BIOGRAPHY

Iqbal Rais

Biodata:

Nama : Iqbal Rais
Tempat Tanggal Lahir : Samarinda, 21 Januari 1984
Anak ke : 3 dari 4 bersaudara
Tinggi Badan : 168 cm
Berat Badan : 58 kg
Hobi :Nonton, olahraga
Filmografi:
Sutradara:
1. The Tarix Jabrix (2008)
2. Si Jago Merah (2008)

Jarang-jarang sutradara negeri ini yang ketika memulai debutnya di layar lebar mampu meraih sukses komersial. Kalaupun ada mungkin bisa dihitung dengan jari tangan. Nama Iqbal Rais boleh disebutkan sebagai salah satunya. Film The Tarix Jabrix yang dibesutnya meraih sukses berat. ...

IQBAL RAIS, BERMULA DARI CREDIT TITLE

 
Iqbal Rais

Jarang-jarang sutradara negeri ini yang ketika memulai debutnya di layar lebar mampu meraih sukses komersial. Kalaupun ada mungkin bisa dihitung dengan jari tangan. Nama Iqbal Rais boleh disebutkan sebagai salah satunya. Film The Tarix Jabrix yang dibesutnya meraih sukses berat. Angka 900.000 penonton yang dicetaknya menduduki peringkat keempat di belakang Laskar Pelangi, Ayat-ayat Cinta, dan Xtra Large.

”Sejak kecil saya memang tertarik kepada dunia film,” tutur pria kelahiran Samarinda, Kalimantan Timur, 21 Januari 1984 ini. Ya, sejak kecil Iqbal sering nonton film kendati tidak selalu di bioskop. Kadang-kadang dia sering berada di rumah kawannya untuk menumpang nonton VCD. Salah satu favoritnya adalah film komedi dari Warkop. Sampai suatu hari terbersitlah di benaknya untuk menjadi seorang sineas. ”Saya mau nama saya ada di ending credit title sebuah film,”demikian kenangnya.
Bangku sekolah formal tetap dijalaninya di kota buaya. Pun dengan perkuliahannya. Namun sebelum kuliah di Fakultas Ekonomi, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Iqbal mengikuti kursus penyiaran di Jakarta. Ya, dia sempat mengadu nasib di ibukota sekadar mencari tahu dimana tempat ngelmu soal film. Sudah jauh berjalan, eh justru di kampus Unair itulah ilmu film Iqbal terasah dengan ikut-ikutan unit sinematografi. Setidaknya, tiga judul film pendek pernah coba dibuatnya. ”Yang pertama batal, yang kedua dan ketiga malah jadi dan ikut festival,” demikian ceritanya.
Pelan-pelan, Iqbal cukup bisa belajar soal film di unit itu. Kemauan keras itu ditunjukkan dengan rajinnya dia nongkrong di sekretariat. ”Pernah saya engga pulang sampai tiga minggu. Tidur di kampus sudah seperti orang berkemah,” papar Iqbal lagi. Di sana dia memang bisa bertukar pikiran dengan para senior, membaca buku tentang film atau belajar menyunting lantaran memang tersedia komputer yang dilengkapi dengan program editing film.Tetap saja kondisi tersebut masih jauh dari cukup untuk membuatnya puas.
Akhirnya pada tahun 2004, Iqbal memutuskan hengkang ke Jakarta dan meninggalkan bangku kuliah. Kepergiannya itu bukan tanpa bekal. Sebelumnya dia sempat berkenalan dengan sineas Hanung Bramantyo melalui situs pergaulan Friendster. Merekapun bersilaturahmi di sana. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, diapun sekalian minta untuk nyantrik kepada sutradara peraih Piala Citra itu. Dan dikabulkan.
Komunitas milik Hanung namanya Dapur Film Community. Di sanalah Iqbal mulai menempa diri dengan belajar dari banyak hal. Mulai dari menonton koleksi video yang tersedia, membaca buku tentang film hingga ikut-ikut produksi. ”Tapi guru terbaik itu bukan hanya pengalaman, melainkan juga diri sendiri,” demikian Iqbal menyitir ucapan Hanung ketika itu. Ya, ini memang soal antusiasme dalam menimba ilmu. Di sana, Iqbal mencoba menyerap ilmu yang ditularkan sang mentor semaksimal mungkin. ”Saya sih ada saudara di Jakarta, tetapi lebih memilih tidur di Dapur,” tutur Iqbal mengenang kehidupannya di tanah rantau.
Perlahan-lahan Iqbal mulai mendampingi Hanung dalam banyak kesempatan. Lewat momen informal macam inilah wawasan tentang film itu diperolehnya. Tidak hanya ikut ke lokasi syuting dan kemudian memegang posisi tertentu, salah satunya menjadi asisten sutradara, kadang-kadang Iqbal mau sekadar menjadi supir bagi sang mentor kemana-mana. ”Saat-saat seperti itulah kita bisa santai cerita-cerita, penyutradaraan itu seperti apa sih,” demikian ujarnya.
Pilihan hidupnyaselama ini memang tak salah. Kesempatan itu memangdatangjuga. Saat syuting, Hanung memberinya waktu untuk menyutradarai beberapa scene. Tentunya, Iqbal tidak dilepas begitu saja lantaran tetap ada supervisi darisang mentoratas kinerjanya. Film Jomblo yang diproduksi tahun 2005 menjadi momen awal bagi Iqbal di layar lebar. ”Saya menjadi astrada bagi mas Hanung,” kenang Iqbal. Selanjutnya, berturut-turut dia naik kelas menjadi co-director (sutradara bareng) di film Lentera Merah dan Ayat-ayat Cinta. Film yang belakangan disebutkan sempat menjadi film yang laris di tanah air.
Iqbal beruntung berada dalam bimbingan sineas yang jawara festival (sutradara terbaik FFI 2005 dan 2007) serta jawara komersial. Reputasi harum sang mentor sungguh memuluskan jalan bagi karirnya. Maka tatkala produser Starvision, Chand Parwez Servia meminta Hanung membuat film komedi di tahun 2008, Hanung malah menyodorkan nama Iqbal di posisi sutradara dengan garansi namanya. ”Seperti itu riwayat film Tarix Jabrix,” kenang Iqbal tentang film debutnya.
Film komedi yang dibintangi musisi The Changcuters itu sukses berat. Namun sukses itu tidak lantas membuat Iqbal terlena. Pasalnya, sebuah proyek baru sudah menantinya,masih dari rumah produksi yang sama. ”Aku menawarkan stok cerita baru, yang lebih ringan. Ngga beda jauh kok dengan si The Tarix Jabrix,” seloroh Iqbal saat diwawancara beberapa waktu silam. Film yang judulnya Si Jago Merah ini masih mengandalkan Hilman Mutasi sebagai penulis skenarionya.
Formula komedi yang ditawarkan di sana mencoba bercerita tentang mahasiswa yang mencoba bergabung dalam institusi pemadam kebakaran. ”Kita mencoba mengambil sisi positif dari petugas pemadam kebakaran kok, bukan menjelek-jelekkan,” demikian promosi Iqbal. Aspek positif itu coba diceritakan lewat sosok jenaka yang dimainkan para bintang macam Desta, Ytonk, Judika dan Agus Ringgo. Lagi-lagi Hanung melakukan supervisi untuk film ini.
Si Jago Merah sendiri dirilis sejak pertengahan November ini. Sebagai insan kreatif, ini masih merupakan langkah awal, maklum masih banyak proyek lain yang akan menantinya.
Apakah genre komedi lagi? Tunggu sajalah. (bat)
COMPLETE ARCHIVE
 
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON