BIOGRAPHY

Lala Karmela

Nama Lengkap : Karmela Mudayatri Herradura Kartodirdjo
Nama Panggilan : Lala
Tempat/Tanggal Lahir : Bandung, 2 April 1985
Tinggi/Berat : 167 cm/48 kg
Nama Ayah : Eko Kartodirdjo
Nama Ibu : Marrie Herradura
Hobi : Main Gitar, Nyanyi
Pendidikan Terakhir : Kuliah
Film Favorit : Star Wars: The Force Awakens (2015)

Filmografi:

  • SKJ (Seleb Kota Jogja) (2010)

THE STAR: LALA KARMELA

 
Lala Karmela
Besar dari industri musik Tanah Air, rupanya Lala Karmela tak ingin membatasi ruang kreatifitasnya di lingkup tersebut. Kiprahnya sebagai seorang penyanyi dan pemetik gitar mungkin sudah tak perlu dipertanyakan, namun bagaimana jika Lala terjun di bidang lain seperti akting?
 
Eits, tunggu dulu. Ada yang sobat nonton belum tahu. Jauh sebelum Lala aktif dalam dunia tarik suara, ternyata ia telah lebih dulu aktif dalam beberapa judul sinetron remaja, sebut saja Senandung Masa Puber. Jadi dapat dikatakan, dara asal Bandung ini tidak awam dengan dunia seni peran.
 
Di dunia perfilman sendiri, Lala membuka pintunya melalui film SKJ (Seleb Kota Jogja) yang dirilis Starvision pada tahun 2010, meskipun hanya sebagai peran kecil. Melalui production house yang sama, di penghujung tahun 2015 ini Lala kembali menjumpai dunia perfilman lewat film terbarunya bersama Ernest Prakasa, Ngenest, dan kali ini, Lala menyandang peran yang cukup penting.
 
Akan selalu menarik ketika mengulas perjalanan karir seseorang, dan bagi Lala, film sangat berpotensi menjadi jenjang karirnya kedepan selain eksis di dunia tarik suara. Saat ditanya apakah dirinya ketagihan untuk bermain film pasca membintangi Ngenest, ini jawaban Lala.
 
"Aku belum bisa bilang ketagihan atau enggak. Sebagai film pertama aku masih pengen lihat dulu ini cocok atau enggak sama aku, komen temen-temen aku gimana tentang aktingku. Aku nggak mau sombong juga terus bilang 'Oke gue ketagihan nih', tapi aku kayak mau tau dulu 'Did i do it well? Did i make them laugh?', dan kalau itu berhasil sih aku yakin akan membuka pintu-pintu baru di karir aku. Aku take it easy saja," pungkas penyanyi yang sempat menetap di negara tetangga, Filipina, tersebut.
 
Dengan jawabannya itu, Lala pun mengaku akan tetap memilah-milah tawaran film yang mungkin datang padanya dikemudian hari. "Aku tetap akan sortir sih yang terbaik untuk karirku. Musik tetap jadi prioritas, jadi yang mendukung hal itu dan nggak menggeser image aku itu akan lebih besar untuk aku pilih. Tapi again, ini film pertama dan aku nggak mau yang sombong-sombong. Bersyukur sudah bisa terlibat,"
 
Sedikit kembali ke awal ketika Lala pertama kali ditawari film Ngenest. Ternyata Lala sempat enggan menerima tawaran film ini lantaran tengah sibuk mengerjakan skripsi, namun ternyata, skenario dengan isu sensitiflah yang membuatnya menangguhkan keengganannya.
 
"Aku sempat mau nolak karena lagi sibuk di skripsi, tapi pas aku baca skenarionya ternyata aku suka. Film ini mencoba menyampaikan isu sensitif namun dengan cara yang positif banget, dimana kadang hal yang sakit itu perlu ditertawakan," ujarnya lagi.
 
Beruntung orang-orang sekitar Lala juga mendukung penuh dalam setiap langkah yang diambilnya, baik itu musik, film, ataupun proyek-proyek lain. "Mereka mendukung (keluarga, teman), mereka selalu support apapun yang aku lakukan as long as it's a positive. Mereka selalu ada. Aku juga kalau lagi capek suka meluangkan waktu untuk sekedar ngobrol sama mereka,"
 
Untuk melihat hasil aktingnya, Lala sendiri sempat malu untuk menonton dirinya di layar lebar dan lebih ingin mengandalkan komentar dari teman-temannya. Namun pada akhirnya ia menonton juga. "Aku tuh gugup banget jujur pas mau nonton, nggak ngerti kenapa, mungkin karena pertama kali. Aku memang nggak terlalu fokus nonton karena memerhatikan penonton sih, pas adegan aku mereka pada ketawa, dan itu lega banget rasanya. Terus pas sedih ada juga yang nangis, itu agak terharu gitu sih rasanya," kisahnya.
 
Demi mendalami karakternya sebagai Meira, istri dari Ernest, Lala mengaku melakukan pendekatan yang cukup untuk menjalin chemistry yang memadai. "Aku ketemu juga sih sama Meira, ngobrol di lokasi dan mencoba memerhatikan seperti apa orangnya,"
 
Film Ngenest sendiri diangkat dari buku trilogi karya Ernest Prakasa yang mengisahkan perjalanan hidupnya sebagai kaum minoritas Tionghoa di Indonesia, dan bagaimana ia harus beradaptasi dengan 'serangan-serangan' dari lingkungannya.
 
Aksi Lala Karmela dalam film Ngenest dapat sobat nonton saksikan di jaringan bioskop Cinema XXI mulai 30 Desember 2015.

Archive

COMPLETE ARCHIVE
 

NOW PLAYING

 


 
 
 

COMING SOON