BIOGRAPHY

Permata Sari Harahap

Nama : Permatasari Harahap
Nama Panggung : Ai Permata
Tempat Tanggal Lahir: Jakarta, 18 Maret 1985
Anak ke : 4 dari 4 bersaudara
Tinggi/Berat Badan : 168 cm/50 kg
Hobi : Renang, Nyanyi
Nama Ayah : PS Harahap
Nama Ibu : Siti Zaenab
Filmografi:
  1. Kirun dan Adul (2009)
  2. Romeo Juliet (2009)

Nama lengkapnya Permatasari Harahap, biasa dipanggil Ai. ”Dari kecil memang sudah biasa dipanggil begitu,” ucapnya santai. Makanya dia bingung saat namanya ditulis secara lengkap di poster film Kirun dan Adul. ”Ya sudah. Suka-suka mereka deh. Mungkin biar sesuai KTP kali ...

PERMATA SARI HARAHAP, MODEL, SEPAKBOLA DAN FILM

 
Permata Sari Harahap

Nama lengkapnya Permatasari Harahap, biasa dipanggil Ai. ”Dari kecil memang sudah biasa dipanggil begitu,” ucapnya santai. Makanya dia bingung saat namanya ditulis secara lengkap di poster film Kirun dan Adul. ”Ya sudah. Suka-suka mereka deh. Mungkin biar sesuai KTP kali ya,” lanjut Ai pasrah.

Di film arahan Jose Poernomo itu, Ai menjadi Gita, putri seorang Wakil Presiden. Gita rupanya sedang sebal dengan ayahnya, sampai-sampai harus bikin ulah. Dua anak muda, yakni Kirun dan Adul terpaksa kena getahnya. Hari-hari indah mereka di pulau dewata mendadak berubah menjadi bencana lantaran diburu pihak keamanan atas tuduhan menculik Gita.
”Karena ngambek sama bapaknya, Gita merekayasa penculikan atas dirinya,” demikian cewek kelahiran 18 Maret 1985 menceritakan duduk perkaranya. Galibnya seorang buronan, mereka kucing-kucingan sampai-sampai harus memanjat tembok dan naik ke atas genteng. ”Tembok yang gue naikin itu ternyata ada kerikil-kerikil kecil gitu,” tutur Ai dengan berapi-api. Tak ayal, tangannya sampai lecet dibuatnya.
Pengalaman seru Ai nyatanya belum berhenti sampai di situ. Jose sang sutradara rupanya lumayan penuh improvisasi. Saat mereka dalam proses syuting, acapkali Ai dibangunkan saat dia sudah terlelap tidur. ”Mas Jose emang suka gitu, kalo dia ngerasa ada yang kurang jam berapapun pemainnya pasti dibangunin,” ujarnya santai.
Demikianlah, pengalaman macam ini mungkin tak terbayang di benaknya ketika kecil. ”Waktu kecil ya senang menggambar. Jadi kepinginnya jadi arsitek, penyanyi atau pramugari,” kenang cewek bertubuh langsing ini. Ai mengaku orangtuanya memang tidak neko-neko alias tetap menomorsatukan urusan pendidikan. ”Mereka tahunya saya kuliah sampai beres, terus cari kerja,” begitu dia menggambarkan.
Dasar memang punya bakat seni. Ai mulai memupuknya dengan hobi nyanyi. ”Saya suka not balok. Pokoknya kalau pelajaran kesenian, dapat nilainya selalu tinggi,” jelasnya. Saat di bangku sekolah menengah, Ai mulai membentuk band yang membawakan lagu-lagu bossanova. ”Sekali-sekali juga bantu teman menjadi backing vocal,” tandas Ai tanpa ragu-ragu.
Nah, selain hobi nyanyi, Ai juga hobi difoto-foto. ”Sebenarnya saya agak kurang pede saat itu,” demikian pengakuannya jujur. Tapi ternyata foto-foto itu terkirim untuk ajang pemilihan Abang None. Nasib Ai memang sedang mujur, dia menjadi pemenang None untuk tingkat Jakarta Selatan tahun 2006dan kemudian berlanjut menjadi finalis untuk tingkat DKI di tahun yang sama.
Sudah bukan cerita baru lagi jika ajang pemilihan model adalah batu loncatan untuk meniti karir yang lebih jauh. Dan Ai termasuk menjadi salah satu yang merasakan hal macam itu. ”Saya banyak dapat tawaran ini itu,” lanjut cewek berdarah Batak ini. Namun Ai malah ikutan ajang pemilihan Wajah Femina tahun berikutnya. Lantaran tubuhnya yang mungil, Ai malah dikira masih usia belasan. ”Jurinya engga percaya aku sudah 22 tahun,” tuturnya. Tapi akhirnya dia lolos sebagai finalis.
Ternyata ajang lomba yang banyak diikuti Ai menambah rasa yakin dalam dirinya. Pelan-pelan, dia mulai ikut-ikutan menjadi presenter di layar kaca. Salah satunya adalah program sepakbola di Anteve, yakni World Kick Off yang muncul setiap akhir pekan setahun silam. Di sanalah Ai bersua dengan salah satu narasumbernya, yakni Andibachtiar Yusuf. Rupanya, nama yang dimaksud bukan hanya sekadar komentator melainkan juga sutradara film layar lebar. Macam yang sudah takdir, Ai malah ditawari untuk bermain dalam film besutannya Romeo Juliet.
Maka, Ai memulai debutnya sebagai aktris. Syutingnya dimulai sejak pertengahan tahun 2008 lalu. ”Saya kebagian peran menjadi temannya Sissy,” papar Ai. Mereka menjadi anggota Viking, nama julukan untuk suporter kesebelasan Persib Bandung. ”Tapi syutingnya full di Malang,” begitu dia menjelaskan.
Peruntungan Ai agaknya masih berlanjut. Rupanya bagian talent dari film berbau sepakbola itu juga bertugas untuk filmnya Jose Poernomo. ”Saya direferensikan ke mas Jose,” demikian seloroh anak bungsu dari 4 bersaudara ini. Singkat kata, bertemulah Ai dengan sang sutradara, sejenak mereka berbincang dan selesai. Peran sebagai Gita segera digenggamnya.
Lantas, sekarang mau di film saja. ”Engga. Engga ngoyo kok,” jawabnya sigap. ”Tapi jika rezekinya dari sana, ya engga nolak kok,” lanjut Ai lagi.
Betul, hari gini kok nolak rezeki. (bat)
COMPLETE ARCHIVE
 
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON