BIOGRAPHY
Tony Leung
Biografi:
Filmografi:
MORE STARS
Kate Beckinsale
Kesuksesan aktris asal Inggris Kate ...
Abimana Aryasatya
Setelah berhasil mencuri perhatian saat ...
Endi Arfian : Ketagihan Main Film
Selain Cathy Sharon, Bella Esperance ...
Qausar Harta Yudana
Qausar Harta Yudana, pindah ke ...
Rosie Huntington-Whiteley
Lahir di Plymouth, Devon, Inggris ...
Apalah artinya posisi seorang pemimpin macam Liu Bei saat mencoba melawan Cao Cao tanpa dukungan Zhou Yu? Zhou Yu adalah tokoh taktik perang di daratan Zhongguo (Chungkok) era tahun 208 tarikh Masehi dan muncul dalam film anyar arahan John Woo, ...
TONY LEUNG
Apalah artinya posisi seorang pemimpin macam Liu Bei saat mencoba melawan Cao Cao tanpa dukungan Zhou Yu? Zhou Yu adalah tokoh taktik perang di daratan Zhongguo (Chungkok) era tahun 208 tarikh Masehi dan muncul dalam film anyar arahan John Woo, Red Cliff. Di tangan Tony Leung, sosok Zhou Yu sungguh berwibawa di balik sorot matanya yang menyiratkan kegalauan.
Uniknya, kehadiran Tony ternyata hanya sekadar alternatif pemain dalam film mahal ini. Porsi peran ahli militer itu tadinya jatah aktor top Chow Yun Fat yang dilepas menjelang digelarnya syuting. Padahal, Tony sendiri didapuk untuk bermain sebagai Zhuge Liang, rekan kerja Zhou Yu. Seperti sudah diduga, aktor yang baru menjadi pengantin baru ini malah mengundang decak kagum lewat akting yang dia tunjukkan. Namun Tony menunjuk faktor sang sutradaralah menjadi penyebabnya. “John Woo memang penuh persiapan. Dia benar-benar menghargai aktornya. Dia akan memberikan kebebasan untuk menciptakan karakter. Jadi saya memang banyak berimprovisasi,” demikian komentarnya.
Nama Tony Leung tentu tak asing di telinga penggemar film Mandarin atau film Asia secara umum. Agar tidak keliru harap dibedakan, ada dua Tony Leung dalam khazanah film mandarin. Yang akan dibahas di sini adalah Tony Leung Chiu Wai atau Short Tony, lantaran posturnya hanya 1,71 meter. Sedangkan yang satu lagi ada Tony Leung Kar Fai alias Big Tony karena memang lebih besar.
Tony Leung Chiu Wai dilahirkan di Hong Kong 27 Juni 1962. Masa kecilnya sungguh kelabu, ayahnya minggat lantaran judi tatkala usianya baru tujuh tahun. Tinggallah Tony bersama adiknya dan sang ibu. Latar belakang broken home ini konon membuatnya sulit mempercayai institusi perkawinan, sehingga dia lebih lebih mengutamakan karirnya di seni peran.
Demikian hebat luka perceraian itu dalam kalbunya, sampai-sampai trauma itu meninggalkan jejak di wajahnya. Paras itu selalu tampak murung menyimpan nestapa.
”Mungkin lantaran saya datang dari keluarga berantakan. Saya sungguh tidak bahagia di masa kanak-kanak,” kenang Tony. Kemudian sang ibupun menjadi tulang punggung keluarga. Bocah kesayangannya kendati sempat disekolahkan, namun akhirnya kandas jua. Tony pun mulai kerja serabutan di usia belasan, menjadi pesuruh di toko kelontong hingga profesi salesman sempat dilakoninya.
Suatu hari, bak dongeng indah kanak-kanak nasibnya perlahan beranjak. Mulanya bertemu seorang aktor beken Stephen Chow dan Tony disarankan untuk menekuni akting. Tahun 1982 usai ikutan kursus akting di stasiun televisi lokal TVB Tony ditawari menjadi host sebuah program kanak-kanak. Ditambah peran Cheung Mo Kei atau Thio Bu Ki nan lugu di sinetron kungfu The New Heaven Sword and Dragon Sabre, mulailah namanya melambung.
Sejak era 80’an pula Tony mulai meretas karir di layar lebar. Mungkin sudah banyak betul, namun yang penting untuk disebutkan adalah Hard Boiled, sebuah film eksyen arahan John Woo di tahun 1992. Sebelumnya, akting Tony dalam A City of Sadness arahan Hou Hsiao Hsien di tahun 1989 membuatnya namanya diperhitungkan di mancanegara. Adapun kemudian nama Tony juga kerap identik dengan sutradara Wong Kar Wai lantaran selalu muncul dalam film garapannya. Beberapa peran yang diperoleh itu antara lain sebagai polisi penyendiri dalam Chungking Express (1994), gay imigran di Argentina dalam Happy Together (1997), hingga suami korban selingkuh dalam In the Mood for Love (2000). Aktingnya dalam film yang belakangan mengesankan dewan juri Festival Film Cannes, hingga memberinya gelar Aktor Terbaik.
Kolaborasi Tony dengan Kar Wai sendiri sesungguhnya menyisakan hal unik. Pasalnya, sang sutradara punya kebiasaan untuk tidak menggunakan skenario. Ndilalah, itupun bukan masalah buat Tony. “Saya senang jika sampai tidak tahu cerita dari satu hari ke hari berikutnya. Jadi bisa membuatku berpikir dan memaksaku untuk tetap dalam karakterku. Terlalu banyak informasi bisa membatasi kreativitas,” kilah Tony akan hal itu.
Berbagai penghargaan kerap diterimanya. Bahkan aktor Hollywood macam Robert De Niro dan Brad Pitt pernah pula memujinya, memang bukan itu yang dikejar Tony. Pada dasarnya berakting dia memang menemukan ekstase. ”Akting memang merupakan cara saya untuk mengeluarkan ekspresi yang terkubur selama ini. Jika saya tidak berakting, mungkin sudah gila dari dulu. Saat di kelas akting, saya bisa menitikkan air mata dan orang berpikir bahwa itu karakter yang kumainkan. Tapi bukan, itu memang benar-benar diriku,” begitu penjelasannya.
Di layar lebar pula Tony menemukan cinta. Sejak tahun 1989, dia sudah menjalin hubungan dengan aktris Carina Lau. Sepanjang karirnya sempat pula mereka main film bareng, beberapa diantaranya dalam film Wong Kar Wai macam Days of Being Wild (1991), Ashes of Time (1994), dan 2046 (2005). Sekian lama mereka bercinta namun tetap masih belum mengucapkan akad nikah. Tony sempat berjanji akan menikahi Carina bulan Juli tahun ini. Kemudian berhembus kabar katanya akan dilangsungkan di pulau Bali, ternyata malah di hotel Uma Paro, Bhutan, satu negara di perbukitan Himalaya, Senin 21 Juli kemarin.
Selamat menempuh hidup baru deh buat koh Tony dan pasangan. (bat)





