MORE
Kuntz Agus: Belajar Kompromi di #republiktwitter
Wulan Guritno: Dunia Film Memberikan Banyak Ilmu
Love is U: Mengawali Trend Girlsband Main Film
Laura Basuki: Terima Peran Apapun, Yang Penting Adalah Ceritanya
Ifa Isfansyah : Sang Penari Pekerjaan Cinta
Ody C. Harahap : Angkat Bunuh Diri Menjadi Tema Filmnya
21Cineplex: Press Release 10 Agustus 2011
Hany Saputra: Tampilkan Ka`bah Ukuran Asli Dalam Film Di Bawah Lindungan Ka
Iko Uwais : Makin Mantap dengan Gareth Evans di Serbuan Maut (The Raid)
Kamila Andini : Hadapi Kendala dengan Santai untuk The Mirror Never Lies
Vino G. Bastian, Ubah Mindset Anak Punk Lewat Film
Di film Punk in Love kamu diharuskan berbahasa Jawa, adakah latihan khusus untuk itu? “Belajarnya satu setengah bulan dan kebetulan Andika Pratama kan memang orang asli Malang,.” Siapa dari kalian berempat yang paling nge-punk atau berjiwa punk? “Aulia Sarah. Dia ...
03 Juli 2009
Posted By: Erfanintya M. P.
Di film Punk in Love kamu diharuskan berbahasa Jawa, adakah latihan khusus untuk itu?
“Belajarnya satu setengah bulan dan kebetulan Andika Pratama kan memang orang asli Malang,.”
Siapa dari kalian berempat yang paling nge-punk atau berjiwa punk?
“Aulia Sarah. Dia tahu punk, dia tahu filosofi punk. Sementara yang tiga cuma tahu punk sebatas fashionnya saja atau punk sebatas musiknya saja, ataupun punk sebatas politicalnya saja. Memang banyak orang mengaku punk tapi dia nggak tahu apa itu punk. Jadi sebenarnya realita seperti itu yang mau diangkat film ini. Jadi nggak semua anak punk itu punya jiwa punk”.
Katanya Film Punk in Love kan berdasarkan 1 event, Apa kamu sempat berkenalan dengan pelaku sebenarnya?
“Iya dia malah temen aku, namanya Yogi almarhum. Dia tuh kru film juga, dan nanti karakter si Yogi ini akan dimainkan Andhika Pratama.”
Ada nggak sih kebiasaan dalam syuting film ini yang terbawa sampai setelah syuting berakhir?
“Sebenarnya kebawa sih nggak tapi ada temenku yang komen, kok kamu logatnya jadi medok? Mungkin karena hampir satu setengah bulan berbahasa Jawa jadi nggak sadar masih suka terbawa sampai ada orang lain yang bilangin.”
Apa kelebihan film ini jika dibandingkan dengan film remaja sejenis?
“Pertama ini road movie, genre film ini di Indonesia masih jarang. Udah beberapa film aku nggak pernah main komedi, bisa dibilang ini pertama kalinya aku bermain di komedi. Kedua, realita tentang anak punk juga belum pernah dibahas di Indonesia dan yang terpenting ini based on 1 event.”
Sebagai penyuka genre film drama, bagaimana cara mendapatkan chemistry dengan lawan main di genre film tersebut?
“Memang harus melepaskan ego, karena kita nggak tahu mau dipasangin sama siapa dan kita juga nggak bisa milih mau dipasangin sama siapa. Apapun yang kita dapat ya kita harus ngeblend makanya harus dari kitanya dulu yang aktif.”
Bagaimana pendapat kamu tentang perfilman Indonesia yang katanya sedang bangkit ini?
“Semua film Indonesia harus ditonton dan akan makin banyak film-film yang berkualitas. Contohnya, Laskar Pelangi dan Pintu terlarang, menurut aku itu 2 film yang dikerjakan secara serius. Kadang-kadang aku bingung kalau ada yang nggak suka melihat film Indonesia yang nggak Indonesia banget. Loh kenapa? Emang yang bikin film orang Arab harus Arab banget? Kenapa kita harus menerima semua film harus Indonesia banget, karya itu kan universal, musik juga gitu. Kalau nggak Indonesia banget, so what? Kan malah jadi ajang buat kita berapresiasi.”





