BIOGRAPHY

Teuku Rifnu Wikana

Biodata:

Nama                                : Teuku Rifnu Wikana
Tempat Tanggal Lahir   : Pematang Siantar, 3 Agustus 1980
Anak ke                            : 3 dari 8 bersaudara
Nama Ayah                     : Teuku Syarifuddin
Nama Ibu                        : Cut Nur Asiah
Tinggi/Berat Badan       : 181cm/73kg
Hobi                                 : Nonton teater, film, tari, baca
 

Filmografi:

Aktor

  1. Mengejar Matahari (2004)
  2. 9 Naga (2006)
  3. Mendadak Dangdut (2006)
  4. Dendam Pocong (2006) (gagal tayang)
  5. Maaf Saya Menghamili Istri Anda (2007)
  6. Otomatis Romantis (2008)
  7. XL (Extra Large) (2008)
  8. Laskar Pelangi (2008)
  9. Barbi3 (2008)
  10. Kalau Cinta Jangan Cengeng (belum ditayangkan)

 

Kota Pematang Siantar mungkin terdengar kurang seksi di telinga penggila sinema. Kini opini itu bisa saja berubah dengan hadirnya aktor yang bernama Teuku Rifnu Wikana. Bermodal sedikit ilmu akting, ditinggalkannya kampung halaman di pelosok Sumatera Utara itu. Saking kuatnya tekad ...

TEUKU RIFNU WIKANA

 
Teuku Rifnu Wikana

Kota Pematang Siantar mungkin terdengar kurang seksi di telinga penggila sinema. Kini opini itu bisa saja berubah dengan hadirnya aktor yang bernama Teuku Rifnu Wikana. Bermodal sedikit ilmu akting, ditinggalkannya kampung halaman di pelosok Sumatera Utara itu. Saking kuatnya tekad untuk mengadu nasib di ibukota, bangku kuliah pun tak lagi diperdulikannya. Menjadi aktor, itu tekadnya.

Ilmu akting dirasa cukup bagi Rifnu untuk percaya diri. Keahlian itu diasahnya lewat kelompok teater di kampung halaman sejak usia belia. ”Kalau 17-an kami sering show,” ujarnya mengenang. Tak heran, tatkala Rifnu mulai merambah Jakarta 2003, sebuah ajang kompetisi film independen pun dicobanya. ”Saya ikut menulis, menjadi sutradara sekaligus aktornya sekalian,” kata Rifnu sambil tertawa.

Sayangnya, nasib Rifnu masih belum beruntung. Hidup di Jakarta menjadi seorang seniman, tepatnya aktor teater, masih belum cukup, bahkan untuk hidupnya yang masih serabutan. ”Untuk tambah-tambah, saya kadang mengamen di bis kota jalur Sudirman,” tutur aktor berpostur jangkung ini.

Untunglah, perjuangan itu tidak berlangsung lama. Hanya sekitar setahun di ibukota nasibnya segera berubah. ”Saya mengantar anaknya Jose Rizal Manua casting di tempat Rudi Soedjarwo,” cerita Rifnu. Sudah jamak cerita, jika orang yang mengantar ikut juga diminta ikut audisi. Benar saja. Kendati sempat terpikir di benak Rifnu jika dia dikadali, peran itu diperolehnya juga. ”Saya menjadi anggota gangnya Obed,” komentar Rifnu seraya menunjukkan isyarat bahwa rambutnya gondrong saat bermain dalam Mengejar Matahari.

Bersama sineas Rudi Soedjarwo, jalan karir Rifnu lumayan mulus. Bukan porsi peran yang besar memang. Namun, peran dalam 9 Naga hingga Mendadak Dangdut bisa segera direngkuhnya tanpa banyak kesulitan berarti. Tampang Rifnu pun perlahan mulai familiar di benak pecinta film tanah air.

Setelah dengan sabar menanti, akhirnya ada juga film yang menempatkan Rifnu pada porsi penting.”Saya sempat kebagian peran utama dalam Dendam Pocong, tapi malah gagal ditayangkan,” ungkapnya dengan kecewa. Memang, oleh Lembaga Sensor Film karya Rudi tersebut tidak diloloskan. Rifnu menggambarkan betapa beratnya adegan yang dimainkannya dalam film itu.”Saya melakukan adegan berkelahi dengan Dwi Sasono sampai berdarah-darah,”cerita Rifnu pasrah. Padahal tangan sudah kena beling, punggungpun tertusuk kayu tetap saja masih belum memuaskan sang sutradara. Makin kecewalah dirinya saat mengetahui film itu tak boleh beredar. Usai proyek film horor itu usai pula bulan madu Rifnu dengan Rudi.

Rifnu pun menyeberang ke Moviesta, sebuah komunitas yang dipimpin sineas Monty Tiwa. Selain dirinya masih ada Dwi Sasono, Poppy Sovia dan Francine Roosenda. “Ada sistem kekeluargaan di Moviesta, inilah keluarga baru saya di Jakarta,” kilah Rifnu. Tak perlu menanti lama-lama, Monty sang godfather, langsung mengajaknya menjadi orang Batak dalam Maaf, Saya Menghamili Istri Anda yang sempat mengundang kontroversi.

Hingga kini proyek Monty untuk Rifnu di layar lebar lancar-lancar saja. Pemuda berdarah Aceh ini segera bergabung dalam judul lain macam Otomatis Romantis, XL (Extra Large) hingga Barbi3. Sementara masih ada satu judul lain yang sudah tuntas namun belum beredar, yakni Kalau Cinta Jangan Cengeng.

Satu hal yang istimewa dirasa Rifnu adalah tatkala dua filmnya beredar sekaligus di tanggal yang sama, 25 September 2008, yakni Barbi3 dan Laskar Pelangi. Rifnu tak sekadar menyebut hal ini sebagai berkah Ramadhan. “Saya percaya jika seni tahu kapan harus membalas budi,” ungkapnya sedikit puitis.

Peran sebagai guru dalam film Laskar Pelangi sempat membuat Rifnu kaget. ”Langsung saya sujud syukur, apalagi yang menyutradarai adalah Riri Riza dan dipasangkan dengan aktor papan atas,” komentar Rifnu dengan mata berbinar. Di luar itu, ada yang membuatnya lebih terpesona, yakni bermain dengan para aktor cilik di sana. Rifnu memang lebih mengidolakan aktor kanak-kanak ketimbang orang dewasa, sebut saja macam Dakota Fanning misalnya. ”Saya menganggap seni peran yang benar itu ada pada anak-anak. Mereka memiliki kejujuran dalam bermain,” tutur Rifnu lagi.  

Latar belakang teater yang dimiliki Rifnu memang bertuah. Tak cukup hanya sebagai aktor, diapun siap untuk melangkah menjadi seorang sutradara. Kesempatan untuk ke arah sana bukannya tidak ada. Namun Rifnu berpikir lebih baik mengasah ilmu aktingnya agar lebih baik. Jadi tidak usah terburu-buru, begitu prinsip yang dipegangnya. (bat)

COMPLETE ARCHIVE
 
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON