BIOGRAPHY

Nadine Chandrawinata

  

Nama Lengkap :  Nadine Chandrawinata
Nama Panggilan :  Nadine
Tempat/Tanggal Lahir :  Hannover, 8 Mei 1984
Anak ke :  Satu dari Tiga Bersaudara
Nama Ayah :  Andy Chandrawinata
Nama Ibu :  Elfriede Chandrawinata
Tinggi/Berat Badan :  175 cm/51 Kg
Hobi :  Diving, Traveling, Writing, Fotografi
Film Favorit :  The Fall, August Rush, Public Enemies, Inception, Black Swan, Avatar, 127 Hours,
Musisi Favorit :  Jack Johnson, Colbie Calliat, Jason Mraz, Bruno Mars, Bob Marley, Rolling Stone
 
Filmografi :
Aktris
  • Realita, Cinta dan Rock ‘N Roll (2006)
  • Generasi Biru (2009)
  • Mati Suri (2009)

 

Produser

  • The Mirror Never Lies (2011)
 

 

Namanya tiba-tiba saja menghilang setelah membintangi film terakhirnya, Mati Suri (2009). Perempuan berparas indo bernama Nadine Chandrawinata ini tak kunjung muncul lagi dalam layar lebar. Namun tiba-tiba saja di tahun 2011 ini ia hadir kembali memeriahkan dunia perfilman. Tapi tunggu dulu, ...

NADINE CHANDRAWINATA : DUDUK BARENG DENGAN GARIN NUGROHO DI BELAKANG KAMERA

 
Nadine Chandrawinata

Namanya tiba-tiba saja menghilang setelah membintangi film terakhirnya, Mati Suri (2009). Perempuan berparas indo bernama Nadine Chandrawinata ini tak kunjung muncul lagi dalam layar lebar. Namun tiba-tiba saja di tahun 2011 ini ia hadir kembali memeriahkan dunia perfilman. Tapi tunggu dulu, bukan, dirinya bukan lagi hadir di depan kamera untuk berakting mengikuti arahan sutradara, tapi kini Nadine hijrah dari posisi yang biasa ia lakoni sebagai aktris menuju bangku produser.

Perempuan yang dinobatkan sebagai Duta WWF Indonesia dan Duta Pariwisata Wakatobi ini telah melebarkan sayap sebagai produser dalam film The Mirror Never Lies. Nadine yang kali pertama kalinya menjabat sebagai produser pun mengaku awalnya sedikit kaget, namun dengan segala rasa optimisnya ia memberanikan dirinya dengan mengerahkan segala potensi yang ada di dalam dirinya.
 
Perempuan yang gemar diving serta hobi petualang lainnya ini juga mengaku bahwa dengan duduk sebagai produser dirinya ingin memiliki sebuah karya tentang laut agar bisa dinikmati semua orang. Tentunya sebagai produser tugas Nadine tidak mudah, meskipun ia duduk bareng dengan WWF Indonesia, Pemda Wakatobi, serta Garin Nugroho. Pasalnya selain dirinya mengemban tugas untuk membantu persiapan secara teknis, namun ia juga harus membantu dari sisi pendanaan dengan mencari sponsor untuk film yang disutradarai oleh Kamila Andini tersebut.
 
Menjadi seorang produser memang bukanlah tugas yang mudah. Dengan berbekal pengalaman membintangi tiga film, Nadine mampu menunjukkan dirinya bisa mengemban tugas sebagai produser dengan baik.
 
Debut Nadine berakting di film layar lebar terjadi awal tahun 2006, saat itu dia muncul di film Realita, Cinta dan Rock ‘N Roll. Lumayan lama juga dia absen. Ditanya soal ini, Nadine menjadikan studi sebagai alasannya. ”Dulu saat masih kuliah banyak tawaran yang datang kok,” kilahnya. Usai menuntaskan kuliahnya dara setengah Jerman ini seolah tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang datang.
 
Hingga pertengahan tahun 2005, cewek kelahiran Hannover ini nyaris tidak terdengar di jagat hiburan tanah air. Paling-paling, dia hanya menjadi model pemotretan di majalah-majalah. Salah satunya, dia tampil bersama kelompok Slank di edisi perdana majalah Rolling Stone Indonesia. Selain itu, dia juga acapkali menjadi model yang berlenggang di atas pentas. Namun di tahun itu pula dirinya meretas jalan sebagai aktris dengan tampil berakting dalam film arahan sutradara Upi, Realita, Cinta dan Rock ‘N Roll. ”Awalnya sih, saya disuruh datang casting ke daerah Cipete,” tutur Nadine mengenang momen di awal tahun 2005.
 
Tiba-tiba saja kakak dari aktor kembar Mischa dan Marcel ini meraih popularitas yang tinggi. Maklumlah, Nadine terpilih sebagai Puteri Indonesia tahun 2005 dan berhak untuk mewakili negaranya di ajang Miss Universe 2006. Aneka kontroversi seolah dekat dengan dirinya. Konon Nadine dianggap melanggar surat keputusan Mendikbud RI nomor 02/U/1984 tentang pengadaan kontes pemilihan ratu dan sejenisnya. Nadine tetap bergeming dan berlaga di ajang tersebut di kota Los Angeles, California.
 
Kendati tidak sukses di ajang mancanegara (hanya menjadi juara kedua dalam kategori Budaya Nasional Terbaik dan Miss Congeniality), gelar Puteri Indonesia yang disandangnya sudah cukup untuk memuluskan jalannya di ranah hiburan. Klop sudah. ”Aku memang berasal dari keluarga yang suka seni,” tutur Nadine seraya menunjuk adik-adiknya yang sudah lebih dulu beraksi di layar lebar. Perihal film debutnya, barulah pada awal tahun 2006 film arahan Upi itu diputar di bioskop. Nadine memerankan sosok Sandra, seorang cewek yang berjiwa bebas.
 
Pasca film debutnya, Nadine mulai sibuk dengan seabrek kegiatan lain di dunia hiburan dan tentu saja membereskan kuliah. Studinya di London School of Public Relations bisa segera dituntaskan. Kemudian dua judul buku, yakni Pantaskah Aku Mengeluh dan Nadine, Labour of Love 2008 berhasil digarap.
 
Tahun 2008 agaknya merupakan tahun kebangkitan Nadine di layar lebar. Sebuah tawaran akting dalam film musikal bersama band Slank segera disabetnya. Generasi Biru sendiri adalah film eksperimental ala Garin Nugroho yang berkolaborasi dengan John De Rantau. Ya, ini memang film yang tidak biasa. Nadine kudu menari dengan iringan aneka tembang milik Slank. ”Aduh, semua legenda ada di sini,” tutur Nadine senang.
 
Legenda yang dimaksudkannya itu berasal dari bidang seni yang berbeda-beda. Sebut saja sutradara Garin Nugroho di film, kelompo Slank di musik, dan penari Eko Supriyanto di bidang tari. "Ini menjadi pengalaman yang luar biasa buat saya,” lanjut Nadine.
 
Kemudian, di akhir tahun 2008 muncul lagi tawaran akting lain. Kali ini sebuah film berjenis horor yang digarap empu film horor Rizal Mantovani bertajuk Mati Suri. Tak perlu berpikir dua kali, Nadine kontan saja menerimanya. Padahal syutingnya lumayan berat. ”Aku harus nyemplung kolam renang jam 3 pagi. Padahal syutingnya di Puncak,” demikian Nadine menggambarkan kondisi yang dialaminya. Belum lagi jika mengingat pada dasarnya Nadine adalah seorang penakut.  Apa boleh buat. Pantang bagi Nadine untuk menyurutkan langkah. Rupanya dia sudah terlanjur percaya dengan reputasi Rizal sebagai seorang sineas yang telah menelurkan film horor laris macam Jelangkung atau Kuntilanak
 
Nah, di tahun 2011 inilah menjadi tahun yang menobatkan dirinya sebagai produser. Dengan kemunculannya kembali dalam dunia film, tentunya akan kembali memberi warna dunia film Indonesia, dan mudah-mudahan saja bisa menjadi motivator para aktor dan aktris lainnya untuk selalu berkarya, tidak menutup kemungkinan untuk menjadi produser atau posisi lainnya di belakang layar. Kita tunggu saja. (eM_Yu/bat)
 
 
 
COMPLETE ARCHIVE
 
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON