Tanggung Jawab Ganda Guntur Soeharjanto di Ayat Ayat Cinta 2

 

  Setelah sukses meraih lebih dari 3,5 juta penonton, film Ayat Ayat Cinta (2008) kembali mencoba menggapai prestasi itu lewat proyek sekuel, Ayat Ayat Cinta 2 (AAC2). Berbeda dengan sebelumnya, kali ini rumah produksi MD Pictures mempercayakan Guntur Soeharjanto, untuk duduk ...

Posted By: Alit Bagus Ariyadi, 25 Oktober 2017
guntur soeharjanto ...
 
Setelah sukses meraih lebih dari 3,5 juta penonton, film Ayat Ayat Cinta (2008) kembali mencoba menggapai prestasi itu lewat proyek sekuel, Ayat Ayat Cinta 2 (AAC2). Berbeda dengan sebelumnya, kali ini rumah produksi MD Pictures mempercayakan Guntur Soeharjanto, untuk duduk di kursi sutradara.
 
Mendapat kepercayaan itu, Guntur mengaku punya tanggung jawab lebih berat lantaran film sebelumnya yang diarahkan Hanung Bramantyo, berhasil memancing banyak penonton. Tapi ia sudah mendapatkan 'angin segar' lantaran trailer AAC 2 berhasil menjadi trending di Youtube Indonesia dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.
 
Melihat reaksi positif itu, tim 21Cineplex.Com berkesempatan berbincang-bincang dengan sutradara Jilbab Traveler Love Sparks In Korea (2016) ini di kantor MD Pictures, kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, perihal proses produksi AAC 2 yang siap tayang di bioskop mulai 21 Desember 2017.
 
Bagaimana awalnya Anda bisa terlibat di kursi sutradara untuk film AAC 2?
"Awalnya saya juga nggak sangka, 'beneran nih gue?' tapi dari proses diskusi dengan produser pak Manoj Punjabi, untuk buat sekuel ini dari sana ternyata kita nyambung dan kita coba bikin serta akhirnya jalan. Memang sih buat sekuel dari karya orang jadi ganda tanggung jawabnya, lebih berat apalagi dulu box office."
 
Sajian seperti apa yang mau Anda tampilkan lewat sekuel ini?
"Sekuel ini punya sudut pandang baru meskipun secara karakter sama. Kisah konfliknya beda dan itu pembaruan dari film ini, kalau nggak ada yang baru ya buat apa dijalanin."
 
Apakah sekuel ini dibuat sama persis dengan versi novelnya?
"Kita sesuai dengan novel mulai dari lokasi hingga karakternya. Tapi ada karakter kecil di versi buku kita gedein di film".
 
Apakah penonton yang belum lihat Ayat Ayat Cinta (2008) bisa menikmati AAC 2?
"Sangat bisa. Kita sempat memilah dari reaksi trailer yang kami keluarkan, dan ada 3 karakter penonton. Pertama adalah penonton AAC pertama yang ingin kembali mengetahui kelanjutan kisahnya. Kedua, penonton yang belum nonton sama sekali dan itu sangat banyak karena sudah 9 tahun jeda dari film pertama, serta penonton yang sudah baca novelnya. Pas kita olah lagi ternyata film ini bisa berdiri sendiri."
 
Apa persamaan dan perbedaan AAC 2 dengan film sebelumnya?
"Pekerjaan rumah kita bagaimana berikan info kepada calon penonton karakter Fahri (Fedi Nuril) dari AAC pertama, dan di AAC 2, Aisha yang sebelumnya diperankan oleh Rianti Cartwright, hilang. Sisanya adalah 'alam' yang baru bagi Fahri. Dulu ia mahasiswa sekarang sudah jadi dosen, itu perbedaaan yang signifikan."
 
Untuk pemilihan pemain di AAC 2 apakah semuanya Anda yang menentukan?
"Simultan sih, Fahri nggak mungkin nggak ada kan. Seperti Tatjana Saphira, Chelsea Islan dan sebagainya kita diskusi bareng dan pilih yang terbaik."
 
AAC 2 syuting di Skotlandia dan Indonesia, sedangkan dikisahkan karakter Aisha hilang saat ke Palestina. Kenapa tidak syuting di sana juga?
"Untuk adegan di Palestina kita syuting di Indonesia dengan menggunakan full Computer Generated Imagery (CGI). Semua film melakukannya, sama seperti produksi Hollywood dan itulah magic art of movie making, kita bisa melakukannya di sini. Kita nggak harus kesana karena fokusnya bukan di situ meskipun itu bagian dari film."
 
Apa saja kendala syuting di Skotlandia?
"Ini adalah negara ke 14 saya untuk syuting. Secara produksi ini paling layak, mulai dari art departemen, kamera, hingga sound. Jadi di sana kaya syuting di Indonesia aja. Full pakai izin nggak ada colong-colongan gambar. Saya juga kaget awalnya, truknya aja gede banget buat cahaya dan sebagainya. Ini adalah produksi yang besar."
 
Untuk pemain baru di AAC 2 apakah Anda mewajibkan nonton AAC pertama atau justru harus dihindarkan?
"Untuk pegalaman emosisonal harus nonton karena ini sekuel. Tapi karakter dan peristiwa harus baca novel serta mendalaminnya lewat naskah lalu reading bareng."
 
Anda sendiri apakah sempat diskusi dengan Hanung sebelum garap AAC 2?
"Karena ini bebas ya tiap orang melakukan itu. Tapi iya saya melakukannya."
 
Untuk proses produksinya apakah AAC 2 sudah final?
"Saat ini masih editing. Sekitar 80%. Durasi lumayan panjang sepertinya, bisa sampai 2 jam. Karena belum final jadi itu estimasi aja."
 
Optimis AAC 2 bisa melebihi prestasi film sebelumnya?
"Kalau saya sendiri buat semaksimal saya dan yang terbaik. Kalau box office Alhamdulillah. Karena di sini semakin box office makin banyak orang peduli terhadap film ini dan itu penting buat semua film Indonesia. Saya yakin karya yang baik hasilnya juga baik."
COMPLETE ARCHIVE
 
Pantau segala informasi film dengan http://m.21cineplex.com dari browser ponsel Anda!
 
 

COMING SOON