Hanung Bramantyo Ingin Bongkar Sekat dengan Benyamin Biang Kerok

 

  Setelah sukses dengan Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss - Part 1 (2016) dan Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss - Part 2 (2017), rumah produksi Falcon Pictures kembali mencoba 'menghidupkan' kembali tokoh legenda lewat sebuah film. Kali ini, sosok Benyamin Sueb ...

Posted By: Alit Bagus Ariyadi, 22 Februari 2018
hanung bramantyo ...
 
Setelah sukses dengan Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss - Part 1 (2016) dan Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss - Part 2 (2017), rumah produksi Falcon Pictures kembali mencoba 'menghidupkan' kembali tokoh legenda lewat sebuah film. Kali ini, sosok Benyamin Sueb bakal hadir lagi di layar lebar dengan tajuk Benyamin Biang Kerok.
 
Hanung Bramantyo pun telah ditunjuk untuk duduk di kursi sutradara dan memilih Reza Rahadian sebagai pemeran utama. Sejak awal rencana film tersebut digagas, pro dan kontra terjadi, salah satunya adalah tentang pelakon Benyamin.
 
Tentu, Hanung punya pertimbangan sendiri tentang proyek terbarunya itu dan tim 21cineplex.com berkesempatan untuk wawancara singkat perihal Benyamin Biang Kerok di sela-sela syuting terakhir film tersebut di Karnos Film, Cibubur, Jawa Barat.
 
Mas Hanung bagaimana awalnya Anda bisa ikut terlibat di Benyamin Biang Kerok?
"Sebelumnya saya diajak oleh Falcon Pictures untuk garap Warkop DKI Reborn, tapi waktu itu saya nggak 'nyantol' dengan maksud dan tujuannya, karena ini dikategorikan bukan biopic, komedi juga tidak. Karena saya nggak ngerti jadi saya merasa nggak pantas jadi sutradaranya. Setelah nonton Warkop DKI Reborn saya baru tahu dan itu buat saya genre baru yang nggak diajarkan di sekolah film, sedangkan saya anak sekolahan banget."
 
Genre baru maksudnya bagaimana ya?
"Ya Warkop DKI Reborn itu bukan kisah hidup Warkop tapi tentang Dono, Kasino, Indro. Begitu juga dengan Benyamin. Boleh dong negara ini bikin genre sendiri dan nggak harus ikutin Hollywood, toh kita buat film itu tujuannya untuk di tonton."
 
Apa yang membedakan Benyamin Biang Kerok dan Warkop DKI Reborn selain ceritanya tentunya?
"Di Benyamin Biang Kerok ini ada musikalnya karena film bang Ben dulu kaya gitu. Uniknya lagi, Benyamin itu nggak pernah pakai nama asli di tiap layar lebarnya, contohnya Pengki di Benyamin Biang Kerok (1972), Tarzan di Tarzan Kota (1974) dan Babeh di sinetron Si Doel Anak Sekolahan. Jadi ini lebih sulit lagi, pertama Benyamin saya 'hidupkan' dan karakternya 'dihidupkan' lagi, maka aktor yang memerankan dua kali membangkitkan lakonnya."
 
Apakah karena alasan menghidupkan dua karakter itu Anda memilih Reza menjadi Benyamin?
"Saya pilih Reza karena nggak ada yang lain. Saya juga sudah tahu dia sampai 'bau-baunya' karena kita tumbuh bareng dan saya butuh aktor yang tiap saat bisa di ajak diskusi kapan aja."
 
Apakah Benyamin Biang Kerok ini remake dari film sebelumnya?
"Bukan, kita ambil dasarnya aja yaitu karakter Pengki sebagai biang kerok. Kita nggak coba remake, biarkan film itu punya cerita sendiri."
 
Apa betul Benyamin Biang Kerok akan dipecah menjadi dua bagian seperti Warkop DKI Reborn?
"Rencananya kita mau buat dua film, Benyamin Biang Kerok dan Tarzan Kota, tapi itu nanti tapinya ya. Namun pada perkembangannya kisahnya seru buat jadi dua yaitu Benyamin Biang Kerok dan Biang Kerok Beruntung, sama kaya layar lebar terdahulunya. Benyamin Biang Kerok mengisahkan Pengki sampai dia menemukan identitas biang keroknya dan untuk yang berikutnya alurnya menjadi lebih besar hingga bisa mengguncang negara. Walau jadi dua film tapi masing-masing punya struktur 3 babak sendiri, semoga penonton nantinya nggak merasa 'kentang'."
 
Lalu bagaimana dengan latar belakangnya, apakah di era 70-an atau kekinian dan apa yang coba Anda tekankan lewat Benyamin Biang Kerok?
"Latar belakang milenal, ya tahun 2000-an. Yang ingin kita tekankan di sini Betawinya, dimana Betawi jadi hero atau pahlawan. Karena yang terjadi di sosial politik sekarang masyarakat itu seakan terbagi, ada yang modern dan lokal. Stigma itu yang ingin kami bongkar, nggak ada sekat-sekat itu lagi. Kita semua tinggal di Indonesia, orang Betawi juga Jawa karena tinggal di pulau Jawa, itu yang ingin disampaikan."
 
Selain Reza, apa pertimbangan Anda tentang pemain lain yang terlibat di Benyamin Biang Kerok?
"Saya kurang afdol kalau nggak ajak aktor Betawi senior di film ini, kaya bang Rano Karno dan mpok Omas. Kalau Meriam Belina, saya memang sudah jatuh cinta dengan dia saat bekerjasama di Get Married (2007), kental banget Betawinya. Ia juga partner yang tepat untuk Reza, karena jika lawan mainnya lemah bakal dilahap oleh Reza. Untuk Delia Husein, kelebihannya adalah suara, kalau nyanyi cantik banget dia. Pada intinya, saya selalu melibatkan pemain baru di film saya. Reza digunakan untuk angkat mereka biar film nasional punya banyak bintang baru."
 
Sejak awal rencana film Benyamin Biang Kerok dibuat, pro dan kontra mulai bermunculan, apa tanggapan Anda?
"Pro dan kontra selalu ada dan tandanya film ini dianggap. Saya nggak pernah gelisah soal itu, hal tersebut terjadi karena kita berkarya."
 
Apakah Anda optimis Benyamin Biang Kerok bisa mengalahkan prestasi Warkop DKI Reborn?
"Saya tanggung jawab ke Falcon Pictures bikin 'ramuan' aja. Kalau penonton suka atau tidak, kita serahkan ke masyakarat."
COMPLETE ARCHIVE
 
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON