BIOGRAPHY

Suzanna

Biodata:

Nama Asli                        : Suzanna Martha Frederika Van Osch
Nama Panggung           : Suzanna
Tempat Tanggal Lahir  : Bogor, 14 Oktober 1942
Anak ke                            : 5 dari 5 bersaudara
Nama Suami                  : Clift Sangra
 

Filmografi:

The Long March (Darah dan Doa) 1950
Asmara Dara (1958)
Bertamasja (1959)
Mira (1961)
Antara Timur dan Barat (1963)
Aku Hanja Bajangan (1963)
Segenggam Tanah Perbatasan (1965)
Suzie (1965)
Penanggalan (1967)
Bernafas dalam Lumpur (1970)
Tuan Tanah Kedawung (1970)
Beranak dalam Kubur (1971)
Air Mata Kekasih (1971)
Napsu Gila (1973)
Bumi Makin Panas (1973)
Ratapan dan Rintihan (1974)
Pulau Cinta (1978)
Permainan Bulan Desember (1980)
Sundel Bolong (1981)
Lembah Duka (1981)
Ratu Ilmu Hitam (1981)
Sangkuriang (1982)
Nyi Blorong (1982)
Nyi Ageng Ratu Pemikat (1983)
Perkawinan Nyi Blorong (1983)
Telaga Angker (1984)
Dia Sang Penakluk (1984)
Usia dalam Gejolak (1984)
Ratu Sakti Calon Arang (1985)
Malam Jumat Kliwon (1986)
Petualangan Cinta Nyi Blorong (1986)
Samson dan Delilah (1987)
Santet (1988)
Ratu Buaya Putih (188)
Malam Satu Suro (1988)
Wanita Harimau (1989)
Pusaka Penyebar Maut (1990)
Titisan Dewi Ular(1990)
Perjanjian di Malam Keramat (1991)
Ajian Ratu Laut Kidul (1991)
Hantu Ambulance (2008)

Pagi itu, akhir bulan Februari 2008. Saya mendatangi sebuah undangan khusus dari Indika Pictures, yakni pemutaran film untuk wartawan di Hollywood KC 21. Film yang bertajuk Hantu Ambulance  itu menampilkan bintang senior Suzanna sebagai salah satu pemainnya. Saya datang ke ...

SUZANNA, DARI SISWORO KE KOYA PAGAYO

 
Suzanna

Pagi itu, akhir bulan Februari 2008. Saya mendatangi sebuah undangan khusus dari Indika Pictures, yakni pemutaran film untuk wartawan di Hollywood KC 21. Film yang bertajuk Hantu Ambulance  itu menampilkan bintang senior Suzanna sebagai salah satu pemainnya. Saya datang ke sana diiringi rasa optimis dengan harapan bisa bersua aktris legendaris tersebut.

Sayang sekali, harapan itu hanya tinggal angan. Suzanna tak tampak duduk di kursi saat konperensi pers di dalam bioskop. ”Beliau sedang terbaring sakit di Magelang dan tidak bisa datang ke ibukota untuk menghadiri rangkaian promosi film ini,” demikian ungkap produser Shanker RS saat itu kepada mereka yang hadir. Demi kesembuhan Suzanna, dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh seorang pendeta.

Hantu Ambulance menyimpan kenangan unik bagi produser Indika tersebut. Pasalnya, dia mengaku merasa terbebani dengan julukan Bapak Film Horor yang selama ini disandangnya dan didengung-dengungkan oleh para wartawan. ”Saya merasa tidak pantas sebelum bekerjasama dengan Suzanna,” terangnya saat itu. Maka dia melobi sang aktris senior untuk membintangi film terbarunya. ”Awalnya susah. Setelah dibujuk akhirnya mau juga,” lanjut Shanker mengenang. Kemudian skenarionya diperbaiki lagi, hingga akhirnya selesai sudah. Belakangan, film karya sutradara Koya Pagayo itu sukses di pasaran dengan meraih lebih dari 1 juta penonton.    

Sejak itu tak ada lagi kabar berhembus tentang aktris yang bernama lengkap Suzanna Martha Frederika Van Osch ini. Tiba-tiba, pada pertengahan Oktober 2008, tepatnya tanggal 15 Oktober 2008 pukul 23.15, diberitakan dia telah menghembuskan nafas terakhir dalam usia 66 tahun. Nyaris tanpa keluhan apa-apa.

Diketahui, sejak 30 tahun terakhir ini Suzanna memang mengidap penyakit diabetes kronis. Tetapi, menurut sang suami Clift Sangra, istrinya itu tidak menunjukkan tanda-tanda gejala yang serius. Kendati sempat menjalani pemeriksaan kesehatan di hari lebaran lalu, Suzanna terlihat sehat dan mampu menjalani aktivitas sehari-hari.

Clift Sangra, yang juga ikut bermain bareng sang istri dalam Hantu Ambulance, adalah suami kedua dari Suzanna. Suaminya yang pertama, Dicky Suprapto adalah juga seorang aktor. Pernikahan itu menghasilkan dua orang anak. Salah satunya adalah Kiki Maria, biduanita beken di tanah air awal tahun 1980-an. Sedangkan dengan Clift, lahir Rama Yohanes.

Pernikahannya dengan Clift Sangra sendiri ibarat legenda yang menjadi nyata. Mereka berjumpa dalam film Sangkuriang, sebuah dongeng dari tatar Sunda yang disutradarai oleh Sisworo Gautama Putra di awal tahun 1980-an. Di sana Suzanna berperan sebagai Dayang Sumbi sedangkan Clift menjadi Sangkuriangnya. Tatkala film itu usai, mereka berduapun segera mengarungi bahtera pernikahan.

Namun itu hanyalah perkara kecil yang membuat nama Suzanna menjadi kondang. Jauh sebelumnya, dialah pelakon yang akan selalu dikenang lewat film-film horor legendarisnya. Belasan film horor yang dibintanginya dibuat di era 80-an bersama sutradara Sisworo Gautama Putra. Dimulai dari Sundel Bolong (1981), sebuah legenda lokal yang dibiayai oleh Rapi Film. Bersama Sisworolah, Suzanna menorehkan catatan emas dalam khazanah film nasional dengan Nyi Blorong, Telaga Angker, Bangunnya Nyi Roro Kidul, Malam Jumat Kliwon hingga Malam Satu Suro. Tak pelak, karena itulah nama Suzanna identik sebagai ratu film horor.

Lantaran faktor tersebut, rumah produksi Indika Pictures mengajak Suzanna come back untuk bermain dalam proyek mereka. Sebuah kombinasi unik lantaran Indika dikenal selama ini sebagai pabrik film horor, sementara aktris yang bermain di dalamnya adalah ratu film horor. Suzannapun mau-mau saja. Konon, saat itulah kesehatan Suzanna memburuk di saat syuting berlangsung. ”Kakinya membengkak dan agak sulit berjalan,” demikian ungkap Tuning Danukusumo, sahabat Suzanna seperti dikutip dari harian Kompas.

Debut Suzanna di blantika film nasional sendiri dimulai dalam film yang sangat penting di negeri ini, yakni The Long March (Darah dan Doa) karya sutradara Usmar Ismail rilisan tahun 1950.Pasalnya, seperti disebutkan dalam Katalog Film Indonesia 1926-2007, yang disusun JB Kristanto, film ini dianggap sebagai film ”nasional” pertama. Hari syuting pertamanya ditetapkan sebagai ”Hari Film Indonesia.” Pengakuan resminya dikukuhkan dalam Keppres no 25 tahun 1999 yang ditandatangi oleh Presiden BJ Habibie.

Kemudian aktingnya sebagai Ina dalam film Asrama Dara, lagi-lagi di bawah arahan Usmar Ismail, sungguh mencengangkan. Di sana dia memperoleh Hadiah Khusus ajang Festival Film Indonesia tahun 1960. Disusul kemudian penghargaan The Best Child Actress di ajang Festival Film Asia di tahun yang sama.  

Setelah itu Suzanna sempat dikenal sebagai bintang panas. Filmnya yang bertajuk Bernafas dalam Lumpur, produksi tahun 1970 banyak menampilkan seks, perkosaan dan dialog kasar. Uniknya, predikat itu kemudian terhapus oleh ratu film horor yang disandangnya. (bat)

COMPLETE ARCHIVE
 
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON

 
www.vidfor.me