL

 
Hesti Purwadinata

Hujan-hujanan sudah pasti bukanlah hobi seorang Hesti Purwadinata. Namun lantaran menjadi adegan film yang harus dimainkan aktris pendatang baru ini, tentu saja wajib hukumnya. Bukan soal pula, jika adegan itu dilakukan lewat tengah malam alias dini hari. Di tengah malam buta dia harus bertengkar hebat dengan lawan mainnya, Mike Muliadro (kini sudah ganti nama menjadi Mike Lucock). 

”Untung fisik aku badak, padahal besoknya aku harus syuting lagi,” demikan cerita mojang kelahiran Bogor ini mengisahkan saat-saat syuting film debutnya yang sungguh melelahkan itu.
 
Bagi Hesti, berbasah-basah di tengah hujan lebat demi akting ini bukan sesuatu yang berat. Pasalnya, penantiannya untuk menonton film itu justru lebih berat lagi. Awalnya film ini bertajuk ML (Mau Lagi) sebuah cerita komedi yang terinspirasi dari film populer American Pie. Skenarionya ditulis oleh Awi Suryadi untuk disutradarai sahabatnya Thomas Nawilis. Siapa nyana, film ini malah memicu protes dari publik. Tak pelak, film yang seharusnya ditayangkan sejak pertengahan Mei 2008 ini harus ditangguhkan. Kemudian film ini direvisi oleh rumah produksinya Indika Entertainment hingga bisa ditayangkan mulai akhir Oktober 2008 dengan judul anyarnya, Cintaku Selamanya.
 
Ketika ditemui di bioskop Hollywood KC, Selasa pagi (28/10) itu Hesti masih bingung mau berkomentar apa. ”Engga tahu deh, baru nonton sekarang,” komentarnya tentang film tersebut. Namun akhirnya dia mengaku lega juga jika kerja kerasnya di sana cukup mengundang pujian. 
 
Karir Hesti di ranah hiburan dimulai sejak lulus sekolah menengah beberapa tahun silam. Kerja sambilan sebagai Sales Promotion Girl (SPG) mobil sempat dilakoninya sambil iseng-iseng. Entah bagaimana ceritanya, dia acapkali didaulat untuk menjadi MC suatu acara. ”Saya memang sejak SMA suka bawel,” ungkapnya jujur. Bakat inilah yang kemudian mengantarnya kelak menjadi pembawa acara di layar beling.
 
Faktor iseng pula yang membuatnya mendaftar lomba Wajah Femina 2005. ”Yang kirim fotonya malah kakak saya,” cerita Hesti lagi. Tak disangka, dia malah mendapatkan gelar Juara III. Maka jalannya di dunia hiburan kian luas terbentang. Terbukti kemudian ketika ada orang dari Global TV menawarinya untuk menjadi presenter di acara Otovaganza. Hesti mulai wara-wiri di layar kaca. 
 
Menjadi presenter itu nyatanya merupakan tawaran awal yang mulai diterimanya. Selain menjadi model, Hesti juga kebagian banyak bermain iklan. Tawaran tampil di sinetron akhirnya juga disabetnya, kendati awalnya sempat menolak. ”Saya jadi menjilat ludah sendiri nih,” kelakarnya sambil tertawa geli.
 
Pada awal karirnya di ranah sinetron, Hesti memperoleh peran antagonis. ”Bintang utamanya Vonny Cornellia sama Irgi Ahmad Fahrezy,” cerita Hesti lagi. Dalam drama serial Satu Cincin Dua Cinta itu Hesti kebagian proyek puluhan episode yang ditayangkan di stasiun An TV di tahun 2006. Rupanya sosok antagonis yang diperankannya itu malah peran utama.
 
Namun setelah itu Hesti malah lebih sering untuk tampil di FTV. ”Enak begitu. Sehari-sehari datang, terus kita bisa kerja yang lain,” tuturnya sambil tertawa. Memang, saat itu satu-persatu tawaran presenter mulai menghampirinya. ”Sempat juga menjadi presenter acara bulutangkis atau kuis-kuis sepakbola,” ucapnya lagi. Namun program yang rutin digawanginya hingga kini adalah Kabar-kabari.
 
Sosok Hesti yang kerap bermain FTV rupanya menclok di benak sineas Thomas Nawilis. Awal tahun 2008, sutradara bertubuh jangkung ini menawari sang mojang casting untuk film anyarnya. Awalnya, Hesti mengaku sempat ogah-ogahan kendati akhirnya datang juga. ”Aku dikasih skrip monolog sepanjang 2 halaman,” kenang Hesti lagi yang akhirnya mau bermain untuk peran Shinta itu. 
 
Ternyata proses yang ditempuhnya memang cukup alot. Padahal peran Shinta di benak Hesti mungkin sosok yang tidak terlalu rawan porsinya. ”Tapi saya sempat membaca peran yang lain dan kaget juga,” cerita dia. Langkah negosiasi juga ditempuhnya, salah satunya untuk urusan busana. ”Gambarku saat mengenakan lingerie diambil secara siluet,” demikian Hesti membeberkan rahasianya. Agaknya dia sangat berhati-hati untuk tampil seksi. Selebihnya, tampil total bukanlah masalah termasuk saat harus mandi hujan dini hari.
 
Demikianlah, rupanya kehati-hatian Hesti ada benarnya. Memang kemudian film tersebut menjadi polemik yang ramai. Namun ketika direvisi, ternyata adegan yang dimainkan Hesti nyatanya tak ada yang terkena sensor. (bat)
COMPLETE ARCHIVE
 
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON